
Foto: Shutterstock
Seperti apa tren modest wear 2019? Simak prediksi dari desainer dan fashion blogger berikut ini:

# Makin Sederhana
Bagi Mega Iskanti, selebgram, pemilik IG @Megaiskanti dengan jumlah follower 587 ribu ini, tampilan OOTD-nya merupakan personal style-nya sehari-hari. Dengan profesi sebagai model, ia bekerja secara mobile, berpindah dari satu lokasi foto ke lokasi foto lainnya. “Jadi, saya cenderung suka yang nyaman, gaya yang loose dan effortless, seperti blus atau kemeja dan celana jeans atau katun,” katanya.
Dengan akses informasi yang juga makin luas, Mega mengaku mendapat berbagai sumber inspirasi dari blogger dan fashion brand. “Thanks to Instagram,” katanya.
Mega juga mengaku, makin ke sini hijaber di Indonesia makin sadar akan gaya hijab yang tidak berlebihan. “Gaya hijab simpel, seperti segi empat dan pashmina, dengan material kerudung yang nyaman, dari bahan katun misalnya, masih akan terus jadi favorit," katanya. Ia juga memprediksi, warna-warna netral masih akan mendominasi tren tahun depan.
Bagi Mega, selama busana itu masih sesuai dengan norma agama, tertutup dan tidak ketat, bisa dikategorikan sebagai modest wear. Ia juga melihat tren modest wear yang dikenakan oleh wanita yang tidak berhijab. “Saya banyak menemukan orang yang tidak berhijab, tapi gayanya modest juga. Tren suit up dan brand fashion besar yang juga mengeluarkan koleksi dengan potongan loose tanda modest wear sudah menyebar,” ungkapnya.
Bagi Mega Iskanti, selebgram, pemilik IG @Megaiskanti dengan jumlah follower 587 ribu ini, tampilan OOTD-nya merupakan personal style-nya sehari-hari. Dengan profesi sebagai model, ia bekerja secara mobile, berpindah dari satu lokasi foto ke lokasi foto lainnya. “Jadi, saya cenderung suka yang nyaman, gaya yang loose dan effortless, seperti blus atau kemeja dan celana jeans atau katun,” katanya.
Dengan akses informasi yang juga makin luas, Mega mengaku mendapat berbagai sumber inspirasi dari blogger dan fashion brand. “Thanks to Instagram,” katanya.
Mega juga mengaku, makin ke sini hijaber di Indonesia makin sadar akan gaya hijab yang tidak berlebihan. “Gaya hijab simpel, seperti segi empat dan pashmina, dengan material kerudung yang nyaman, dari bahan katun misalnya, masih akan terus jadi favorit," katanya. Ia juga memprediksi, warna-warna netral masih akan mendominasi tren tahun depan.
Bagi Mega, selama busana itu masih sesuai dengan norma agama, tertutup dan tidak ketat, bisa dikategorikan sebagai modest wear. Ia juga melihat tren modest wear yang dikenakan oleh wanita yang tidak berhijab. “Saya banyak menemukan orang yang tidak berhijab, tapi gayanya modest juga. Tren suit up dan brand fashion besar yang juga mengeluarkan koleksi dengan potongan loose tanda modest wear sudah menyebar,” ungkapnya.

# Masuk Panggung Fashion Dunia
Di panggung akbar New York Fashion Week 2019, Vivi Zubedi, desainer, untuk ketiga kalinya memperagakan modest fashion. Vivi menghadirkan karya ready-to-wear-nya yang bertema Marrakech. Ia menggabungkan unsur keindahan Kota Marrakech dengan keunikan siluet wayang khas Indonesia ke dalam bentuk print.
Setelah tujuh tahun berkecimpung di industri busana muslim, Vivi menjajal pasar global dengan tidak hanya mengeluarkan koleksi abaya yang menjadi ciri khasnya, tapi juga karya lainnya, mulai dari aksesori hingga peralatan penunjang ibadah, seperti mukena dan sajadah.
“Kami memang ingin memperkenalkan modest fashion yang terjangkau harganya, namun dengan desain eksklusif yang bisa diterima pasar dunia. Ini untuk menjawab kebutuhan konsumen modest wear dalam dan luar negeri,” ungkap Vivi Zubedi, sang desainer.
Vivi melihat, saat ini modest wear makin diterima masyarakat internasional. Ini terlihat dari antusiasme tamu yang hadir menyaksikan pergelaran busananya. Hal ini membuat Vivi makin serius untuk mengembangkan produk fashion Indonesia yang berstandar internasional. “Sekarang saatnya saya fokus meningkatkan manufaktur dalam sektor fashion dan ekspor produk made in Indonesia,” katanya.
Ia pun punya strategi marketing tersendiri untuk peluncuran koleksinya kali ini. Tidak sekadar menampilkan hasil karyanya, semua koleksi sudah siap untuk dijual ke pasar. "Kami berlakukan sistem see-now-buy-now khusus pada peluncuran kali ini,” katanya.
Di panggung akbar New York Fashion Week 2019, Vivi Zubedi, desainer, untuk ketiga kalinya memperagakan modest fashion. Vivi menghadirkan karya ready-to-wear-nya yang bertema Marrakech. Ia menggabungkan unsur keindahan Kota Marrakech dengan keunikan siluet wayang khas Indonesia ke dalam bentuk print.
Setelah tujuh tahun berkecimpung di industri busana muslim, Vivi menjajal pasar global dengan tidak hanya mengeluarkan koleksi abaya yang menjadi ciri khasnya, tapi juga karya lainnya, mulai dari aksesori hingga peralatan penunjang ibadah, seperti mukena dan sajadah.
“Kami memang ingin memperkenalkan modest fashion yang terjangkau harganya, namun dengan desain eksklusif yang bisa diterima pasar dunia. Ini untuk menjawab kebutuhan konsumen modest wear dalam dan luar negeri,” ungkap Vivi Zubedi, sang desainer.
Vivi melihat, saat ini modest wear makin diterima masyarakat internasional. Ini terlihat dari antusiasme tamu yang hadir menyaksikan pergelaran busananya. Hal ini membuat Vivi makin serius untuk mengembangkan produk fashion Indonesia yang berstandar internasional. “Sekarang saatnya saya fokus meningkatkan manufaktur dalam sektor fashion dan ekspor produk made in Indonesia,” katanya.
Ia pun punya strategi marketing tersendiri untuk peluncuran koleksinya kali ini. Tidak sekadar menampilkan hasil karyanya, semua koleksi sudah siap untuk dijual ke pasar. "Kami berlakukan sistem see-now-buy-now khusus pada peluncuran kali ini,” katanya.

# Gaya Sopan Tetap Menarik dan Kian Disukai
Tren modest fashion 2019 menurut KAMI (Afina Candarini, Nadya Karina, Istafiana Candarini), lebih ke arah menyesuaikan dengan tren gaya hidup wanita muslim generasi milenial, yang sudah mulai peduli pada syariat agama. “Dan ini menjadikan modest fashion sebagai gaya hidup, khususnya dalam berpakaian,” katanya.
Menurut KAMI, secara cutting, modest wear akan lebih banyak bermain di cutting yang loose dan panjang seperti tunik. Model terusan, gamis, atau kaftan juga diprediksi akan makin disukai. “Gaya berpakaian panjang, longgar, dan sopan, tapi tetap menarik dari segi fashion, akan jadi tren. Untuk warna, akan lebih bold dari koleksi di tahun-tahun sebelumnya, meskipun tone warna earth color masih menjadi pilihan aman,” jelasnya.
Selama ini inspirasi desain KAMI cukup beragam. KAMI selalu mencoba mengeksplorasi dari hal-hal yang ada di sekitar, hal simpel yang justru terkadang menarik untuk diangkat menjadi suatu desain. Seperti koleksi Malaih, yang ditampilkan di fashion show di Korea, terinspirasi dari rutinitas di hari Minggu pagi.
“Biasanya, kita ingin bermalas-malasan di rumah, tapi tetap ingin looks good. Dari situlah terpikir untuk membuat koleksi yang lebih loose, nyaman seperti baju-baju di rumah, tapi tetap fashionable,” terangnya.
Menurut KAMI, inspirasi modest wear bisa datang dari mana saja, asal tetap pada intinya, yaitu pakaian yang sopan dan cukup tertutup. “Ini yang membedakannya dari kategori fashion lain, yang mungkin lebih luas lagi untuk modelnya dan tidak terbatas. Sementara, untuk kategori modest wear itu sendiri adalah pakaian yang modelnya hampir menutupi keseluruhan bagian tubuh. Tidak selalu harus dengan hijab, tapi model pakaiannya tertutup dan sopan, loose, dan panjang,” katanya. (f)
Menurut KAMI, secara cutting, modest wear akan lebih banyak bermain di cutting yang loose dan panjang seperti tunik. Model terusan, gamis, atau kaftan juga diprediksi akan makin disukai. “Gaya berpakaian panjang, longgar, dan sopan, tapi tetap menarik dari segi fashion, akan jadi tren. Untuk warna, akan lebih bold dari koleksi di tahun-tahun sebelumnya, meskipun tone warna earth color masih menjadi pilihan aman,” jelasnya.
Selama ini inspirasi desain KAMI cukup beragam. KAMI selalu mencoba mengeksplorasi dari hal-hal yang ada di sekitar, hal simpel yang justru terkadang menarik untuk diangkat menjadi suatu desain. Seperti koleksi Malaih, yang ditampilkan di fashion show di Korea, terinspirasi dari rutinitas di hari Minggu pagi.
“Biasanya, kita ingin bermalas-malasan di rumah, tapi tetap ingin looks good. Dari situlah terpikir untuk membuat koleksi yang lebih loose, nyaman seperti baju-baju di rumah, tapi tetap fashionable,” terangnya.
Menurut KAMI, inspirasi modest wear bisa datang dari mana saja, asal tetap pada intinya, yaitu pakaian yang sopan dan cukup tertutup. “Ini yang membedakannya dari kategori fashion lain, yang mungkin lebih luas lagi untuk modelnya dan tidak terbatas. Sementara, untuk kategori modest wear itu sendiri adalah pakaian yang modelnya hampir menutupi keseluruhan bagian tubuh. Tidak selalu harus dengan hijab, tapi model pakaiannya tertutup dan sopan, loose, dan panjang,” katanya. (f)
Faunda Liswijayanti, Febianca Putri
Baca Juga:
Ekspresikan Lewat Fashion
8 Cara Meneropong Trend Fashion
50 Desainer Indonesia Membaca Tren Fashion 2019/2020