Chibo: Rasa Osaka di Jakarta
31 Agustus 2019
|
5,174 views
Merasakan semangat warga Osaka terhadap makanan lewat okonomiyaki Legendaris.
Di Jepang, tak ada yang bisa menandingi antusiasme warga Osaka jika berbicara soal makanan. Kota yang dulu dijuluki
tenka no daidokoro (dapur negeri) ini bahkan memiliki budaya
kuidaore, yang berarti ‘makan sampai jatuh’.
Bukan cuma soal makan sepuasnya, letak geografis yang berbatasan dengan laut dan gunung membuat mereka tak kompromi soal kualitas bahan makanan. Tak mengherankan, Osaka menjadi
kiblatnya kuliner Jepang.
Jiwa Osaka ini kini hadir di Jakarta bersama Chibo, restoran
okonomiyaki dan
teppan, yang mulai beroperasi sejak tahun 1973 di Sennichimae, Osaka. Berkat konsistensinya dalam menyajikan sajian lezat dan berkualitas, kini Chibo memiliki 60 cabang di berbagai negeri. “Di bawah payung Jaddi Food, gerai di Gandaria City adalah gerai
no pork, no sake, dan
no mirin pertamanya,” jelas Imelda Budiman,
Marketing Manager Jaddi Food.
Okonomiyaki mulai populer sejak Perang Dunia II. Mahalnya harga beras saat itu membuat warga Jepang berkreasi dengan terigu yang lebih ekonomis. Bahan-bahan yang ada dan disuka (
okonomi) dicampur jadi satu, kemudian digoreng (
yaki).
Okonomiyaki selalu dikaitkan dengan Osaka dan Hiroshima. Jika gaya Osaka mencampur semua bahan (kubis, daging, dan sebagainya) dengan adonan tepung, gaya Hiroshima memasukkan mi ke dalam resepnya. Di Chibo, keduanya tersedia.
Di sini,
femina mencoba
best seller Chibo Okonomiyaki yang dimasak dengan gaya Osaka. Potongan daging sapi, ayam, udang, dan cumi-cumi dimasukkan ke dalam adonannya. Agar tetap hangat,
okonomiyaki yang sudah dimasak oleh
chef diletakkan di atas
teppan yang ada di tiap meja hidang. Oles dengan saus, taburi
aonori, dan kucuri mayones.
Katsuobushi yang ditambahkan di atasnya seolah menari menggoda.
Renyah potongan kubis masih terasa dalam adonannya yang lembut. Semua komponen saling melengkapi. Manis gurih saus
okonomiyaki ‘mengikat’ semua rasa bahannya.
Katsuobushi dan
aonori menyumbang semilir aroma ‘laut’ khas masakan Jepang. Mayonesnya beda, sedikit lebih asam. Saus dan mayones
homemade ini langsung dikirim dari Jepang demi menjaga keseragaman dan autentisitas rasa di seluruh gerai Chibo.
Mau mencoba
okonomiyaki gaya Hiroshima?
Cheese Yaki direkomendasi.
Topping keju
mozzarella menjadi daya tariknya. Ada juga
Indonesia Okonomiyaki yang khusus dibuat untuk gerai di Indonesia. Ada cabai rawit dan nasi dalam resepnya. Selain memesan
okonomiyaki, para ekspatriat yang kerap datang biasanya juga memesan
yakisoba.
Gyoza di sini unik, bentuknya pipih. Adonan isi
gyoza-nya juga tidak menggunakan sawi atau kubis. Dimasak di atas
teppan hingga kulitnya
crispy. Enak dijadikan camilan. Jika ingin sajian yang lebih spesial, pesan menu
teppan, seperti
Teppan Tenderloin Steak yang menggunakan daging sapi
wagyu. Langsung dimasak saat dipesan. Jika beruntung, duduk di depan meja
teppan sang koki. Selain mendapatkan makanan lezat, atraksi
chef saat memasak juga menjadi
hiburan tersendiri.
Baca juga:
Di Hotel Luks Ini, Nge-Brunch dengan Tomahawk Steak dan Lobster Sepuasnya
Kilo Kitchen: Meramu Musik dan Bumbu