
Foto: Dok. Akun Youtube Resmi Balmain
Situasi pandemi yang masih buruk di berbagai belahan dunia saat ini memaksa berbagai presentasi mode terhenti. Termasuk presentasi adibusana di Paris yang tersohor dan terselenggara dua kali dalam setahun.
Sebagai salah satu peraturan untuk memegang lisensi dagang ‘haute couture’ dari asosiasi adibusana Perancis atau Chambre Syndicale De La Haute Couture, pemegang lisensi harus tetap mempresentasikannya setiap musim dengan berbagai ketentuan lainnya. Hal ini tentunya memaksa para perancang dan rumah mode ini untuk berpikir kreatif dalam mempertahankan nama besar Haute Couture di label mereka.
Ada berbagai cara yang ditempuh oleh para direktur kreatif dalam mempresentasikan koleksi adi busana Autumn-Winter 2020/2021 ini. Olivier Rousteing sebagai direktur kreatif rumah mode Balmain tetap menyelenggarakan presentasi secara fisik. Presentasi yang juga sekaligus merayakan 75 tahun berdirinya rumah mode itu dilakukannya dengan jaga jarak diantara peragaan, dan tamu undangan. Caranya? Rousteing menggelar presentasi retrospektif busana koleksi Balmain dari tahun ke tahun di atas sebuah kapal yang berlayar di sungai Seine, Paris. Sayangnya tidak tampak efektif mengingat keterbatasan ruang pengambilan gambar.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Akun Youtube Resmi Valentino
Memang tidak mudah beralih menjadi digital. Dolce & Gabbana Alta Moda tetap menggelar presentasi koleksi adibusana dengan banyak model, selayaknya presentasi show biasa dengan koreografi panggung. Semua ditampilkannya melalui video.
Perancang mode Alexis Mabille pun memilih melakukan hal yang sama, bedanya rumah mode ini membuat set panggung bernuansa pink. Bentuk video digital pun berbagai macam bentuknya, rumah mode legendaris Christian Dior di bawah arahan Maria Grazia Chiuri menggunakan presentasi dalam bentuk film pendek. Jalan cerita jelas dengan permainan lokasi dan gambaran karakter, menjadikan presentasi haute couture Dior musim ini sangat menarik.
Rumah mode legendaris lainnya seperti Valentino dan Chanel serta perancang mode Giambatista Valli memilih jenis presentasi dengan fashion video. Dimana seluruh koleksi ditampilkan dengan tampilan artistik. Chanel, di bawah pimpinan kreatif Viginie Viard, senada dengan Giambatista Valli yang menampilkan busana dikenakan model di dalam studio.
Valentino tampil sedikit berbeda. Meski bukan presentasi besar, namun dari rumah mode yang melansir video mode, Valentino tampak paling niat. Menghadirkan sekitar 10 model, video presentasi yang dikemas total sepanjang 12 menit ini dipersembahkan direktur kreatif Valentino, Pier Paolo Piccioli hasil kolaborasinya dengan fotografer dari Inggris, Nick Knight.
Semua gaun dikemasnya panjang menjulang dengan siluet A-Line yang dieksekusi sempurna, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan pada pagelaran biasa karena akan mengganggu jalannya sang model di runway.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Akun Youtube Resmi Margiela
Merasa tak cukup dengan sekadar video mode, couturier Tiongkok, Guo Pei, menambahkan sesi wawancara dan penjelasan koleksinya di awal presentasi. Setelahnya baru dilanjutkan dengan video mode di studio yang disusun secara artistik.
Sementara duo perancang mode adibusana dari Belanda, Viktor Horsting dan Rolf Snoeren, menggunakan sistem show digital seperti Alexis Mabille yang ditambah dengan penjelasan kedua perancang pada tiap look yang dipresentasikan. Unik!
Rumah mode Schiaparelli, kini dibawah arahan Daniel Roseberry yang masih berusia 33 tahun juga cukup menarik untuk disimak. Pasalnya, presentasi Schiaparelli musim ini hanya dalam bentuk ilustrasi saja, tanpa model sama sekali. Pendekatan yang sesuai untuk rumah mode Elsa Schiaparelli yang kerap berkolaborasi dengan para seniman-seniman surrealis di masanya. Hal serupa juga ditempuh rumah mode Ralph & Russo yang menggunakan model buatan grafis komputer. Canggih dan breaking boundaries.
Dari semua presentasi haute couture musim ini, mungkin presentasi dari rumah mode Margiela menjadi yang paling penting untuk disimak. Semenjak John Galliano ditahbiskan sebagai direktur kreatif pada 2014, rumah mode Martin Margiela yang dikenal misterius dan tertutup ini perlahan membuka diri terhadap kamera. Sebelumnya, nyaris tidak ada yang pernah tahu siapa gerangan direktur kreatif Margiela.
John Galliano melakukan proses kreatifnya untuk koleksi Maison Margiela Artisanal musim ini selama pandemi terjadi yang diabadikan dengan bantuan Nick Knight. Mulai dari footage rapat virtual dan situasi di rumah produksi pun kemudian ditayangkan sebagai film berdurasi hampir satu jam, yang mengulik dengan detail proses riset, pencarian referensi, hingga akhirnya menjadi potongan baju, fitting ke model, dan pengambilan gambar akhir. Sesuatu yang amat penting untuk disimak, terutama bagi para siswa sekolah mode. (f)
Baca Juga
Power Dressing di Masa New Normal
Loungewear, Baju Rumah Naik Kelas
Masker Adibusana Adrian Gan