Foto: pixabay

Tahun 2019 lalu melambungkan alternatif daging, Beyond Burger, dan minuman/makanan probiotik sebagai tren yang diikuti para pencari makanan sehat. Bagaimana dengan tahun 2020? Berikut prediksinya:

1/ Protein dari tumbuhan 

Tren ini sudah terjadi pada tahun 2019, tapi tahun depan akan semakin banyak alternatif dan inovasi yang muncul. Tak hanya produk yang menyerupai daging, tapi juga protein yang berasal dari kacang hijau, hempseed, avokad, biji semangka, dan lain sebagainya.

Tren lain adalah memasukkan tumbuhan entarh itu jamur, sayuran, atau buah sebagai campuran dari produk daging.

2/ Tanpa alkohol 

Makin banyak orang menyadari efek buruk alkohol terhadap tubuh maupun mental, karena itu jangan heran kalau tahun depan akan makin banyak muncul minuman yang tadinya beralkohol  jadi tidak beralkohol. Misalnya, bir dan wine. Pesan mocktail tanpa alkohol akan jadi biasa.

3/ Makanan untuk otak

Meningkatnya usia harapan hidup diikuti keinginan untuk menjaga daya ingat dan fungsi kognitif tetap tajam hingga usia lanjut. Ini mendorong tren makanan dan suplemen untuk otak seperti kunyit, salmon, brokoli, walnut, rumput laut, dan lain-lain. Makanan untuk menjaga fungsi otak ini sering disebut nootropics. 
 
 

 
Foto: pixabay

4/ Susu dari tumbuhan

Anda mungkin sudah mencicipi kopi dengan susu almond dan susu oat tahun lalu, nah, tahun depan akan makin banyak alternatif susu dari biji-bijian seperti biji bunga matahari dan kacang mede. 

5/ Tepung bukan gandum

Tren makanan gluten free semakin luas, salah satunya melahirkan tren pizza dari bunga kol. Tahun depan diprediksi lebih banyak tepung non gandum yang beredar, mulai dari sorgum, chickpea atau kacang arab, hingga tigernut.  Anda akan lebih sering mendengar makanan dari tepung dari singkong, mocaf. 
 
Sogum/ Foto: pixabay

6/ Pemanis bukan gula tebu

Makin banyak orang ingin mengurangi asupan gula. Alih-alih melirik pemanis buatan, masyarakat makin melirik bahan alami seperti kurma, air kelapa, dan buah sebagai penyumbang rasa manis pada makanan dan minuman. 

7/ Sumber karbohidrat yang lebih baik 

Seiring dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat pun tak lagi terlalu memusuhi karbohidrat. Ya, karbohidrat akan semestinya tak lagi diartikan sebagai beras atau nasi dan roti. Karbohidrat tetap diperlukan tubuh dan bisa berasal dari berbagai sumber yang baik bagi tubuh, mulai dari buah, sayur, polong-polongan, sorgum, ubi ungu, dan lain sebagainya. (f)

Baca Juga:

Merancang Nutrisi yang Tepat untuk Penyandang Diabetes
Tangkal Radikal Bebas Dengan Antioksidan Tepat
Khasiat Teh, Mulai Dari Melangsingkan Hingga Atasi Alergi Kulit