Foto: Dok. Andreas Odang

“Make noise with your creation,” buka Andreas Odang saat menjelaskan tujuannya melansir koleksi adibusana dikala pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berarkhir. Andreas Odang menolak menyerah dan menghilang ditelan pandemi. Tak hanya bisnis yang harus terus berjalan, Ia pun membawahi banyak perajin yang juga harus terus dikaryakan.

Di saat rekan-rekan sejawatnya beralih memproduksi masker premium, Andreas Odang merasa merancang adibusana tetaplah passion di hatinya. Namun ketetapan hatinya ini bukanlah tanpa tantangan. Kali ini Odang tidak terbelenggu oleh batas tenggat waktu, justru para pemasok yang terpaksa menghentikan kegiatan operasional dimasa pandemilah yang menjadi kendala bagi Anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini dalam berkarya.

“Ada satu gaun yang menggunakan total material 32 meter sebagai aplikasi berbentuk pita disepanjang gaun. Namun ditengah pengerjaan, pemasok kain terpaksa menutup gerainya. Hampir saja bagian belakang gaun tidak dapat terselesaikan akibat kurangnya material,” Cerita Odang mengengang pengerjaan koleksi yang terdiri dari 15 gaun premium dan 3 tampilan pengantin ini.

Kali ini Andreas Odang sedikit memberikan sentuhan androgyny pada rancangannya melalui penerapan pola tailoring. Tampilan pengantin yang dikemas dalam potongan jumpsuit pun muncul dilengkapi aksen obi berpita yang terinspirasi dari konsep cummerbund pada busana pria.

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.
 

Foto: Dok. Andreas Odang 

Elegant, classy, simple, tailored, and affordable,” Ujar Andreas Odang saat diminta menggambarkan koleksi adibusananya yang ternspirasi dari karya-karya Giafranco Ferre dan bidikan lensa Irving Penn pada era 40-50an dalam nuansa teal, icy blue, marsala red, rose gold, emas, dan putih ini.

Banyak melakukan refleksi diri selama masa isolasi pandemi, membuat Andreas Odang merindukan garis rancang pada masa awal mula dirinya berkarya, membuatnya kembali menampilkan garis rancang yang simple dan minimalis, meskipun tetap feminine dan romantis. Seluruhnya dikemas dengan adanya aksen high slit, permainan konstruksi dan teknik tailoring yang piawai, dilengkapi aksen folds origami, ruffles, serta bows yang jadi ciri khasnya.

Diantara menciptakan lokasi kerja yang aman bagi para perajin di rumah produksinya dan mencari pemasok bahan produksi yang tetap beroperasi saat itu, Andreas Odang akhirnya berhasil mengemas material Jacquard, duchess, tissue organza, dan taffeta menjadi cocktail gown, jumpsuit, dan evening gown yang dirancang dalam potongan ball gown, semi-mermaid, balloon cut, dan lurus.

Mengetahui keadaan pangsa pasarnya yang tentu tak luput dari imbas krisis ekonomi akibat pandemi, Andreas Odang menyuguhkan adibusana minim sematan payet. Aksen payet geometris sederhana pada bagian pinggang ditunjang dengan kepiawaian rumah modenya dalam mengolah material dengan teknik adibusana, menciptakan tampilan mewah nan romantis dalam harga terjangkau bagi para pelanggannya yang tetap membutuhkan tampilan premium untuk hari penting mereka di akhir tahun nanti.

“Bersama kita bisa, kok!” ujarnya optimis berpesan pada rekan-rekan sesama pekerja mode dalam menghadapi #TheNewNormal mendatang ini. Untuk info koleksi Andreas Odang lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi laman Instagram @AndreasOdangOfficial. (f)



 
 
Baca Juga

Hembusan Nafas Couture Di Aplikasi TikTok
Danny Satriadi, Menyematkan Harapan Di Atas Masker Premium
Lebih Gaya Lawan COVID-19 Dengan Masker Mewah