Foto: Shutterstock
 
Katering sehat kini tak hanya untuk usia lanjut atau memiliki masalah kesehatan tertentu. Pertukaran informasi di era digital membuat penggunanya peka isu kesehatan dan bagaimana pola makan berperan. Oleh sebab itu, katering yang menunya hanya milik mereka dengan kondisi kesehatan tertentu, telah bergeser. Katering sehat kini dilirik kalangan yang makin muda demi membantu menjaga tubuh tetap sehat. Namun untuk membangun bisnis catering sehat, Anda perlu memperhatikan Ini:
 
# Tetap Berbumbu

Traveling dan bertambahnya restoran di dalam negeri telah mengubah taste palate pelaku dan konsumen. Jika dulu makanan sehat tidak dibumbui garam, atau miskin bumbu, peracik masa kini mengulik bahan-bahan yang gurih secara natural, atau hanya menggunakan garam alami.
 
Ada juga yang menjual makanan rasa Barat, tanpa mau belajar lebih dalam tentang adaptasinya terhadap selera lokal. Kini, walau semangkuk healthy bowl diracik dari quinoa, sayuran organik, dan kacang-kacangan, peracik menyediakan pilihan bumbu rasa lokal. Atau, sebaliknya. Menurut marketing Leafwell, Tara Narita, mendekat ke selera orang kebanyakan membantu katering sehat tetap eksis. Leafwell juga menghadirkan menu-menu yang bervariasi, seperti menu Western dan Asian dalam 1 minggu.
 
# Kekinian

Terinspirasi dari makanan kekinian  juga membantu. “Saat tren satai taichan misalnya, nutrisionis kami langsung berkreasi membuat versi sehatnya,” ujar Marketing Communications and PR Supervisor Gorry Gourmet, Hans Kristian.
 
# Berotasi

Selain memiliki menu tetap, katering sehat menghadirkan menu yang berotasi. Hal ini menjaga agar pelanggan tidak jenuh dan tak meninggalkan pola makan sehat. Bagaimanapun, mereka yang berlangganan karena gaya hidup bisa saja masih melibatkan mood saat makan. Jangan sampai konsumen bosan!
 
# Siap Bantu Pelanggan

Saat mengunjungi beberapa situs catering sehat, kita dengan mudah melihat berbagai produk menu diet. Untuk mengantisipasi calon pelanggan yang bingung menetapkan pilihan, ada kuesioner yang akan menggiring pada diet yang dipreferensikan. Bahkan, ada yang menempatkan para nutrisionis dalam barisan terdepan sebagai customer service. Program yang tepat membantu pelanggan mencapai goal.
 
Para nutrisionis tentu lebih paham apa yang dibutuhkan. Saat pelanggan berpendapat bahwa jenis diet tertentu mungkin akan berhasil, nutrisionis tetap mendengar sembari memberikan pemahaman yang benar dan memutuskan secara tepat.
 
 

Foto: Shutterstock
 
# Penunjang Diet

Menjadi sehat hanya dengan diet, tanpa olahraga dan istirahat yang cukup, mungkinkah? Lupakan impian untuk memiliki tubuh molek, jika Anda mengandalkan katering sehat semata. Untuk penurunan berat badan misalnya, agar  hasil yang optimal dorong pelnggan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 20 menit dalam sehari selama menjalani program. Beberapa catering sehat, seperto Gorry Gourmet punya Gorry Well, aplikasi gratis yang memudahkan calorie counting. Cukup foto makanan Anda dan kirim kepada mereka, selanjutnya tim nutrisionis akan membantu menghitungkan kalori dan total exercise yang Anda butuhkan untuk menebusnya.
 
# Jangan Asal Murah

Sering kali harga katering sehat dinilai mahal karena diperbandingkan dengan murahnya belanja di pasar basah. Padahal, itu bukan perbandingan yang apple to apple. Di balik harga katering sehat, terdapat unsur yang awam luput pikirkan.
 
Ada bahan-bahan pilihan nonpestisida dan organik, keterlibatan tim nutrisionis, dimasak oleh cook agar rasanya sedap, penggunaan alat masak tertentu yang tidak mengandung senyawa yang dianggap bisa mengontaminasi masakan, hingga area memasak yang higienis. Bayangkan juga waktu dan tenaga yang dihemat karena Anda tidak perlu belanja bahan, memasak, dan membersihkan perkakas dapur.
 
Katering andal tidak sembarangan mengambil resep dari situs online dan menjualnya begitu saja. Ada keterlibatan cook dan nutrisionis dalam menyusun menu. Enak dan sehat harus jalan beriringan.
 
Banyak katering sehat yang menawarkan harga murah dan mengandalkan foto yang indah, namun menyusun menu tanpa riset mendalam di dapur sendiri. Banyak yang tidak ingin ongkos produksinya mengikis profit.
 
# Bisa Dipercaya

Bagaimanapun, dalam membangun bisnis yang melibatkan kesehatan bagi orang lain, sejatinya banyak digerakkan oleh hal-hal mulia. Coba seleksi dengan mencoba beragam brand untuk menentukan mana yang benar-benar memegang kepercayaan konsumen. Terkadang, ada terobosan yang dilakukan brand dengan melakukan transparansi. Misalnya, berbagi informasi sumber kebun organiknya, berbagi nama-nama reputable di belakangan penyusunan menu. Terkadang, ada yang menjual nama chef terkenal ketimbang nutrisionis hebat. Perhatikan gaya hidup chef tersebut. Chef yang paham nutrisi adalah mereka yang walk the talk. (f)

Baca Juga:

Tren Dessert di 2019 Menurut Prediksi Nina Bertha

Keindahan Pemotretan Street Food Menurut Brian Sumito

Pengalaman, Kata Kunci Wisata Gastronomi