
Foto: Dok. ArtJakarta
Pagelaran besar Art Jakarta 2019 yang berlangsung pada tanggal 20 Agustus hingga 1 September 2019 pun resmi ditutup dengan sukses. Nampak beberapa kolektor kenamaan baik dari dalam ataupun luar negeri, kurator galeri besar mancanegara, atau bahkan penggiat seni yang mencari inspirasi, memadati Hall A Jakarta Convention Center.
Penyelenggaraan ke-11 dari Art Jakarta pun nampak sudah ditunggu oleh banyak pihak, menunjukan kekuatan dunia seni Indonesia dari berbagai genre yang semakin kuat dan mencuri perhatian dunia.
Galeri dan kurator modern seperti ROH Projects, Ruci Art Space, Hatch Art Project, Kohesi Inisiatives, dan masih banyak lagi, memberi kesempatan dan penyaluran untuk para seniman muda berkarya, sebuah hal vital yang menyuntikan nafas segar pada industri seni Indonesia. Dukungan untuk para seniman independen muda pun turut diberikan oleh badan pemerintahan melalui BEKRAF.
Berikut beberapa karya seniman Asia yang dipamerkan di ArtJakarta 2019 :
Lanjut ke halaman berikutnya.

Foto: Dok. ArtJakarta
Hadirnya seniman muda yang kini sudah memiliki pasar dan komunitas pengaggumnya sendiri seperti Dwi Antono Roby, Atreyu Moniaga, Ruth Marbun, dan Iabadiou Piko. Begitu pula dengan seniman kontemporer modern senior seperti Eko Nugroho, Mochtar Sarman, hingga Eddie Hara, memberikan nafas segar di sela kritik sosial berbentuk karya seni.
Kehadiran seniman kontemporer besar dunia seperti Kaws, Damien Hirst, dan Takashi Murakami menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta seni yang hadir ke pameran ini.
Sementara karya maestro tanah air seperti Nyoman Nuarta, Affandi, hingga Raden Saleh yang menghiasi sekat-sekat dinding pameran, semakin menguatkan nama Art Jakarta sebagai salah satu acara seni unggulan di Indonesia.
Lanjut ke halaman berikutnya.
Foto: Dok. ArtJakarta
Kehadiran galeri internasional seperti Mizuma Gallery, Galerie Ovo, Arario Gallery, Yavuz Gallery, dan masih banyak lagi yang sebagian besar masih didominasi galeri dari negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, menunjukkan kemampua beli dan tingginya minat konsumen seni kontemporer Indonesia untuk karya seniman Asia.
Sebaliknya, kedatangan kurator dan kolektor dari galeri internasional yang berafiliasi dengan galeri seni di Amerika Serikat dan Eropa, menunjukkan adanya minat bagi karya para seniman tanah air di dunia.
Tampak dari karya seni yang terpampang, kritik sosial kehidupan masayarakat urban menjadi titik fokus beberapa karya seni modern. Mulai dari perkembangan zaman dengan berbagai teknologinya, represif kekalutan para usia muda di era modern, hingga pergeseran dan peleburan berbagai budaya yang menciptakan kehidupan urban di perkotaan dengan segala kemelut dan dinamikanya sendiri.
Lanjut ke halaman berikutnya.

Foto: Dok. ArtJakarta
Naiknya minat para penikmat seni muda pun mulai bermunculan, tampak dengan banyaknya pengunjung muda yang hadir, baik itu untuk berswafoto di depan karya, ataupun mencari inspirasi dan konten untuk sosial media mereka, tetapi daya beli penikmat seni untuk karya seniman muda kontemporer pun seiring naik.
“Untuk di RUCI Art Space sendiri, basically audience kami memang anak-anak muda. Jadi penjualan terkini sudah mulai banyak anak-anak muda yang mulai membeli artpiece, dan seniman yang kami bawa pun juga memiliki price point yang lebih rendah. Dari anak-anak muda pun telah memiliki kesadaran dan keinginan untuk memiliki art piece dan menyiapkan budget untuk berbelanja karya seni," tutur Neysa Soediro, Head of Sales Marketing dari RUCI Art space menjelaskan,
Lanjut ke halaman berikutnya.
“Untuk di RUCI Art Space sendiri, basically audience kami memang anak-anak muda. Jadi penjualan terkini sudah mulai banyak anak-anak muda yang mulai membeli artpiece, dan seniman yang kami bawa pun juga memiliki price point yang lebih rendah. Dari anak-anak muda pun telah memiliki kesadaran dan keinginan untuk memiliki art piece dan menyiapkan budget untuk berbelanja karya seni," tutur Neysa Soediro, Head of Sales Marketing dari RUCI Art space menjelaskan,
Lanjut ke halaman berikutnya.

Foto: Dok. ArtJakarta
Kemunculan peluang pasar karya seni yang menyasar anak muda pun tampak disambut oleh beberapa gerai seperti Art Dept ID, Atreyu Moniaga Project, SRX X ADS, dan lainnya yang menawarkan merchandise berupa wearable art piece dengan price point yang affordable untuk generasi muda dan penggiat seni pemula.
Pihak penyelenggara yang berkolaborasi dengan OPPO Reno dan Mohoi pun turut serta dengan menjual kaos dan karpet dengan karya 13 ilustrator kenamaan Indonesia yang hasilnya akan disumbangkan ke berbagai organisasi sosial di Indonesia.
Kesuksesan Art Jakarta 2019 ini pun memacu penyelenggara untuk optimis dan akan kembali menyelenggarakan Art Jakarta 2020 pada 28-30 Agtustus 2020 nanti.
Tentunya ini akan membuka pintu untuk para seniman muda untuk berkarya dan menjadikan dunia seni Indonesia tidak hanya menjadi sekadar pajangan kebebasan ekspresi semata, namun sebuah bisnis di Industri yang menjanjikan di mata dunia. (f)
Baca Juga
Menikmati Keindahan Flora Lewat Seni Botani
Seni Wayang Kulit, Kuliner, dan Mode, Rayakan 57 Tahun Hotel Indonesia
Ekspresi Emosi 4 Wanita Seniman di Pameran Ilustrasi Bertema Kintsugi