Foto: Shutterstock

Modest wear atau diterjemahkan secara bebas sebagai busana santun menjadi salah satu tren dunia saat ini. Modest wear tidak hanya terbatas pakaian muslimat bagi mereka yang mengenakan hijab, namun meluas pada kategori busana yang lebih bersahaja, berpotongan longgar dan lebih tertutup. Modest wear diterima oleh pasar yang lebih luas, bahkan tampil di runway pagelaran mode dunia.
 
Pada peragaan busana Fall/Winter 2018 Milan Fashion Week dari brand internasional, Gucci mencuri perhatian karena dari rangkaian pergelaran ini, terselip beberapa model yang mengenakan scarf sebagai penutup kepala. Terlihat seperti seorang wanita yang mengenakan hijab.
 
Tidak hanya itu, deretan baju dengan style layering (bertumpuk) dan tertutup juga cukup mendominasi. Salah satunya, seorang model yang mengenakan printed scarf sebagai penutup kepala sebagai pelengkap printed maxi dress.
 
Rumah mode internasional sekelas Dior, Versace, Marc Jacob, dan Lanvin sejak setahun terakhir juga ramai mengeluarkan hair scarf fashion dalam koleksi fall/winter 2018 selama pekan mode di New York, London, Milan, dan Paris. Walaupun tidak disebut sebagai hijab, penggunaan scarf di kepala ini bisa menjadi inspirasi untuk para pengguna hijab. Lanvin Fall 2018 di Paris misalnya, menampilkan beberapa potong busana dengan hijab berwarna jingga yang semarak yang menuai komentar positif. Lanvin memang tidak membuat hijab dalam tampilan high fashion, tetapi memasukkan unsur hijab sebagai pelengkap penampilan dan memungkinkan para model menampilkan modest wear.
 
Sebelumnya, akhir tahun 2017, Marc Jacobs juga turut meramaikan pasar modest fashion dengan mengeluarkan koleksi ready to wear spring 2018 di New York Fashion Week. Koleksi Marc Jacobs hadir dengan gaya lebih wearable dan mudah dipadupadankan, seperti pakaian oversized pada track pants dan dress, cardigans, coats, dan jumpsuit. Warna vibrant dan gaya retro mewarnai koleksi musim semi yang nyaman dikenakan oleh wanita muslim dengan gaya modern. Untuk menutupi kepala, turban menjadi pilihan, yang dibentuk dengan tampilan penuh gaya, tetapi tetap tertutup dengan tambahan turtle neck.
 
Setahun sebelumnya, Dolce & Gabbana telah meluncurkan koleksi modest fashion di atas panggung mode internasional. Koleksi Dolce & Gabbana untuk musim gugur tahun 2017 terdiri atas abaya dan hijab. Target pasar yang ditujukan pada daerah Middle East ini merupakan cara Dolce & Gabbana untuk memperbesar pasar dalam pakaian mewah. Motif floral print, color, animal print, full-length coats, dan abaya hitam pun menjadi deretan busana yang ditampilkan oleh desainer asal Italia tersebut.
 
 

 
Lebih banyak perancang mode yang terinspirasi oleh modest fashion dan menampilkan hijab dalam koleksi fall/winter 2018 sepanjang pekan mode di New York, London, Milan, dan Paris, dinilai pengamat fashion sebagai simbol bahwa modest fashion dan hijab sudah menjadi hal yang mainstream dalam industri fashion dunia masa kini.
 
Kian maraknya modest fashion di pasar mode tidak hanya terlihat di atas runway fashion week, tapi juga kolaborasi beberapa retail besar dengan desainer modest wear. Bahkan, retail besar bisa dibilang yang lebih dulu menangkap geliat pasar modest fashion lima tahun belakangan ini.
 
Uniqlo, misalnya. Brand internasional asal Jepang ini menggandeng desainer dan blogger kelahiran Inggris, Hana Tajima. Kolaborasi yang dilakukan sejak tahun 2016 ini mengeluarkan koleksi pakaian sehari-hari dan hijab yang terinspirasi dari kebudayaan Jepang dan negara tempat ia tinggal, Inggris, yang modern, fungsional, nyaman, dan memikat.
 
Selain Uniqlo, beberapa retail lainnya, seperti Zara atau Mango, juga turut mengeluarkan koleksi modest fashion, khusus untuk edisi Ramadan. Tidak hanya itu, setahun terakhir modest fashion juga meramaikan koleksi busana sporty. Beberapa brand sporty internasional, seperti Nike, meluncurkan koleksi hijab yang dapat digunakan oleh para atlet wanita.
 
Di dalam negeri, peluang besar pasar modest fashion dilihat pula oleh Matahari, salah satu retail terbesar dalam negeri yang memiliki 155 outlet yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia. Menurut Imelda Like, Head of Marketing Communication & Fashion Director Matahari, jika sepuluh tahun lalu penjualan busana muslim hanya marak menjelang hari raya Lebaran, kini modest wear menjadi item fashion yang dicari sepanjang tahun.
 
Modest fashion kini tidak hanya didominasi oleh brand khusus busana muslim. Seperti di Matahari, ada private muslim brand kami, Annisa. Modest fashion juga diaplikasi oleh brand-brand umum dalam koleksi mereka. Rok panjang, misalnya. Dulu hanya musiman, atau ada saat sedang tren, sekarang hampir sepanjang tahun penjualan rok panjang itu baik, dan hampir semua brand mengeluarkan koleksi ini,” kata Imelda. Koleksi busana pun kini banyak yang berpotongan loose, tidak ketat.
 
Imelda memperkirakan, sekitar 10% hingga 20% dari tiap koleksi terbaru yang dikeluarkan sebuah brand fashion kini menyelipkan koleksi modest fashion. Busana yang lebih tertutup. Matahari juga bekerja sama dengan desainer muslim dari Indonesia Fashion Forward (IFF), program inkubasi yang dimiliki oleh Jakarta Fashion Week (JFW), untuk menghadirkan koleksi mereka di Matahari. “Tentu pengalaman memiliki baju desainer dengan harga yang relatif terjangkau menjadi daya tarik bagi konsumen kami,” katanya. (f)

Baca Juga:

Lewat Style Theory, Kita Bisa Sewa Baju Rani Hatta, Paulina Katarina, dan Day and Night di JFW 2019
Inspirasi Gaya Hanbok Korea Dalam Koleksi Kedua Sayee
8 Busana Santun Bergaya Sporty dari L.Tru