
Foto: Pixabay
Padahal dalam ilmu kuliner, pencuci mulut beku atau frozen dessert sebenarnya punya nama tersendiri. Kebanyakan dari istilah ini lahir dari bahasa Prancis dan Italia, tempat sajian tersebut banyak berevolusi menjadi hidangan yang paling dicari di musim panas.
Apa saja jenisnya? Yuk, kenalan dengan es krim dan ‘saudara’-nya. Cek di laman selanjutnya.

Memiliki pengertian yang luas. Pertama, istilah klasik di 1893 untuk frozen dessert asal Prancis berupa adonan custard bercampur gelatin yang dibekukan dan kemudian dicetak bentuk bulat atau persegi.
Kedua, istilah ini lalu dipinjam Amerika untuk es krim yang khas disusun berlapis bersama buah, kacang, atau jeli di gelas saji bening dan langsung. Parfait jenis ini juga sangat populer di Jepang!
Ketiga, parfait sehat juga berkembang degnan format berupa yoghurt berlapis buah dan granola.

2/ Froyo
Singkatan beken untuk frozen yoghurt, atau yoghurt yang dibekukan. Bukan, ini tidak hanya yoghurt yang dimasukkan ke dalam freezer melainkan yoghurt cair yang dituang ke dalam mesin soft serve, yang biasa digunakan untuk membuat es krim.
Hidangan ini disukai karena umumnya yoghurt dikenal sehat, rendah lemak, dan kaya bakteri baik bagi pencernaan. Biasanya topping seperti buah ditambahkan agar tidak terlihat polos.
Froyo merupakan inovasi Amerika yang mulai mengarah ke gaya hidup yang lebih sehat.

3/ Es Krim
Berbasis custard, yang berarti gabungan dari rebusan susu, krim kental, gua, dan telur. Dua bahan pertama sangat penting dalam memengaruhi tekstur dan rasa gurih es krim.
Amerika termasuk negara yang paling banyak mengonsumsi es krim, dan mempopulerkan es krim bercampur cookies, karamel, dan kacang. Overrun adalah istilah penting untuk persentase udara yang dicampurkan ke dalam es krim.
Makin tinggi overrun-nya, makin besar volume es yang didapat. Bagi sebagian orang, overrun memberikan tekstur ringan dan lembut yang disukai lidah. Namun, nilai persentase yang terlalu besar justru menjadi pertanda bahwa es krim berkualitas rendah.
Ciri-cirinya, terlalu cepat lumer di mulut karena memiliki terlalu banyak kandungan udara dibanding bahan makanan sesungguhnya (overrun-nya bisa mencapai 95%).

4/Gelato/Gelati
Istilah es krim dalam kuliner Italia. Khas dijual di gelateria (sebutan untuk toko penjual gelato). Kelasnya dipandang lebih tinggi dibanding es krim.
Maklum, gelato memiliki overrun yang minim atau tidak sama sekali, sehingga udara yang ‘masuk’ minim sekali (hanya sekitar 10% dari total volume adonan).
Hasilnya, tekstur yang lebih padat dan rasa intens saat dikulum. Sayangnya, perasa yang sejatinya tersumbang dari bahan alami dan turut menjadi alasan berkelasnya gelato, kini bergeser ke perasa buatan, akibat maraknya gelato komersial.
5/ Sorbet/Sherbet
Favorit pada pelaku hidup sehat karena terbuat dari jus atau puree buah-buahan segar yang dibekukan dan diaduk dengan mesin atau secara manual hingga lembut.
Teksturnya berpasir karena dibuat tanpa bahan ‘pelembut’ yaitu telur dan susu. Sering melibatkan wine atau minuman alkohol lain sebagai penyumbang rasa. Karena itu rasanya asam dan menyegarkan.
Walau kita mengenalnya sebagai dessert di Italiasecara klasik dijadikan santapan antar course. Walau jarang sekali , sorbet bisa ditambahkan putih telur atau gelatin guna memperlembut teksturnya. Walau mirip, sherbet memiliki arti lain karena ditambahkan susu.
Meski presentase susunya tidak sebesar es krim yakni hanya 1%-2% saja. (f)
Bahan: Dok. Femina
Baca Juga:
Editor's Choice : 7 Lokasi Gelato Nikmat di Indonesia
Siap-Siap Viral, ini Kiwi Sorbet Bar Chef Dominique Ansel