Foto: IA
 
Siapa yang tak suka gorengan? Rasanya yang gurih dan teksturnya yang crunchy tak pernah salah memanja lidah. “Gorengan tidak lepas dengan budaya Indonesia, sehingga gorengan Jepang mudah diterima oleh masyarakat Indonesia,” ujar Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

Pada suatu sore yang cerah, Duta Besar Jepang membuka rumahnya kepada awak media untuk memperkenalkan kuliner Jepang. Setelah wagyu dan ikan tai, kini gorengan menjadi sorotan.

Di Jepang, gorengan yang dibuat dengan teknik deep-fried kerap disebut age-mono. Age berarti goreng, mono berarti barang/ benda.
Tempura dan chicken karaage yang sangat disukai di Indonesia hanyalah dua dari banyaknya gorengan yang dikenal di Jepang. Bahkan, di Jepang gorengan diklasifikasikan menjadi empat jenis berdasarkan cara memasaknya. Berikut daftarnya:
 
 



Foto: food-in-japan.com

1/ Su-age
Su berarti tidak menambahkan apapun. Jika digabungkan dengan kata age, berarti gorengan yang tidak ditambahkan apapun. Sesuai namanya, sayuran bahkan daging digoreng langsung tanpa dibubuhi bumbu dan ditambahkan bahan apapun. Biasanya gorengan macam ini menggunakan berbagai jenis sayuran seperti terung, zucchini, okra, asparagus, akar teratai, dan lainnya.
 
 


Foto: pixabay
 
2/Kara-age
Kara-age yang dibuat dari daging ayam adalah yang terpopuler. Cara memasak ini adalah dengan membumbui bahan terlebih dahulu. Biasanya menggunakan kecap, sake, bawang putih, dan sebagainya. Setelah dibumbui, bahan diumuri dengan tepung lantas digoreng hingga matang. Tepung yang digunakan bisa tepung, tepung maizena, atau tepung kentang.
 



Foto: pixabay

3/Koromo-age
Huruf kanji koromo () bisa diartikan sebagai baju atau lapisan. Bagitu juga dengan koromo-age yang memberikan lapisan adonan tepung kepada bahan makanan sebelum digoreng.

Jika membuatnya dari terung, maka potongan terung langsung dilapisi oleh adonan tepung tanpa dimbumbui terlebih dahulu. Setelah dilapisi adonan, terung bisa langsung digoreng atau dilapisi tepung roti terlebih dahulu.

Tempura merupakan salah satu jenis koromo-age. Jika Anda pernah menyantap kushi-age, ia juga termasuk dalam kategori ini.
 



Foto: IA

4/Kawari-age             
Kawari berarti mengubah. Secara sederhana, kawari-age merupakan gorengan yang diubah atau gorengan variasi. Variasi bisa pada bahan utamanya atau bahan pelapisnya. Misal, menambahkan keju dalam gulungan ayam. Bisa juga mengganti tepung roti dengan bahan lain seperti biskuit, cornflakes, atau senbe (kerupuk beras) yang dihancurkan, kulit lumpia dan sebagainya. Ebi Mino-Age dan Ebi Mijinko-Age merupakan Kawari-age yang populer.

Baca juga:
Wow! Jamur Mahal Eropa Ini Kini Hadir Dalam Sup Shabu Shabu
Coba Padu Padan Teppannyaki dan Whisky di Fujin

Selalu Gagal Bikin Sushi? Ini 6 Rahasia dari Senju Omakase & Sake!