Tubuh Uzi sudah dimasukkan ke peti. Sebuah peti yang pas untuk ukuran pesawat terbang karena besok pagi kami akan membawanya pulang ke Medan.
Aku tak mengucapkan doa dengan serius. Mulutku mengucapkannya dengan asal saja. Kalau memang Tuhan itu ada, pasti Uzi masuk surga, kok.