
Foto: Dok. Freepik
Kondisi terkini memang membuat Anda perlu menyesuaikan diri, mulai dari cara bersosialisasi, menjaga kebersihan, hingga cara berpakaian. Adaptasi yang paling terlihat adalah pakaian ke kantor. Setelah beberapa moda transportasi umum mewajibkan penumpang menggunakan baju lengan panjang, kini pilihan busana yang ‘harus’ gampang dicuci pun menjadi pertimbangan utama karena jika keluar rumah, maka otomatis baju masuk keranjang cucian sesampai di rumah. Berpakaian di masa new normal benar-benar mencari kepraktisan. Termasuk baju ke kantor.
Sebagai panduan gaya hidup wanita masa kini, Femina aware terhadap permasalahan ini. Karena itu pada sesi Instagram, Kamis, 23 Juli 2020, Femina membahas perihal busana ke kantor yang beradaptasi dengan situasi #NewNormal saat ini dengan Pemred Femina, Petty S Fatimah. Seperti apa pembahasannya?
#NewNormal, New Style
Sudah mulai #WFO (work from office)? Anda butuh penyesuaian. Bila biasanya Anda tampil mengenakan blazer atau power suit lain dan highheels. Kini mungkin Anda butuh penyesuaian diri. Selain kegiatan resmi bisnis masih relatif sedikit, kita pun perlu mengantisipasi kepraktisan dan keamanan karena bertransportasi umum.
Ada baiknya kita menyimpan sepasang sepatu heels dan satu blazer warna netral di kantor. Ini akan membuat Anda dapat bersiap lebih mudah dan praktis. Pilihan lain, tinggalkan dulu blazer di rumah, pilih kemeja, blouse dan dress berpotongan tegas dalam warna netral yang ‘luwes’ untuk semua jenis acara kantor. Celana panjang lurus atau sedikit longgar juga pilihan yang baik di masa ini.
Tapi new normal atau bukan busana ke kantor tetap bersyarat sama: sesuai dengan aturan di kantor Anda, sesuai dengan industri dimana Anda bekerja dan sesuai dengan lingkungan Anda berada saat itu. “Berpakaian baik dan sesuai tempat adalah bentuk profesionalisme kita juga dan penghargaan pada pekerjaan kita dan orang-orang yang akan kita temui,” Kata Petty.
Untuk lebih menarik, aksesori selalu menjadi solusi. Pilih aksesori yang simple, berukuran kecil dan mudah dibersihkan dengan disinfektan. Saran Petty, cukup kenakan 3 aksesori pada saat yang bersamaan, jam tangan-anting-kalung atau jam tangan-anting-bros. Ini adalah formula klasik untuk tampil gaya namun tidak berlebihan.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Freepik
Bagi kita yang masih menjalani Work From Home, memang new normal seakan tidak terlalu berdampak terhadap tampilan sehari-hari. Malah kita cenderung dapat dengan nyaman mengenakan loungewear seharian. Tapi penting diingat, panggilan meeting virtual bisa terjadi sewaktu-waktu. Atau kebutuhan untuk live di media sosial bagi para content creator? Ini perlu adaptasi berpakaian. Ingat, meski #DiRumahSaja, ada image dan representasi yang tetap perlu dijaga dalam lingkungan professional atau pekerjaan.
Sebagai seorang sosok wanita karier dengan berbagai kesibukan, Petty S Fatimah segera melakukan kurasi untuk urusan kerja dari rumah ini. Ia menyeleksi bermacam atasan berupa kemeja, blouse, blazer, outer yang dirasanya dapat Ia kenakan dan manfaatkan untuk keperluan tampil di rapat virtual penting ataupun sesi live di Femina. Dengan pilihan yang sudah terpampang nyata, proses padu padan pun menjadi lebih mudah.
Istilahnya waist-up dressing alias fokus pada penampilan dari pinggang ke atas. Jadi kita pun bisa mengakali baju rumah menjadi baju kantor yang rapi. Meski mengenakan loungewear yang nyaman ataupun kaus, kita bisa melapisinya dengan blazer berstruktur tegas dalam warna gelap atau netral untuk menyulap tampilan lebih professional. Pastikan atasan atau baju dalam yang Anda pakai terlalu ramai motif atau bermodel terbuka. Kesan sopan dan representable adalah kunci penampilan pada meeting virtual.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Freepik
Riasan natural tapi ‘megang’
Pada teori power dressing, penampilan seseorang akan menciptakan kesan tertentu bagi orang lain (kini, online maupun off-line). Tak hanya busana, riasan pun perlu menjadi perhatian. Bagi Petty S Fatimah, riasan juga menjadi bagian dari power dressing itu sendiri.
Tak perlu bulu mata berlapis-lapis, tapi pastikan alis tertata rapi. Anda juga dapat menggunakan browcara yang mampu merapikan alis dalam sekejap. Gunakan blush tipis untuk memberi rona pada wajah agar tampak segar dan tidak tampak pucat di kamera, apalagi bila mengenakan ring light.
Untuk rapat virtual, Anda perlu memulas lipstick warna segar. Untuk pertemuan tatap muka yang terhalang masker, pastikan riasan mata menawan. Jangan lupakan tatanan rambut, ya! Tak perlu ribet, cukup sisir rapih atau ikat ala buntut kuda. Sederhana tapi rapih, itu kuncinya!
Mainkan aksesori
Kembali lagi aksesori memiliki peran penting dalam tampilan Anda di depan kamera. Berhubung Anda tidak mengenakan baju kerja sebagaimana mestinya, aksesori yang tepat dapat menjadi finishing touch yang baik. Saatnya mainkan kalung dan scarf untuk memberi fokus pada area wajah. Jepit rambut yang sederhana dapat menjadi opsi, selain rambut tertata rapih, aksen manis pun menjadi penyemangat presentasi virtual Anda.
Attitude, Paling penting
Petty S Fatimah mengakui bahwa attitude atau cara kita bersikap juga merupakan bagian dari power dressing yang kerap terlupakan. Tidak hanya saat bertatap muka secara langsung, bersikap professional, fokus dan serius juga perlu ditunjukkan pada tatap muka secara virtual. Biasanya, setelah mengenakan ‘busana perang’, cara Anda bersikap akan otomatis menyesuaikan. Sudah saatnya kita memberi perhatian pada semua sikap dan perilaku kita saat bertemu virtual. Jika new normal memang akan menjadi permanen dengan segala perubahannya, maka kita pun perlu menyesuaikan diri. New normal, new you! (f)
Baca Juga
Loungewear, Baju Rumah Naik Kelas
Masker Adibusana Adrian Gan
Presentasi Dior Couture F/W 2020-2021 Dalam Bentuk Video