Foto: shutterstockRiset Google bersama dengan lembaga riset Fluent akan ‘Digital Wellbeing’ tahun lalu menunjukan bahwa, 1 dari 3 pengguna internet adalah anak - anak. Anak-anak masa kini adalah digital native yang sudah mengenal internet semenjak bayi. Internet membuka banyak peluang untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi.
Namun di saat yang sama, hal ini membuat anak-anak menghadapi risiko yang juga dihadapi orang dewasa seperti perundungan, penipuan, pornografi, dan lain sebagainya. Riset yang sama menunjukan bahwa 83% orang tua di Indonesia khawatir anak mereka terpapar konten yang tidak pantas atau berbahaya saat menggunakan teknologi digital.
Karena tak mungkin melarang internet termasuk sosial media pada anak-anak, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
1/ Tangkas berinternet
Pelajari Program Tangkas Berinternet yang digagas Google dengan Yayasan Sejiwa dan Indonesia Online Child Protection (ID-COP) dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kemen PPA), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbud), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo), dan Siberkreasi.
Tangkas Berinternet adalah sebuah program global literasi digital dan keamanan online yang dijalankan oleh Google bertujuan untuk meningkatkan ketahanan berinternet anak-anak. Program ini memuat 5 topik penting agar anak-anak Cerdas, Cermat, Tangguh Bijak dan Berani Berinternet.
Program Tangkas Berinternet memuat beberapa materi ajar untuk guru dan orang tua, situs terkait literasi digital, dan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua. Materi ajar untuk guru dan orang tua, permainan berbasis web untuk anak - anak sudah dapat diakses di SINI.

2/ Bersosial media secara positif
Ajarkan anak untuk memproteksi akun seperti menggunakan fitur keamanan untuk mencegah orang lain meretas akun dan menjaga privasi untuk menyaring siapa saja yang mengikuti, serta membatasi siapa yang bisa melihat postingan dan memberi komentar.
Instagram memiliki beberapa fitur yang dapat diaktifkan oleh para pengguna untuk menghindari komentar negatif di Instagram:
# Fitur pelaporan yang dapat Anda gunakan untuk melaporkan postingan maupun komentar yang ofensif, negatif dan melanggar Standar Komunitas Instagram.
# Filter komentar untuk mengendalikan komentar di postingan Anda dimana Instagram akan secara otomatis menyembunyikan komentar negatif di postingan Anda. Selain itu, Anda juga dapat membuat daftar kata ofensif versi Anda sendiri. Anda bahkan dapat memilih siapa saja saja yang dapat berkomentar di postingan Anda.
# Blokir akun dan komentar negatif di akun Instagram Anda. Akun yang Anda blokir tidak akan dapat melihat profil Anda maupun membuat komentar di postingan Anda.
# Batasi akun yang seringkali memberikan komentar negatif di akun Anda. Setelah fitur Batasi diaktifkan, komentar dari orang yang telah Anda batasi secara otomatis hanya akan bisa dilihat oleh orang tersebut. Anda, pengikut Anda, dan orang-orang lainnya tidak bisa melihat komen tersebut. Jika Anda merasa penasaran, Instagram tetap memberikan opsi untuk Anda melihat isi komentar tersebut dengan mengetuk pilihan “Lihat Komentar”. Kemudian, Anda memiliki kendali penuh untuk menyetujui komentar tersebut untuk bisa dilihat semua orang, menghapus komentar tersebut, atau mengacuhkannya.
Saringan komentar dapat melindungi anak dari perundungan. Di samping itu, ingatkan juga mereka untuk tidak melakukan perundungan terhadap orang lain, beri tahu bahwa kata-kata di media sosial bisa memberi efek yang nyata.
Bagi para orang tua, Anda juga dapat membantu menjaga keamanan anak remaja Anda di media sosial dengan mencari tahu informasinya lebih lanjut di Panduan Instagram untuk Orang Tua: http://bit.ly/panduaninstagramPDF
3/ Duplikasi
Tak hanya konten pornografi dan berbahaya, platform seperti WhatsApp juga bisa menjadi tempat anak mengalami ancaman atau perundungan. Anda bisa menduplikasi WhatsApp anak untuk berjaga-jaga. Menggunakan aplikasi seperti Cloneapp Messenger di Google Play, Anda tak hanya bisa membuka akun WhatsApp personal pada perangkat atau tablet yang berbeda, tapi juga berguna untuk memantau percakapan dalam WhatsApp anak. (f)
Baca Juga:
Hindari Penipuan via WhatsApp dengan 4 Tip Sederhana Ini!
Usaha Instagram Agar Lebih Aman Bagi Anak
Melindungi Data Pribadi Di Era Digital