
Foto: Dok. GCM Group
Tak terasa perhelatan mode akbar Jakarta Fashion Week telah memasuki hari kelima.
Acara yang berlangsung di Fashion Tent, Fashion Atrium, dan Fashionlink Senayan City ini tampak semakin padat dengan pengunjung di akhir pekan.
Area Fashion Tent didominasi dengan presentasi para desainer tanah air yang telah terkurasi kualitas koleksi dan kemampuan dalam mengelola bisnis sandang mereka.
Tersebutlah nama Monday to Sunday, Andhita Siswandi, Rani Hatta, Lekat, Day and Night, Pvra, dan Cotton Ink Studio yang berkolaborasi bersama Rama Dauhan, sebagai jajaran para desainer dan label yang menaruhkan nama besar mereka sebagai pemain lama di generasi baru pada presentasi hari kelima.
Koleksi Monday to Sunday mengadaptasi gaya kelasi dengan nuansa maritim yang disulap menjadi playful. permainan volume dan proporsi yang unik dengan sukses dieksekusi oleh tim yang dikepalai Matsuzaka Mellyun dan Dita Addlecoat dengan tetap menjaga identitas label mereka yang bermain pada potongan busana siap pakai.
Sementara itu, Cotton Ink Studio menggandeng Rama Dauhan. Menciptakan serangkaian busana siap pakai premium dengan permainan drappery khas Rama yang bermain dengan proporsi dalam rona warna pucat.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.

Foto: Dok. GCM Group
Day and Night, label besutan Yelly Lumentu, masih nyaman dengan permainan monokromatik yang dieksekusinya dengan baik. Potongan busana siap pakai yang cocok digunakan sepanjang hari, ditampilkan dengan finishing dan kerapihan eksekusi yang mumpuni. Selain nyaman, desain Day and Night juga tampak elegan dalam keseharian.
Ada sesuatu yang spesial pada presentasi Pvra kali ini. Label alas kaki eklektik dengan fine craftmanship yang nyata pada aplikasi payet dan pengolahan bahan baku kulitnya, kali ini juga menampilkan tas pada presentasinya. Tampil dalam permainan kombinasi tiga warna, forest green, orange, dan khakis, sandal dan tas dari Pvra dapat diprediksi akan segera menjadi must have item para pecinta alas kaki dan tas dalam negeri.
Lekat menampilkan serangkaian busana siap pakai yang diimbuhi permainan print, terinspirasi dari karya Henry Matisse, salah satu maestro seni modern dari Perancis. Padu padan yang kurang tepat menjadikan para model tampak besar, sementara paduan two piece senada dengan motif bunga tampil menyerupai baju tidur. Ada dua gaun unik yang tampil menggunakan material hasil pewarnaan dengan teknik uap. Sayangnya kemunculan dua gaun ini justru menjadi anomali diantara tampilan lain pada presentasi koleksi musim panas 2020 Lekat.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. GCM Group
Rani Hatta tampil dengan busana gender bender yang maskulin. Potongan tailoring pria yang diterapkan pada baik busana pria ataupun wanita yang ditampilkan, dapat dikatakan telah dieksekusi dengan baik. Permainan warna netral klasik yang mudah dipadu padankan tampil polos tanpa adanya aksen yang dipaksakan, sebuah penyegaran ditengah presentasi mode yang penuh gimmick baik dari segi desain ataupun presentasinya.
Sayangnya, presentasi busana sehari-hari siap pakai ditutup dengan kemunculan penggunaan kaca mata renang yang dipagukan dengan busana sehari-hari, sesuatu yang tampak dipaksakan dan cukup menggangu fokus dari koleksi yang telah dibangun dengan baik.
Sayangnya, presentasi busana sehari-hari siap pakai ditutup dengan kemunculan penggunaan kaca mata renang yang dipagukan dengan busana sehari-hari, sesuatu yang tampak dipaksakan dan cukup menggangu fokus dari koleksi yang telah dibangun dengan baik.
Bateeq menampilkan busana modifikasi batik modern. dituangkan pada warna cerah dan biru laut serta putih dalam potongan urban yang memudahkan bergerak. pemilihan corak warna dan motif yang tampil mengikuti tren pemain lain di bidang modernisasi batik kontemporer, membuat koleksi presentasi Bateeq tidak menyuguhkan sesuatu yang baru, selain kemampuannya untuk memproduksi dalam partai besar dan memasarkannya dengan harga lebih murah.
Andhita Siswandi terinspirasi dari para wanita disekelilingnya beserta cerita lika-liku kehidupan mereka yang dituangkan dengan teknik faux wrap, ruffles, dan permainan pola rumit pada busana siap pakai dengan mengkombinasikan material yang kontras dalam segi tekstur. Warna-warna muted dipilih Andhita untuk menceritakan kembali kisah para wanita Andhita.
Rancangan yang tampak urban dan fungsional, sayangnya tampak terburu-buru pada eksekusinya, sehingga kerapihan dan presisi, yang menjadi amat penting pada busana siap pakai, seakan terabaikan oleh tim besutan ibu dari tiga anak ini.
Rancangan yang tampak urban dan fungsional, sayangnya tampak terburu-buru pada eksekusinya, sehingga kerapihan dan presisi, yang menjadi amat penting pada busana siap pakai, seakan terabaikan oleh tim besutan ibu dari tiga anak ini.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.

Foto: Dok. GCM Group
Pada hari kelima pagelaran Jakarta Fashion Week 2020, wardah turut melansir lini rias wajah terbaru mereka, Instaperfect by Wardah. Presentasi Instaperfect by wardah pun kembali menggandeng para perancang mode kesayangan Wardah. Mereka adalah Zaskia Sungkar, IKYK, Restu Anggraini, dan Barli Asmara.
IKYK masih bermain dengan pleats dan proporsi outer di presentasi ketiganya minggu ini. Setelah tampil memukau pada presentasi hari keempat, IKYK menampilkan busana yang sayangnya tampak kusut dan terbuat dari material yang seharusnya dapat lebih baik lagi. Ada baiknya, tim IKYK lebih selektif dan memfokuskan diri pada satu koleksi per musimnya, untuk tetap menjaga kualitas busana yang akan di tampilkan pada para penggemar setianya.
Zaskia Sungkar menampilkan serangkaian modest wear siap pakai, dengan memadukan berbagai material yang berbeda. Denim, tulle, dan material yang di print dengan grafik bercorak kubisme, tampil saling tabrak pada presentasi Zaskia.
Pemilihan denim dengan desain yang tak banyak berbeda dengan yang telah ada di pasaran, ataupun tanpa adanya proses terlebih dahulu, membuat material denim yang ditampilkan tampak kurang hidup diatas panggung. Meski demikian, kemampuan dan effort tim dari Zaskia untuk mengeksekusi tiap potong dengan rapi dan teknik yang lebih diperhatikan patut diapresiasi dengan baik.
Pemilihan denim dengan desain yang tak banyak berbeda dengan yang telah ada di pasaran, ataupun tanpa adanya proses terlebih dahulu, membuat material denim yang ditampilkan tampak kurang hidup diatas panggung. Meski demikian, kemampuan dan effort tim dari Zaskia untuk mengeksekusi tiap potong dengan rapi dan teknik yang lebih diperhatikan patut diapresiasi dengan baik.
Ada apa dengan Barli Asmara? Pada presentasi keduanya minggu ini, Barli kembali bermain dengan material lace dan tulle yang dilapis dengan brokat tipis berhiaskan payet. Sayangnya, dapat dikatakan seluruh busana tampil melenceng baik dari proporsi, komposisi, maupun kerapihan finishing dan detail rancangan ataupun jahitan yang ditampilkan.
Rangkaian busana yang mengadaptasi Sari India dalam warna pastel dan pucat ini tampak kurang terkonsep dan terburu-buru dalam eksekusinya. Barli yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia, seharusnya mampu mengeksekusi rancangan dengan material, presisi, maupun konsep desain yang lebih matang.
Rangkaian busana yang mengadaptasi Sari India dalam warna pastel dan pucat ini tampak kurang terkonsep dan terburu-buru dalam eksekusinya. Barli yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia, seharusnya mampu mengeksekusi rancangan dengan material, presisi, maupun konsep desain yang lebih matang.
Restu Anggraini melalui label Etu miliknya juga kembali melakukan presentasi keduanya minggu ini. Dan kali ini koleksi dan presentasi Etu patut diapresiasi dengan amat baik. Tampilan preppy romantic dengan sentuhan pita feminin dengan pola potong rumit menjadi detail manis pada beberapa tampilan.
Sematan bros dan payet aksesori yang ditata rapi meningkatkan kemewahan tampilan yang dieksekusi dengan baik. Tailoring yang dikombinasi dengan permainan volume, tampil menawan saat dikemas dalam warma earthy tone yang memberi kesan klasik dan timeless.
Sematan bros dan payet aksesori yang ditata rapi meningkatkan kemewahan tampilan yang dieksekusi dengan baik. Tailoring yang dikombinasi dengan permainan volume, tampil menawan saat dikemas dalam warma earthy tone yang memberi kesan klasik dan timeless.
Pagelaran mode akbar Jakarta Fashion week 2020 masih berlangsung hingga tanggal 28 Oktober 2019 di Senayan City Jakarta. (f)
Baca Juga
Ulasan Mode Femina Untuk Jakarta Fashion Week 2020 Hari Pertama
Kiprah Desainer Muda di Jakarta Fashion Week 2020 Hari Kedua
Yang Melegenda dan Yang Muda, Ulasan Mode Femina Untuk Jakarta Fashion Week 2020 Hari Ketiga
Gema Nama Besar Desainer Muda, Ulasan Femina Untuk Pagelaran Jakarta Fashion Week 2020 Hari Keempat.
Ulasan Mode Femina Untuk Jakarta Fashion Week 2020 Hari Pertama
Kiprah Desainer Muda di Jakarta Fashion Week 2020 Hari Kedua
Yang Melegenda dan Yang Muda, Ulasan Mode Femina Untuk Jakarta Fashion Week 2020 Hari Ketiga
Gema Nama Besar Desainer Muda, Ulasan Femina Untuk Pagelaran Jakarta Fashion Week 2020 Hari Keempat.