
Dok. Unsplash
Himbauan untuk bekerja dan belajar di rumah membuat banyak orang menggunakan ragam aplikasi dan alat komunikasi untuk membantu pekerjaan mereka sehari-har, mengakses informasi maupun agar tetap terhubung dengan orang lain. Namun nyatanya, platform-platform digital yang kian masif digunakan masyarakat saat ini juga menghadirkan sejumlah risiko terkait keamanan online.
Seperti temuan Google bahwa selama beberapa minggu terakhir, terlihat ada 18 juta malware harian dan upaya phising, serta 240 juta pesan spam yang terkait dengan COVID-19. Email phising tersebut bertujuan mengecoh pengguna agar mengklik tautan dalam email yang mengaku dari lembaga amal dan LSM yang sedang berjuang melawan COVID-19.
Selain itu Google juga menemukan banyak situs yang dipenuhi malware, yang berpura-pura menjadi halaman login akun media sosial populer, lembaga kesehatan dan bahkan menyerupai situs resmi peta penyebaran virus corona dari Johns Hopkins University.
Meminimalisir risiko keamanan online selama bekerja dan belajar di rumah, Google memberikan beberapa tips, alat dan referensi sederhana yang bisa Anda terapkan.
Deteksi dan Hindari Scam COVID-19
Menurut Google, kebanyakan scam COVID-19 muncul dalam bentuk email phising. Maka dari itu, setiap menerima email terkait COVID-19 jangan terburu-buru mengklik tautan yang diberikan. Waspadai juga jika email tersebut meminta informasi pribadi seperti alamat rumah atau informasi bank.
Tautan palsu biasanya meniru alamat situs yang sering diakses banyak orang, tetap ada tambahan kata-kata atau huruf di dalamnya. Untuk memastikan keasliannya, periksa apakah URL-nya valid, bisa dengan cara, yaitu :
1. Untuk perangkat komputer/desktop, arahkan kursor mouse di atas link tersebut, atau
2. Untuk perangkat seluler, dengan menekan lama link tersebut.
Gunakan Email Kantor untuk Hal terkait Pekerjaan
Menurut temuan Google, para karyawan berisiko membahayakan bisnis perusahaannya jika menggunakan akun atau perangkat pribadi untuk bekerja. Akun perusahaan menawarkan fitur-fitur keamanan tambahan agar informasi perusahaan tetap aman. Anda bisa menambahkan fitur keamanan tambahan, misalnya dengan autentifikasi 2 langkah.
(Lanjut ke halaman berikutnya)
BACA JUGA :
Facebook Rilis Messenger Kids, Amankah untuk Anak?
Aplikasi Zoom Meeting Rentan Diretas, Ini Cara Gunakan Aplikasi Video Conferencing secara Aman
Lakukan 5 Hal Ini untuk Koneksi Wifi Anti Lelet di Rumah

Dok. Unsplash
Pastikan Keamanan Video Call
Dengan himbauan kerja dari rumah, penggunaan aplikasi video konferensi online meningkat drastis. Belakangan muncul berita aplikasi Zoom Meeting rentan menjadi sasaran pencurian data. Untuk memastikan keamanannya, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk aktivitas video call yang lebih nyaman:
- Aktifkan fitur sandi atau PIN. Langkah verifikasi tambahan ini membantu memastikan bahwa rapat hanya bisa diakses oleh peserta undangan.
- Saat membagikan undangan rapat ke orang banyak, pastikan mengaktifkan fitur ruang tunggu sehingga penyelenggara dapat menyaring setiap peserta baru secara manual sebelum mengikuti rapat.
- Jika undangan rapat virtual mengharuskan Anda menginstall aplikasi konferensi video baru, selalu pastikan keaslian undangannya. Hal ini untuk berjaga-jaga apabila ada yang mengaku sebagai orang yang Anda kenal sebelum menginstalnya.
Update Keamanan Sesegera Mungkin
Komputer pribadi mungkin tidak begitu sering mengupdate teknologi keamanannya jika dibandingkan di kantor yang terhubung dengan jaringan perusahaan. Maka dari itu, penting untuk tetap mengupdate keamanan agar dapat memperbaiki setiap kerentanan keamanan yang telah diketahui, yang biasanya sering dicari dan dieksploitasi oleh peretas.
Gunakan Sandi yang Unik dan Kuat
Dengan banyaknya aplikasi dan layanan teknologi yang Anda gunakan untuk bekerja maupun kegiatan sekolah anak, mungkin Anda akan menggunakan kata sandi yang sama untuk semuanya. Untuk menjaga informasi pribadi Anda tetap aman, selalu gunakan sandi yang unik dan sulit ditebak.
Selain itu, aktifkan juga fitur keamanan ekstra, misalnya seperti Verifikasi 2 Langkah sebagai lapisan pengamanan tambahan. Ini dapat membantu menjaga akun Anda supaya tidak diakses sembarang orang, karena perlu metode verifikasi kedua selain nama pengguna dan sandi untuk bisa login ke akun.
Akses Online Aman untuk Anak
Tak hanya para pekerja, anak-anak juga kini menerapkan metode belajar di rumah. Ini membuat akses online anak-anak juga berisiko. Anda bisa memakai Family Link untuk membuat akun berbatas umur, mengontrol aplikasi yang boleh didownload anak dan memantau aktivitasnya saat menggunakan perangkat. (f)
BACA JUGA :
Facebook Rilis Messenger Kids, Amankah untuk Anak?
Aplikasi Zoom Meeting Rentan Diretas, Ini Cara Gunakan Aplikasi Video Conferencing secara Aman
Lakukan 5 Hal Ini untuk Koneksi Wifi Anti Lelet di Rumah