
Dok. Pexels
Saat kerja dan belajar di rumah, banyak orang menggunakan aplikasi maupun software video conference untuk memudahkan komunikasi dengan banyak pihak.
Adapun 5 fasilitas aplikasi video conference yang paling sering digunakan dalam pelaksanaan work from home di tengah pandemi COVID-19 ini adalah Cisco Web Ex, Jitsi meet, Skype, Google Hangout Meet dan Zoom meeting.
Namun, menurut pantauan Satgas COVID-19 BNN RI dalam penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut, perlu diperhatikan keamanannya. Pasalnya ternyata, berdasarkan pengamatan oleh Puslitdatin BNN RI Zoom Meeting masuk dalam daftar aplikasi yang tidak direkomendasikan untuk digunakan.
Seperti yang dilaporkan The Washington Post, ada ribuan kasus pencurian data atau hacking dan jailbreaking pada pengguna aplikasi Zoom Meeting. Ini menjadikan aplikasi ini tak hanya tidak direkomendasikan oleh BNN RI tapi juga FBI dan beberapa badan penegak hukum internasional lainnya.
Disampaikan oleh BRIGJEN Pol Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi BNN RI, bahwa jika terpaksa tetap menggunakan aplikasi yang tidak direkomendasikan tersebut, harus diamankan firewall atau sistem pengaman perangkat masing-masing.
Di tengah penggunaan aplikasi video conference untuk kebutuhan kerja dan belajar di rumah, penting untuk mengutamakan keamanan data penggunanya. Berikut beberapa cara aman menggunakan aplikasi video conference.
(Lanjutkan ke halaman berikutnya)
BACA JUGA :
10 Aplikasi Untuk Menenangkan Diri
Tip Agar Percakapan Daring Tak Bocor
Bekerja Lebih Efektif dan Maksimal di Rumah dengan 6 Tip Video Call Ini

Dok. Pexels
1. Aktifkan perlindungan dengan kata sandi
Beberapa aplikasi video conference menerapkan kata sandi untuk bisa masuk ke dalamnya. Gunakan layanan ini untuk memaksimalkan keamanan. Ingat, saat pembuatan kata sandi gunakan angka, huruf dan simbol secara acak. Jangan pernah membuat kata sandi yang mudah ditebak seperti 12345 atau 11111 dan lainnya.
2. Jangan sebar tautan telekonferensi atau kelas online di media sosial
Selalu ingatkan peserta telekonferensi atau kelas online untuk tidak menyebarkan tautan ke orang lain yang tidak dibutuhkan atau bahkan di media sosial. Ini akan memudahkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyusup masuk dan meretas data pribadi Anda.
3. Aturan berbagi layar dengan peserta lain
Pastikan aplikasi video conference yang digunakan menawarkan aturan yang mengijinkan penggunanya berbagi layar dengan peserta lain atau tidak di awal membukanya. Setelah rapat dimulai, tuan rumah dari telekonferensi tersebut dapat mengijinkan peserta untuk berbagi layar ketika mereka siap.
4. Gunakan aplikasi dengan versi terbaru
Kerentanan keamanan cenderung lebih mudah dieksploitasi pada aplikasi versi yang lebih lama. Contohnya aplikasi Zoom Meeting yang melakukan pembaharuan sistem keamanan dengan menggunakan kata sandi setelah banyaknya kasus peretasan. Periksakan kembali bahwa peserta telekonferensi juga menggunakan aplikasi dengan versi terbaru.
5. Gunakan fitur ‘kunci rapat’
Pada beberapa aplikasi terdapat fitur kunci rapat atau lock meeting yang bisa digunakan setelah semua peserta telah masuk ke dalam ruangan virtual telekonferensi. Namun, jika salah satu peserta ada yang keluar, tuan rumah bisa membuka kunci sementara dan mengijinkan peserta tersebut untuk masuk lagi.
6. Jangan rekam rapat virtual kecuali jika dibutuhkan
Jika Anda ingin merekam rapat telekonferensi, pastikan semua peserta tahu hal itu. Dan pada beberapa aplikasi, memberitahukan peserta lain jika ada yang merekamnya. Tentu jangan merekam rapat tersebut jika hal yang dibicarakan bersifat rahasia. (f)
BACA JUGA :
10 Aplikasi Untuk Menenangkan Diri
Tip Agar Percakapan Daring Tak Bocor
Bekerja Lebih Efektif dan Maksimal di Rumah dengan 6 Tip Video Call Ini