Foto: Dok. Purana

Sosok Nonita Respati telah menorehkan jejaknya pada industri mode Indonesia melalui jenama Purana yang menawarkan berbagai busana batik siap pakai dengan misi memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia yang dikemas dalam sentuhan modern di rancah internasional sejak 2009. Pada tahun kesebelasnya ini, Purana kembali menghadirkan koleksi musim semi dan panas tahun 2020 dengan mengangkat kehidupan masyarakat Indonesia yang membumi.

Berkolaborasi dengan duo seniman dari Yogyakarta, Putud Utama dan Rara Kuastra yang menamakan diri mereka Tempa, dengan memodifikasi ulang kumpulan karya Tempa yang telah ada seperti ilustrasi flora dan fauna khas Indonesia. Purana dan Tempa mengangkat tema keseimbangan antara keindahan vegetasi, fauna, manusia, dan alam Indonesia, semuanya dikemas dengan bubuhan aksen ‘teko blirik’ yang playful.

Koleksi musim semi dari Purana ini bercerita sejak terbitnya matahari, terbukanya mata para manusia diiringi gemericik air yang dituang kedalam gelas yang ditemani celoteh burung terbang bebas di udara, hingga ke nuansa malam hari yang menenangkan, menyeimbangkan, dan memberikan peluang untuk tiap makhluk mengistirahatkan pikiran mereka sejenak. “hadirnya bulan dan bintang adalah keheningan untuk merelakan dating dan perginya sesuatu,” Rara Kuastra dan Putud Utama menjelaskan konsep dibalik torehan grafis koleksi Purana kali ini.

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih jauh.
 
 

Foto: Dok. Purana

Sementara bagi pendiri Purana, Nonita Respati, Purana adalah bentuk produk olahan seni yang dapat menemani keseharian para perempuan Indonesia, sehingga kesempatan untuk berkolaborasi dengan para seniman ataupun perajin kain tanah air pun selalu dibuka lebar olehnya. Sebelumnya, Purana pernah berkolaborasi dengan Ruth Marbun pada tahun 2019 dan Sarkodit (Aditya Pratama) pada tahun 2018.

Material fine cotton, breathable denim, hingga cupro yang merupakan serat selulosa yang dingin, sejuk, berkilau, dan ramah lingkungan, seluruhnya menjadi kanvas kreasi Purana dalam bentuk desain multi-sizing dan multi-styling yang versatile dan mudah dipadupadankan. Salah satu potongan busana yang tampak menonjol pada presentasi yang digelar pada Satoo Garden, Hotel Shangri-la Jakarta pada 10 Februari 2020 ini adalah lounge Set.

Lounge set, setelan kemeja berpotongan longgar dan celana panjang yang membebaskan dan nyaman dikenakan saat bepergian ataupun beristirahat dalam motif kembar menjadi andalan Purana, “Sekarang ini para Traveler senang memakai lounge set misalnya untuk long-haul flight, dan gaya ini juga ramah bagi mereka yang memakai jilbab,” tutur Nonita.

Tak hanya lounge set, potongan luaran, atasan, dan baju terusan serta aksen kimono yang membebaskan dalam aksen batik modern ataupun hitam dan putih polos menjadi pilihan cerdas bagi penyuka gaya simpel yang gemar bermain dengan siluet dan proporsi.

Dari segi rancangan, bisa dikatakan Nonita bermain aman dan mengemas ulang siluet signature Purana yang terbukti masih tinggi peminatnya. Strategi kolaborasi dalam menciptakan kreasi grafis etnik modern terbukti sukses untuk mempertahankan jenama miliknya yang telah mempresentasikan karyanya di Los Angeles, Hong Kong, bahkan Afrika Selatan ini. Sebuah solusi aman baginya yang telah memiliki clientele kuat dan siluet potong yang akrab di pecinta mode tanah air. (f)

Baca Juga
Adieu, Monsieur Gaultier!
Produk Terbaru Nike Memberi Peluang bagi Muslimah untuk Memiliki Busana Olahraga
Sisterly Love, Bonito