Foto: Dok. Magnifique
Pada 4 Mei 2019, UBS, sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri emas dari Surabaya sejak 1981, menggandeng empat desainer dalam fashon show penutup rangkaian pagelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2019 bertajuk ‘Confident in Gold’. Keempat desainer tersebut, yaitu Deden Siswanto, Khanaan Shamlan, Saffana, dan Ivan Gunawan melalui lini hijabnya, Mandjha. Kehadiran Ivan Gunawan yang merupakan anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) pada pagelaran MUFFEST 2019 yang diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) ini, cukup mencuri perhatian.
Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), presentasi penutup rangkaian acara Muslim Fashion Festival 2019 dari UBS ini menggabungkan busana modest wear para desainer dengan aksesori mereka. Harapannya, dengan kolaborasi ini dapat meningkatkan kepercayaan diri para wanita muslim dalam berbusana modest wear sekaligus melengkapi busana mereka dengan aksesori emas yang elegan dan sesuai dengan gaya pribadi masing-masing.

Foto: Dok. Magnifique

Foto: Dok. Magnifique
Gaya glamor memang tak akan jauh dari Ivan Gunawan, dan kali ini nuansa kemewahan tetap terpancar melalui lini Mandjha Hijab dengan tajuk koleksi ‘Andromeda’ yang didominasi warna hitam dan emas. Kali ini Ivan juga melansir beberapa potong busana pria dengan aksen bordir dan payet yang tampak regal, sementara aksen ruffles dan draperi menjadi aksen yang pas dan tidak berlebihan pada koleksi modest wearnya yang tentunya ditunjang dengan adanya aksesori emas dari UBS Gold.

Foto: Dok. Magnifique

Foto: Dok. Magnifique
Pagelaran ditutup dengan presentasi dari Saffana. Sebuah koleksi yang mengandalkan material kain berpayet buatan pabrik yang sayangnya belum maksimal dalam pengolahannya, terlebih dengan permainan draperi dan fit yang kurang presisi, dan aksen statement accessories bernuansa Bohemian yang dilengkapi turban besar yang semakin menambah keriuhan pada tiap tampilan koleksi yang berwarna putih, abu, dan icy blue ini.
Perbedaan jam terbang antar desainer nampak menonjol pada pagelaran ini yang membuat presentasi tampak anti-klimaks. Namun, hal ini menandakan adanya peluang besar bagi pelaku-pelaku baru di industri modest wear untuk terus tumbuh dan berkembang dengan belajar mengacu pada kepiawaian para senior dalam kerapihan mengolah bahan, garis rancang, penguatan benang merah dalam koleksi, dan padu padan presentasi koleksinya, sehingga koleksi yang disajikan di masa mendatang akan semakin matang dan dapat bersaing di tingkat internasional seperti visi dari Indonesia Fashion Chamber, penyelenggara MUFFEST 2019, untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia, bermula dari modest wear. (f)
Baca Juga:
MET Gala ‘Camp: Notes on Fashion’, Pagelaran Mode Terbesar (dan ter-nyeleneh) di Tahun 2019
Fashion Rhapsody, Pagelaran untuk Alam dan Charity