Foto: Shutterstock


Tahun baru imlek kali ini sudah pasti akan kita lalui dengan cara yang sedikit berbeda. Namun, biasanya tahun baru pmelalui perhitungan kalender bulan masyarakat Tionghoa ini tak luput dari acara kumpul keluarga. Sama halnya seperti hari raya lainnya, selalu ada makanan yang wajib hadir saat merayakan hari yang spesial. Makanan selalu hadir sebagai simbol dari doa agar mendapatkan hal yang baik di masa depan.Yuk, intip seperti apa saja sajiannya dan apa maknanya!

 
 Foto : Pixabay

Jeruk Ponkam
Wajib dihadirkan beserta daun yang masih melekat pada tangkainya. Warna kuning keemasan ini dilambangkan kemakmuran yang tumbuh terus menerus. Daun menandakan adanya kehidupan dan kesejahteraan.

 
 

Foto: AFP
 
Kue Keranjang
Kue yang biasanya disajikan dalam bentuk bertingkat dengan tambah kue mangkok di bagian atasnya ini, dimaksudkan sebagai penanda kemakmuran. Rasanya yang manis juga sebagai harapan agar setiap anggota keluarga selalu berada dalam hubungan yang manis, dan selalu 'lengket' atau akrab satu sama lain seperti lengketnya kue keranjang.
 
 Foto : Dok. Femina
 
Yee Sang (Yusheng)
Salad yang sering disajikan di Singapura dan Malaysia saat tahun baru Imlek ini, memiliki cara yang unik saat menyantapnya. Yakni, dengan mengaduk keseluruhan bahan secara bersamaan menggunakan sumpit dan mengangatnya sambil menyerukan “Lo Hei” (tinggi).
 
Semakin tinggi yee sang terangkat, dipercaya semakin tinggi juga peruntungan di tahun yang baru.   

 
 
 Foto : instagram.com/smokenavoslo
 
Teh Telur
Adalah telur yang direbus dengan air teh dan tambahan kecap asin. Santapan ini tidak hanya sebagai penambah stamina, tapi juga melambangkan kesuburan.
 
Foto : Pixabay
 
Jiaozi (Kuo Tie)
Bentuknya yang menyerupai Yuanbao (mata uang China di masa lampau) menyimbolkan kemakmuran. Karena sering juga disajikan saat makan bersama keluarga besar, makanan ini juga dapat diartikan kebersamaan.
 
 
 Foto : Dok. Femina
 
Santapan Ayam, Ikan, dan Babi
Bukan tanpa sebab ketiganya hadir dalam sajian tahun baru Imlek. Ini sebagai pengingat, agar yang menyantap hidangan ini, tidak akan meniru ketiga sifat hewan tersebut.
 
Seperti ikan yang mengandung dualisme makna (memiliki sisik seperti ular yang jahat, tapi juga sering dilambangkan keberuntungan), babi dengan sifat malas, dan ayam dengan sifatnya yang serakah. Seluruh hidangan ayam dan ikan harus disajikan secara utuh sebagai simbol keutuhan dan kemakmuran yang berlimpah.
 
 
Foto : instagram.com/yusnita.erni.9
 
Manisan/ Camilan Delapan Sisi
Melambangkan angka keberuntungan dalam tradisi China. Boks ini biasanya berisi berbagai macam rupa camilan yang berlainan dari buah kering, manisan, ataupun biji-bijian kering dengan berbagai makna.
 
 
Foto : Dok. Femina
 
Lapis Legit
Menurut food writing expert, Hiang Marahimin, lapis demi lapis pada cake yang tak lekang waktu ini menjadi simbol kemakmuran atau hoki yang berlapis-lapis. “Lapis Legit memang memenuhi kriteria kue yg dibanggakan. Tampilan dan rasanya mewah, mahal karena bahan-bahannya. Membuatnya pun sulit. Dulu bikinnya di atas oven api arang. Panasnya bukan main dan abunya kesana-kemari,” ujarnya.


Baca juga:

5 Kue Khas Imlek, dari Nastar Peranakan Hingga Lapis Legit
Dinilai Unggul, Apa Kualitas Keju dari Susu Sapi yang Makan Rumput di Alam Liar?
Tip Membuat Lapis Legit Dari Dapur Uji Femina