Kebudayaan asing ini membeur dengan kebudayaan lokal, tak terkecuali kulinernya. Selain cita rasanya yang membaur, nama beberapa menu yang digunakan merupakan kata serapan dari bahasa-bahasa asing. Berikut ini di antaranya:

Dok. Femina Group
1/ Bakso
Sajian favorit segala usia. Bakso merupakan kata serapan dari bahasa Hokkien (bak so). Bak berarti daging babi, so berarti giling. Dulunya bakso menggunakan daging babi sebagai bahan bakunya. Kemudian dimodifikasi dengan menggunakan daging sapi, ikan, atau ayam.
Selain bakso, sajian bakwan, bakpia, dan bakmi juga merupakan serapan dari bahasa yang sama.
Sajian favorit segala usia. Bakso merupakan kata serapan dari bahasa Hokkien (bak so). Bak berarti daging babi, so berarti giling. Dulunya bakso menggunakan daging babi sebagai bahan bakunya. Kemudian dimodifikasi dengan menggunakan daging sapi, ikan, atau ayam.
Selain bakso, sajian bakwan, bakpia, dan bakmi juga merupakan serapan dari bahasa yang sama.

Dok. Wikipedia.com
2/ Cincau
Kenyal dan menyegarkan di tengah teriknya sengatan panas matahari. Siapa yang menyangka kalau cincau merupakan kata serapan dari bahasa Hokkien (xien cao). Dalam bahasa Hokkian, xien cao merupakan tumbuhan bahan baku pembuatan cincau.
Foto: HC
Indonesia memiliki beragam jenis soto berbeda antara satu kota dengan lainnya. Tapi, sajian berkuah ini nyatanya merupakan adaptasi dari sajian Tionghoa, caudo. Sajian ini pertama kali tenar di kota Semarang setelah melalui proses penyesuaian rasa untuk lidah lokal. Setelahnya, soto mulai menyebar ke kota-kota lain dan memiliki ciri khasnya masing-masing.

Dok. Dailycookingquest.com
4/ Perkedel
Dijajah selama 3,5 abad oleh Belanda membuat banyak peleburan bahasa di Indonesia. Termasuk dalam urusan bahasa di dunia makanan. Selain bistik (biefstuk), puding (pudding), selai (gelei), dan meises (muisjes), perkedel juga merupakan sajian yang merupakan serapan dari kata frikadel. Secara harafiah frikadel diartikan sebagai daging cacah atau cincangan daging.

Dok. Royaltumpeng.com
5/ Nasi Kebuli
Timur Tengah memiliki peran dalam kekayaan rasa yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, khususnya Betawi. Sajian nasi kebuli yang sarat akan rempah merupakan hasil perpaduan budaya antara Indonesia dengan Arab. Namanya berasal kata qabli atau kabuli dalam bahasa Parsi, bahasa daerah yang kini disebut Iran dan sekitarnya. Di negara asalnya kata tersebut berarti nasi yang dimasak bersama daging, wortel, dan kismis.

Dok. Pixabay.com
Menu sarapan wajib bagi sebagian warga Indonesia. Roti merupakan nama lain dari chapati (roti khas India), yang kemudian bahasanya dipergunakan di Indonesia. Bahan dan proses pembuatannya pun memiliki kesamaan. Hanya bentuknya saja yang berbeda. Roti di India mengarah pada roti datar atau flat bread.

Dok. Pixabay.com
7/ Bolu
Indonesia mengenal bahasa Portugis bersamaan dengan kedatangan bangsa Portugis di abad ke-16 untuk mencari rempah-rempah. Panganan manis nan empuk yang dikenal dengan nama bolu, merupakan serapan dari bahasa Portugis, bolo rei. Sesungguhnya sajian bolo rei lebih mirip dengan roti karena penggunaan ragi dan teknik pembuatannya. Namun tekstur empuknya memang mirip dengan bolu. (f)
Baca juga:
5 Makanan Fermentasi Yang Kian Mendunia
3 Wagyu Kualitas Terbaik Asal Jepang
5 Bunga Ini Tak Hanya Cantik Tapi Juga Bisa Dimakan!