Foto: Dok. Vogue

Milan termasuk salah satu kota mode di Eropa yang terkena dampak paling besar dari COVID-19, mengingat merebaknya COVID di Eropa juga bermula pada penghujung pagelaran Milan Fashion Week awal tahun ini. Setelah itu Milan ditutup sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid.

Kini Milan sudah perlahan mencoba bangkit dari keterpurukan. Milan Fashion Week Spring Summer 2021 tengah berlangsung. Para perancang mencoba menggali kreativitas untuk presentasi yang aman namun tetap berfungsi maksimal sebagai media promosi koleksi musim semi dan panas tahun mendatang. Brand–brand besar seperti Moschino, Dolce & Gabbana, dan Prada berlomba menampilkan presentasi terbaiknya di tengah keprihatinan dunia.
 
Marionette ala Moschino

Mungkin cuma Moschino yang mampu menyelenggarakan presentasi ditengah pandemi dengan hadirnya jajaran front rowers seperti Anna Wintour, Hamish Bowles, Nina Garcia, dan Edward Enninful. Tapi para pesohor mode itu tentu saja tidak hadir secara fisik. Uniknya, bekerja sama dengan toko pembuat boneka milik Jim Henson, pencipta The Muppets, Moschino menghadirkan model dan para tamu dalam bentuk boneka tali (Marionette) yang mengenakan rancangan Moschino untuk musim semi dan panas 2021.

Sebanyak 40 rancangan yang membalut tubuh boneka marionette setinggi 30 Inci itu dikemas menjadi sebuah film presentasi pendek berdurasi 9 menit dengan tajuk ‘No String Attached’ yang disiarkan melalui laman Instagram dan Youtube resmi Moschino. Unik! Film mode yang di rekam selama 3 hari ini pun menjadi tonggak baru dalam sejarah presentasi mode dalam bentuk digital di era pandemi.

Presentasi kolaborasi dengan Jim Henson sebenarnya bukan yang pertama kalinya bagi Jeremy Scott, direktur kreatif Moschino itu.  Keduanya telah melakukan kolaborasi saat Jeremy Scott merancang gaun Miss Piggy pada film The Muppets tahun 2011.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 

Foto: Dok. Vogue

Genggaman Hati Raf Simon di Prada

 Milan Fashion Week untuk koleksi Spring Summer 2021 juga merupakan lembaran baru untuk dua nama besar di industri mode, Raf Simons dan Prada. Sejak April 2020, Raf Simons bergabung sebagai co-creative director di rumah mode legendaris asal Italia, Prada. Dan presentasi musim semi-panas ini menjadi presentasi pertamanya.

Pada presentasi yang dikemas dalam ruangan bernuansa kuning dengan puluhan kamera beserta layar yang mengikuti pergerakan model, presentasi perdana Miuccia Prada bersama Raf Simons untuk Prada ini ditayangkan melalui laman Instagram dan Youtube Prada, dilanjutkan dengan dialog keduanya membahas presentasi tersebut.

Selaku direktur kreatif sekaligus cucu dari pendiri Prada, Miuccia mengungkapkan tiga misi utama presentasinya musim ini bersama Raf Simons: menunjukkan kedekatan dunia digital dengan kehidupan, presentasi yang merata dan tampak lebih jelas bagi seluruh penggemar Prada, serta nilai sustainability dan inklusivitas yang dijunjung tinggi.

Kembalinya polkadot baik dalam bentuk motif cetak ataupun cut out dan maksimalisasi logo segitiga Prada yang ikonik menjadi tajuk utama pada presentasi 40 busana itu. Bermain dalam siluet lurus tanpa payet ataupun detail rumit, Miuccia dan Simons sepakat bahwa pada masa pandemi ini kreativitas harus berjalan selaras dengan sisi fungsional sebuah busana.

Ada yang unik pada presetasi kali ini. Hampir semua model tampil dengan mencengkeram busana luaran mereka pada bagian dada. Gestur ini pun bukanlah sebuah ‘bahasa tubuh’ baru. Sebelumnya cengraman busana di  dada ini yang pernah mewarnai panggung presentasi Prada untuk koleksi musim semi 1991 dan presentasi perpisahan Raf Simons pada rumah mode Jil Sander (yang merupakan bagian dari Prada Group) pada musim gugur 2012. Semuanya bagai sebuah siklus sekaligus nostalgia penandanya perjalanan baru Raf Simons bersama Prada Group.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 

Foto: Dok. Vogue

Tabrak Motif Dolce & Gabbana
Lain dengan Moschino dan Prada, Dolce & Gabbana tetap mempresentasikan koleksi baru musim ini di hadapan para tamu secara langsung, tentu dengan jarak aman antara hadirin. Dolce & Gabbana nampaknya tetap ingin mempertahankan ciri khas rumah mode dengan menggelar pagelaran fisik, lengkap dengan penonton yang cukup banyak.

Untuk koleksi ini Dolce & Gabbana kembali pada akar budaya mereka dari Pulau Sisilia. Budaya mediterania yang mendapat pengaruh budaya dari timur tengah, Spanyol, dan Perancis. Ide ini dikemas dalam teknik patchwork tabrak motif dan warna yang segar. Teknik patchwork serupa sesungguhnya sudah pernah mereka kerjakan pada tahun 1993. Tagar ‘#DGSicilianPatchwork’ pun digaungkan oleh duo desainer Domenico Dolce dan Steffano Gabbana ini.

Koleksinya terbilang unik dengan hembusan gaya 80an-90an dengan berupa siluet kotak dengan pundak tegas dan tabrak warna. Padu padannya tetap terlihat chic meski memang tampak ramai. Mendapatkan tanggapan positif dari para pecinta mode, keseluruhan 98 total tampilan ini, seakan menjadi angin segar dan semangat baru di masa pandemi yang terasa menekan. (f)
 


 
Baca Juga

Pengganti Karl Lagerfeld di Fendi
Perancang Barli Asmara Tutup Usia
#BlanjaLokal Koleksi Desainer Lokal Spring Summer 2020