Wewangian ini diciptakan pada 1921. Jacques Guerlain adalah “otak” di balik wewangian yang kabarnya merupakan favorit mendiang Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno. Kabarnya, saat terinspirasi untuk mencipta wewangian ini, Guerlain memang tengah terkagum-kagum pada eksotisme dan keindahan dunia Timur. Kabarnya, Taj Mahal dan taman gantungnya yang indah merupakan beberapa sumber inspirasi penting yang ia peroleh dalam mencipta wewangian ini. Tak heran jika Shalimar yang diambil dari bahasa sansekerta dan bermakna kuil cinta atau temple of love ini menawarkan aroma oriental yang hangat dan sensual.

Setelah 95 tahun, Shalimar masih menjadi wewangian klasik yang digemari. Namun untuk diversifikasi produk demi menjangkau market yang lebih muda, Guerlain juga melakukan sedikit perubahan pada wewangian ini dengan menghadirkan Shalimar Ligh pada tahun 2004 serta Eau de Shalimar pada 2008.(f)