Seberapa jauh Anda mengenal bahan pemberi aroma ini?
 
Yang sering ditemui di setiap dapur tentu bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan bawang daun. Tapi, kenal kah Anda dengan ‘saudara-saudara’ lainnya?
 

Foto: Dok. Femina
 
1/ Bawang Merah (Shallot)
Favorit di dapur Asia hingga Eropa. Kandungan mineral yang tinggi membuatnya dipercaya sebagai makanan afrodisiak (pembangkit gairah).
 
Pilih yang berkulit kering dan berdaging kencang. Namun, untuk bawang goreng, pilih yang ramping, tidak gendut, agar hasil gorengan lebih kering.
 

Foto: Dok. Femina

2/ Bawang Putih
Khasiatnya tersohor di pelosok negeri. Mulai dari untuk kesehatan hingga kecantikan. Konon, atlet Yunani menyantapnya sebelum pertandingan karena dapat menstimulasi peredaran darah.
 
Setiap bonggolnya terdiri dari 12-16 siung berlapis kulit tipis putih dengan semburat keunguan. Jika hendak ditumis dengan bawang merah, masukkan duluan karena cepat hangus!
 
Bisa juga dibuat menjadi minyak bawang. Caranya, goreng bawang putih dalam minyak banyak hingga kecokelatan. Simpan beserta minyak dalam wadah tertutup. Gunakan sebagai aroma tambahan dalam mi atau sup.
 

Foto: Dok. Femina
 
3/ Bawang Bombay
Di supermarket besar, ada tiga jenis bawang bombay. Perbedaannya dari warna kulit, seperti merah, cokelat, dan putih.
 
Dapur Indonesia umumnya menggunakan bawang bombay cokelat. Bawang ini sedap jika dimasak dalam waktu yang lama, karena berubah ‘manis’. Bawang bombay merah (red onion) memiliki rasa dan aroma yang lebih lembut ketimbang kedua saudaranya. Favorit digunakan dalam salad. Bawang bombay putih memiliki aroma dan rasa yang lebih tajam. Biasanya digunakan di dapur Meksiko.

Cek anggota keluarga bawang lainnya di laman berikutnya.
 
 

Foto: Dok. Femina
 
4/ Bunga Bawang
Tampilannya lebih mirip bunga hias karena memiliki kuncup bunga di ujungnya. Ketika batangnya dipotong, terlihat rongga di dalamya.
 
Biasanya diolah sebagai tumisan daging, seperti sapi, ayam, atau seafood. Sering digunakan sebagai garnish karena bentuknya cantik!
 

Foto: Dok. Femina
 
5/ Batang Bawang (Leek)
Memiliki bentuk layaknya bawang daun namun dengan ukuran yang jauh lebih besar. Biasanya digunakan hanya bagian putihnya saja. Aromanya lebih ringan ketimbang bawang daun.
 
Dapur Eropa menggunakan batang bawang sebagai campuran mirepoix, atau sayuran pembuat kaldu, adonan quiche, atau disantap mentah sebagai salad.
 
Sebelum mengolahnya, iris membujur batangnya dan cuci di bawah air mengalir untuk membersihkan pasir-pasir yang terselip.
 

Foto: Dok. Femina
 
6/ Bawang Daun (Scallion/Spring Onion)
Di pasaran, beredar dua jenis bawang daun, yang batangnya berumbi dan yang tidak. Untuk memasak, biasanya bagian berwarna putih lebih disukai karena aromanya lebih harum dan tidak berlendir seperti bagian yang hijau.
 
Bawang ini taburan populer sebagai pemberi aroma sedap dalam semangkuk sajian mi ayam, nasi goreng, hingga lauk.


Cek anggota keluarga bawang lainnya di laman berikutnya.
 
 

 
 
 

Foto: Dok. Femina
 
7/ Kucai (Chinese Chives)
Berupa lembaran daun warna hijau kecil, pipih, dan tidak berongga. Aromanya tajam menyerupai bawang putih.
 
Irisan daun ini digunakan dalam kuliner Tionghoa, seperti dim sum atau tumisan. Dapur lokal menggunakannya sebagai campuran kulit mendoan atau rempeyek.Tapi tak sedikit juga yang memasukkannya dalam tumisan seperti dalam Tumis Teri Daun Kucai.
 
Karena lembaran daun ini sangat tipis, iris menggunakan pisau yang benar-benar tajam atau gunakan gunting.
 

Foto: Dok. Femina
 
8/ Bawang Daun Cung (Chives)
Banyak orang keliru membedakannya dengan kucai. Bawang daun cung memiliki batang yang berongga. Untuk lebih mudahnya, penampilannya sama seperti bawang daun, namun dalam ukuran yang mini.
 
Aromanya tak jauh berbeda dengan bawang daun. Biasanya diolah sebagai campuran omelette, tumisan, sup, atau salad dressing.
 

Foto: Dok. Femina
 
9/ Lokio
Atau bawang batak. Sekilas mirip bawang daun dengan batang berumbi, namun lebih  kecil.
 
Rasa dan aromanya tidak terlalu menyengat. Cocok sebagai campuran asinan atau tumisan.  Seperti dalam  resep Mi Udang Serai

Baca juga:

Para Ratu Dapur Wajib Tahu: 17 Dedaunan Khas Asia Tenggara, Dari Dill, Miana, Hingga Basil (Part 1)

Ini Jawaban 7 Masalah Memasak: Tumis Sayuran Berair Hingga Kue Kering Melebar