Foto: UNSPLASH

Para individu kuliner mencoba memprediksi hal-hal bakal diperbincangkan tahun depan. Wajib baca bagi yang ingin berbisnis kuliner atau mencari arah hobi baru!
 
1/ Robby Motota, Complex Executive Pastry Chef St. Regis Langkawi and The Westin Langkawi
 
Tren kuliner, terutama di daerah wisata yang cukup ramai, seperti Bali, Yogya, Malang, Bandung, Jakarta, dan Medan akan lebih condong ke kuliner lokal.
 
Cita rasa yang autentik, juga peran koki yang bergelut di dalam negeri maupun mancanegara untuk mempromosikan kuliner lokal, jadi faktor pendukung. Selanjutnya, bukan tidak mungkin jika cita rasa Indonesia akan makin mendapat tempat di hati pemburu kuliner.
 
Kaum milenial akan lebih memilih natural healthy food and beverages. Mereka akan lebih concern pada gaya hidup sehat. Misalnya, memilih kudapan ringan yang rendah kadar glutennya, lebih menyukai organic food.
 

2/ Jed Doble, Publisher Foodies
 
Tahun 2019 menandai perkembangan signifikan gerakan makanan sehat. Masyarakat lebih peka dalam bersantap, termasuk ingin mengetahui asal-usul makanannya. Pilihan juga akan banyak jatuh ke plant-based food daripada makanan dengan basis protein hewani. Tentu juga karena alasan sustanaibility. Ruang-ruang santap seperti Gizi (milik chef Yuda Bustara. – Red.) dan Green Wok adalah contoh yang menyajikan makanan-makanan bergaya ini.
 
 
3/ Dewi Hasan, Sugar World Academy
 
Untuk tahun 2019, cake decorating akan banyak berhubungan dengan kerajinan tangan/ handycraft. Dekorasi bunga-bunga yang dulunya dibuat dari sugar paste, kini dibuat dari wafer paper.
 
Tidak banyak pergeseran gaya cake decorating yang terlihat, tetapi intervensi penghias kue dari Tiongkok sangat memengaruhi standar cake decorating yang ada. Karya cake decorator dari negeri Tiongkok yang sangat detail, rapi, dan spektakuler akan mengubah cara pandang kita terhadap cake decorating secara global.
 
 


4/ Budiyah Bastian, Pemilik Fun Fresh Everyday Buah
 
Segmen yang makin berkembang adalah healthy food dan trendy/ innovative food. Yang peduli kesehatan akan lebih banyak mengonsumsi fresh food, less processed, atau bahkan raw food. Juga, sumber protein bergeser dari protein darat ke protein bahari.
 
Kaum muda akan lebih fokus pada experience saat makan. Harga yang pas di kantong dan faktor instagrammable menjadi peluang bagi pebisnis kuliner untuk terus berinovasi. Maraknya media sosial harus bisa dimanfaatkan sebagai peluang branding. Apalagi sekarang, orang lebih percaya peer review dibandingkan iklan.
 

5/ Aulia Puspitaningayu, Penulis Boga
 
Dunia kuliner makin marak berkat peran media sosial. Masyarakat juga peduli dengan apa yang mereka konsumsi. Ada kecenderungan memilih healthy food, sekaligus mengurangi kadar gula.
 
Racikan kopi akan terus berkembang. Kedai-kedai kopi berkonsep take away dengan harga yang relatif murah makin banyak. Interior makin instagrammable. Ada pula sebagian masyarakat yang belum move on dari Thai tea.
 
Untuk spesifik di Kota Bandung, makanan lokal dengan rasa pedas tetap punya banyak penggemar. Makanan lokal yang akan bertahan dan everlasting!
 

6/ Shinta Teviningrum, Pendiri-Pengurus Komunitas Akademi Kuliner Indonesia
 
Kali ini mungkin masih seperti tahun lalu, ayam geprek dengan berbagai aliran masih akan hits. Demikian juga dengan kopi yang masih punya celah untuk berkembang.
 
Muncul kecenderungan pada sekelompok orang untuk memilih makanan organik, gluten free, atau vegan. Plant-based protein food, misalnya veggie burger, mulai berkembang seiring edukasi. Lainnya, segala yang berbahan jamur. Edible flower lagi-lagi masih mewarnai piring makan, sehingga koki perlu memiliki cukup banyak pilihan bunga agar tidak terlalu terjadi pengulangan. (f)
 
Baca Juga:

Tren Dessert di 2019 Menurut Prediksi Nina Bertha