Tjokro terdiam. Hatinya memanas. Baginya, adat Jawa adalah denyut nadinya, dan mana mungkin ia mengiris denyut nadinya sendiri.
Seketika Rukmini merasa sangat angkuh. Ia selalu berpikir bahwa hanya dia yang terkungkung, hanya dia yang memikirkan penderitaan kaum wanita Jawa.