
Nama Arrisa Cheo (35) dan Yoyo Cao (29) barangkali terdengar asing. Namun, di negara asalnya, Singapura, duo fashionista ini begitu populer. Mereka top fashion influencer yang punya talenta merancang busana berkat passion mereka yang kuat di bidang mode. Akhir November lalu, mereka membawa koleksinya masuk ke Indonesia lewat butik Love and Flair yang menjadi reseller pertama dan eksklusif dari koleksi ARISSA X dan Exhibit Store di Indonesia.
Menjadi Diri Sendiri
Arissa Cheo (35)
“I’m so much in love with fashion,” ungkap Arissa dengan mata berbinar, ketika disapa femina di butik Love and Flair, Plaza Indonesia (30/11). Di depan kami, sederet busana karyanya di bawah label ARISSA X menjadi bukti kesungguhan cinta Arissa pada fashion. Meski tak pernah mengenyam pendidikan fashion design, nyatanya ia mampu menghasilkan karya yang baik dan namanya cukup diperhitungkan di kalangan fashion.
Untuk koleksi desain yang ia bawa ke Jakarta, Arissa menawarkan garis rancangan yang terlihat maskulin. Permainan cutting asimetris mendominasi sejumlah busananya. Terbayang bagaimana anggun namun sekaligus terlihat powerful si pemakai baju rancangannya.
Penampilan yang menarik, menurut Arissa, banyak memberikan energi positif bagi dirinya, terutama di lingkup profesional. Mulai dari meningkatkan kepercayaan diri hingga membentuk image diri yang baik. Sekalipun demikian, Arissa mengaku bahwa ia tidak ingin ‘disetir’ bagaimana harus berpenampilan.
“Saya tahu ada banyak orang yang memperhatikan saya. Tapi, saya bukanlah selebritas. Saya tidak harus menjawab semua keinginan publik. Hanya, saya merasa harus bertanggung jawab pada diri saya sendiri. Untuk tetap menjadi diri saya,” ujarnya bijak, menanggapi bagaimana cara ia menjaga reputasi diri di balik popularitasnya.
Di Singapura, Arissa telah dikenal luas sebagai seorang sosialita muda, ahli waris perusahaan minyak. Arissa kerap menjadi sorotan media lokal di sana. Sosoknya makin diperhatikan orang sejak ia menikah dengan salah seorang personel band F4 asal Taiwan, Vaness Wu, November 2013. Beruntung, popularitas telah berada di genggaman tangannya sejak lama.
Arissa termasuk public figure yang senang membagikan inspirasi fashion di akun media sosialnya sejak dulu. Akun media sosialnya dipenuhi foto-foto dirinya yang selalu tampak modis dan ada juga rekomendasi brand atau label-label fashion yang disukainya.
Akun pribadi Instagram-nya, @xarissaxcheox, memiliki lebih dari 352.000 pengikut (per Desember 2017). Label Arissa X diluncurkan pada tahun 2016. Pesan yang ingin disampaikan lewat rancangannya adalah fashion seharusnya menjadi bentuk ekspresi individual: fun, effortless, dan menjadi diri sendiri. Debut karyanya terpilih untuk ditampilkan dalam anggung Singapore Fashion Week 2016. Ilmu komunikasi yang didapatnya dari University of Southern California, Amerika Serikat, kini terpakai saat menjalankan bisnis fashion miliknya. Terutama pemahaman strategi pemasaran lewat media sosial.
“Dulu, orang berjualan hanya lewat e-commerce atau media sosial Facebook. Kehadiran bisnis yang dijalankan di Instagram, menjangkau pasar lebih luas lagi,” tutur Arissa, yang mempromosikan rancangannya melalui www.arissa-cheo.com, Instagram @arissa_x dan Facebook Arissac_x.
Arissa juga sering berkolaborasi dengan pelaku kreatif dari berbagai bidang. “Saya berkolaborasi dengan desainer jewellry asal Taiwan Christina Lu atau dengan desainer sunglasses René Chu. Karya mereka membuat rancangan saya terlihat lebih menarik,” papar Arissa.
Klik page number di bawah untuk melihat profil Yoyo Cao

Antara Idealisme & Bisnis
Yoyo Cao (29)
Akun Instagram @yoyokulala dengan jumlah pengikut 312.000 (per Desember 2017) ini menasbihkan Yoyo Cao sebagai salah satu selebritas Instagram. Awalnya, melalui akun Instagram ia ingin berbagi inspirasi berbusana gaya. Mulai dari info tren fashion terkini hingga ilmu mix and match. Upayanya rupanya berhasil. Hampir tiap unggahan foto-fotonya rata-rata mendapat lebih dari 5.000 likes.
“Orang tualah yang memperkenalkan saya pada fashion sejak saya kecil. Saya melihat bagaimana mereka sangat memperhatikan penampilan. Mereka menjadi inspirasi saya untuk selalu terlihat modis,” ujar Yoyo.
Selalu terlihat chic di tiap posting-an menjadi kunci keberhasilannya menuai banyak followers. Kiprahnya tak berhenti sampai di sana. Pada tahun 2010, Yoyo mengeluarkan label fashion, Exhibit Store dan menggelar show di panggung Singapore Fashion Week 2014. Selanjutnya setiap tahun koleksinya digelar di event fashion bergengsi itu. Keahliannya merancang ia dapatkan secara otodidak, dari pengalaman sebagai pengamat mode yang trennya selalu dinamis dari waktu ke waktu. Ia menyukai rancangan dengan konsep minimalis, namun tegas.
“Merepresentasikan wanita mandiri yang percaya diri,” ujarnya. Konsep rancangan ini juga yang ia bawa ke event Singapore Pop Up Store di butik Love and Flair, Jakarta, belum lama ini. Ide rancangan untuk koleksi yang dibawa ke Jakarta ini diambil dari serial TV Game of Thrones.
“Saya mendapat inspirasi dari hal-hal yang dilihat sehari-hari, terutama saat traveling,” ungkapnya.
Ia sadar, sebagai desainer, ia juga dituntut untuk memosisikan diri sebagai seorang pebisnis. Perbenturan antara kepentingan bisnis dan idealisme itu nyata dirasakannya. Misalnya saja, untuk produk busana yang ia pasarkan di Asia Tenggara, Yoyo mempertimbangkan penggunaan bahan dan desain yang tidak membuat pemakainya kegerahan.
“Desainer harus membuat baju yang keren, tanpa melupakan bajunya juga harus nyaman dipakai,” jelas lulusan jurusan bisnis di Murdoch University Singapura ini. Selain memiliki butik offline di Singapura, Yoyo juga mengandalkan distribusi online. “Saat ini pemasaran lewat media sosial sangatlah efektif. Karena itu, saya mengandalkan pemasaran online agar bisa menjangkau hingga ke mancanegara,” ungkap wanita yang menemukan jalan kariernya berkat media sosial ini.
Tahun 2015 lalu, Yoyo dinobatkan sebagai Top 10 Best Dressed People oleh The Cut, fashion blog asal Amerika Serikat. Selain itu, ia juga dipercaya menjadi duta untuk L’Officiel Singapore Magazine. Tugasnya menghadiri dan meliput kegiatan fashion show yang berlangsung di seluruh dunia. Wanita kelahiran Macau yang berdomisili di Singapura ini semakin meneguhkan dirinya sebagai top fashion influencer lewat postingan-postingan fashion di blog pribadi www.yoyokulala.com yang ia rilis pada Mei 2016. Majalah Vogue di edisi Oktober 2016 lalu menulis profilnya sebagai top fashion influencer digital dari Singapore.
Info belanja (www.loveandflair.com) Level 4, Plaza Indonesia, Jakarta. (f)
Baca juga:
10 Kreasi Busana Pengantin ala Ivan Gunawan
Daya Tarik Lurik Lulu Lutfi Labibi
Koleksi Baru Ria Miranda, Terbuat Dari Serat Kayu Putih