Foto: Pixabay


Guna merangsang keingintahuan anak belajar tentang teknologi, sebuah wahana baru di bidang Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) bernama Junior Scientist Area persembahan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), resmi didirikan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 20 April lalu.
 
Sejumlah alat peraga hasil karya peneliti cilik pemenang Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) turut diserahkan kepada PP-IPTEK.

“Sejak 2013, setiap tahunnya, Kalbe menyerahkan alat peraga karya sains pemenang Kalbe Junior Scientist Award kepada PP-IPTEK sehingga anak-anak Indonesia yang berkunjung ke PP-IPTEK dapat mencintai dan belajar tentang ilmu pengetahuan serta mendapatkan inspirasi untuk ikut berinovasi dan membuat karya sains,“ kata Vidjongtius selaku Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. 
 
Program Kalbe Junior Scientist Award 2018 (KJSA) adalah kompetisi karya sains nasional tingkat sekolah dasar seluruh Indonesia yang mendorong siswa-siswi sekolah dasar untuk melihat permasalahan di sekitar mereka dan dapat memecahkan masalah tersebut melalui karya-karya sains.

Sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2011, animo peserta terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2017 program ini diikuti oleh 1103 karya dari 26 provinsi di seluruh Indonesia.
 
“Kesuksesan KJSA ini tentunya tak lepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Ristek dan Teknologi, khususnya Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) yang telah memberikan dukungan penuh dalam menyediakan Junior Scientist Area sehingga dapat membangun awareness dan menggugah anak-anak untuk ikut berpartisipasi membuat karya sains," ujar Vidjongtius.
 
Alat peraga sains yang diserahkan tahun ini merupakan 9 (sembilan) alat peraga pemenang Kalbe Junior Scientist Award 2017, yaitu:

1/ “Sikat Gigi Anti Jatuh” untuk anak kecil dan manula karya Prajna Wijaya & Evan Varellino dari SDS  Narada Jakarta Barat

2/ “Shaft Shalat Dengan Laser” karya Roffifah Yusriah Putri & Annisa Ramadhani Fatkhurahman dari SDIT Insantama Bogor

3/  “CT (Charger Tiup)” karya Ahmad Faqih Amin & Heiko Rendra Novianandita dari SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto

4/ “Doc –Nyek” (Auto baby milk maker-Pembuat susu bayi otomatis) karya Muhammad Attariza Wanggono & Wafiq Dinda Agustin dari SDIT AT – Taqwa Surabaya

5/ “Ki Pesat” (Kipas Pemanggang Sate) karya Aang Maulana & Ahada Angkasa Pura dari SD Unggulan Al-Ya’Lu Malang

6/ “Alat Untuk Memperpendek Waktu Antrian Pemesanan Makananan di Kantin Sekolah” karya Juan Carlo Vieri  & Eugenia Aileen Putrijaya dari SD Intan Permata Hati Surabaya

7/ “ACAKESA” (Aplikasi Campuran Abu Boiler dan Tandan Kosong Kelapa Sawit) Sebagai Unsur Hara Pada Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) karya Idelle Ariqa & Dustin Raka Widiananta Aslam dari SMPN 1 Sanggau, Kapuas Hulu

8/  “Biodegradeble Plastic” karya Angelina Abigail Saputro & Natasya Agelina Pali dari Santo Nicholas School Medan

9/ “EMPATI” (Empat Macam Pewangi Dalam Satu Hati) karya Calvinus Alexander Graham DC & Carlos Luther Dina Charis dari D’Rec Robotics Sains School Jepara. (f)
 
Baca Juga: 
7 Tip Pergi Menonton Pertunjukan Bersama Anak 

Sekolah Bagus Itu Subjektif 

Penghargaan untuk Peneliti Pada Acara 1st ASEAN Public Relations Regional Conference