Foto di tahun 1900-an.
 
Tradisi merakit gingerbread cookies menjadi bentuk rumah-rumahan bermula di tahun 1800-an.

Para tukang roti di Jerman kala itu terinspirasi dari karakter dongeng Hansel dan Grettel. Di fiksi Grimm's Fairy Tales rilisan tahun 1812 tersebut, kedua karakter kakak-beradik ini digambarkan mendekati gubug Nenek Sihir yang terlihat menggoda perut! Dindingnya terbuat dari roti, atapnya dari keik, dengan jendela dari permen gula transparan. Rupanya, si nenek berniat membuat anak-anak ini gendut dulu sebelum dimakan. Untung saja, keduanya berhasil melarikan diri. 

Di cerita ini, penulis terinspirasi dari lebkuchen, biskuit berempah khas Jerman. 

Kukisnya sendiri disebut-sebut bermula dari resep yang diajarkan oleh Gregory Markar dari Nicopolis, di tahun 992 CE. Ia biawaran Armenia yang bermigrasi ke Bondaroy (kini wilayah di Prancis -Red.). Ia bermukim selama tujuh tahun dan mencari nafkah dengan mengajar gingerbread ke kalangan kristiani di sana. 


Versi ilustrasi terkenal buatan Justus von Liebeg. 
 
Di abad ke-15, biarawati di Swedia juga punya kebiasaan ngemil gingerbread. Kehangatan jahenya bikin perut nyaman. Resepnya sendiri menyebar dari para imigran Jerman yang berdatangan di abad ke-13. 

 
Sejarah juga mencatat gingerbred cookies sebagai jamuan di masa Ratu Elizabeth I (1558-1603). Kala itu, cookies dibuat mirip demgan tamu-tamu VIP yang bertamu. 
 
Ingin melihat Gingerbread House dalam bentuk nyata? Kota Dinkelsbühl yang bergaya medieval merepresentasi ini, lewat bangunan warna-warninya. Sekat-sekat kayu pada fasad mirip sambungan gingerbread cookies(f)

Baca juga: 
Lagi Tren, Ini Bedanya Anggur Muscat dari Jepang
Setelah 20 Tahun, Dapur Cokelat Bercerita
Oat Mylk yang Lagi Hits di Jakarta