Foto: Dok. Asia Pacific Rayon

Meskipun kecil, namun para wirausaha UKM tidak bisa dipandang sebelah mata untuk menggerakkan ekonomi nasional. Data BPS tentang produk industri mikro kecil pada tahun 2018, mencatat  jumlah industri tekstil mikro dan kecil sebanyak 261.524 unit, sementara jumlah perusahaan pakaian jadi  skala mikro dan kecil sebanyak 569.745 unit.
 
Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan total UMKM untuk seluruh industri saat ini mencapai 64.2 juta unit dengan menyerap tenaga kerja 120,6 juta orang. Kementerian Perindustrian menyebutkan jumlah IKM (Industri Kecil dan Menengah) yang terlibat dalam industri TPT Indonesia berjumlah lebih dari 500.000, terdiri atas segmen tengah (weaving, knitting, dyeing, printing, finishing) sebanyak 131.000 unit dan garmen 407.000 unit.
 
Sementara itu sektor usaha tekstil dan busana siap pakai mengalami penurunan drastis akibat banyak perusahaan hilir berhenti beroperasi. Utilisasi kapasitas perusahaan-perusahaan tekstil terpuruk ke sekitar 10% hingga 20%. Jadi tidak bisa dipungkiri UKM dan IKM adalah si kecil yang besar yang bisa digerakkan untuk memutar lagi roda perekonomian Negara
 
Pendapat ini mengemuka pada Webinar Everything Indonesia bertajuk  “Strategi UKM di Masa Pandemi” yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Rayon (APR) sebagai produsen terbesar serat viscose rayon dari Indonesia. Acara yang belangsung pada 23 Juli lalu itu dan didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan juga Wanita Wirausaha Femina merupakan upaya pengayaan sekaligus penyemangat dan  usaha menawarkan solusi untuk para pelaku industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor mode saat ini.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.
 
 

Foto: Dok. Freepik
 
Industri Butuh Dukungan UKM

Meski secara satuan tergolong industri kecil, namun UKM dan IKM berperan vital terhadap performa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tanah air secara keseluruhan, bahkan sebelum pandemi terjadi.

Tentu saja untuk dapat beroperasi maksimal dan menjadi pilar kokoh industri, UKM yang ada saat ini perlu pendampingan dan inkubasi bisnis secara mendasar. Disitulah peran pemerintah, industri dan asosiasi sebagai regulator maupun fasilitator. Salah satu yang sangat krusial saat ini adalah pemasaran melalui daring, karena hilangnya kesempatan-kesempatan untuk melakukan penjualan secara langsung baik melalui gerai maupun berbagai pameran.

Mengutip pidato Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Bapak Teten Masduki ada acara ini, “Tahun lalu nilai ekspor sektor ini mencapai hampir $13 miliar, dengan pandemi ini dapat diharapkan para pelaku UMKM bidang fashion juga siap melakukan perubahan dan inovasi salah satunya dengan memanfaatkan platform digital atau daring”.

Kemenkop dan Kementerian Perindustrian, juga mengusahakan adanya maksimalisasi penggunaan bahan baku dalam negeri sebagaimana diinstruksikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu Salah satunya ditandai dengan gerakan #BanggaBuatanIndonesia dan #SemuanyaAdaDisini. diharapkan agar sektor usaha kecil dan menengah dapat berdikari dan saling dukung untuk produksi dalam negeri.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.

 
 
 
Foto: Dok. Freepik
 
Industri & Pemerintah Mendukung UKM

Pujian dan dorongan semangat untuk para pengusaha kecil tapi besar dampaknya ini datang dari Gati Wibawaningsih, Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka - Kementerian Perindustrian R.I. “Teman-teman UKM cukup cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada saat ini. Misalnya memproduksi keperluan yang sangat dicari saat ini dari masker hingga APD non medis. Penjualan via marketplace meningkat hingga 300%,” ungkap Gati. (lihat artikel Cerita Usaha Indische, Sare Studio dan Tepa Selira Berinovasi di Masa Pendemi)

Gati menegaskan bahwa pada masa pandemi ini, pemerintah bertindak sebagai fasilitator. Berbagai program bimbingan, fasilitas promosi online, serta kampanye penggunaaan produk lokal #SemuanyaAdaDisini menjadi pendamping bagi para wirausaha dan menjadi penguatan bagi keberadaaan mereka dalam rantai ekonomi.  

Salah satu contoh adalah pembinaan UKM dan IKM bidang tekstil dan mode dengan program cicilan pinjaman modal selama 6 bulan untuk pembelian mesin tekstil baru untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. 

Ide menarik datang dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang segera mendirikan sentra tekstil yang secara perdana akan diresmikan di Bandung bulan Agustus mendatang. Dan setelahnya akan dikembangkan di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Seperti disampaikan oleh Ketua API Jemmy Kartiwa, pada sentra tekstil ini API akan menyediakan kain dengan harga grosiran (bulk) namun dapat dibeli  dengan partai kecil, per meter.  Sebuah usaha yang diharapkan dapat mempermudah UKM untuk memperoleh bahan baku bermutu dalam harga terjangkau.

"Sebagai pemasok viscose dan rayon, kami selalu menanyakan kepada para UKM dan rekanan produsen tekstil dari API apa yang dibutuhkan. Kami di APR berusaha memfasilitasinya, karena ingin mendukung industri ini agar cepat bangkit dari hulu ke hilir.  Industri kami ada di hulu, tapi jika industri di hilirnya bergerak, maka industri kami akan bergerak. Demikian pula sebaliknya. Dengan demikian UKM ini penting posisinya karena walaupun kecil-kecil, jumlahnya banyak,” papar Basrie Kamba, Direktur APR.

Tentang UKM dan IKM binaan pemerintah, data Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin sangat menarik. Hingga 21 Juli 2020, tercatat jumlah pendaftar program binaan #SemuanyaAdaDisini mencapai 3.872 unit usaha kecil dan menengah. “Banyak insentif untuk unit usaha binaan ini seperti fasilitas untuk pendaftaran merk dagang, sertifikasi halal, SNI, pembekalan mengenai branding, potongan harga untuk pembelian mesin produksi, bantuan dalam membuat aset digital pada marketplace, media sosial, dan bantuan bahan baku untuk industri kecil,” papar Gati Wibawaningsih.

“Memang tidak ada forum diskusi asosiasi UKM dengan pihak kementerian secara formal. Namun para UKM yang mengalami kesulitan dan kendala ataupun membutuhkan bantuan, silahkan menghubungi kami,” tutup Gati Wibawaningsih pada webinar pagi hari itu.  Pendaftaran binaan dilakukan melalui situs http://esmartikm.id/. Informasi kegiatan, bisa diakses melalui Instagram @ditjenikma.

“Kami berharap semangat everything Indonesia dan #BanggaBuatanIndonesia ini dapat menjadi penggerak bagi UKM untuk terus berkarya dan berkolaborasi dalam menciptakan produk-produk unggulan asli dari Indonesia,” tutup Direktur Asia Pacific Rayon, Basrie Kamba. (f)
 



Baca Juga

Show Must Goes On, Siasat Para Couturier Hadapi COVID
Power Dressing di Masa New Normal
Loungewear, Baju Rumah Naik Kelas