Foto: Dok. Instagram Dior


Wabah pandemi COVID-19 berdampak pada hampir seluruh lapisan masyarakat dan industri global. Mulai dari industri penyedia jasa, industri pangan, dan tentunya, industri mode yang kerap kali dipandang sebagai industri tertier.

Tak sedikit rumah mode yang membatalkan atau menunda pagelaran mode mereka, seperti rumah mode legendaris Chanel yang mengumumkan menutup sementara pabrik produksi mereka di Prancis, Italia, dan Swiss. Rumah mode Christian Dior yang menunda peluncuran sepatu kolaborasi Dior x Air Jordan, Dior’s Nike Air Jordan dan presentasi cruise collection  tahun ini. Dengan dampak yang sebegitu dahsyatnya,   industi mode dunia  mengulurkan tangannya denga karya nyata.

 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Dior

Di tengah kegusaran pandemi COVID-19 ini, berbagai rumah mode ikut memberi sumbangsih ataupun mengalih fungsikan rumah produksi mereka untuk membantu masyarakat dunia. Salah satunya perusahaan mahadaya LVMH. Perusahaan yang menaungi Louis Vuitton, Dior, Celine dan sebagainya mengubah pabrik produk parfum seperti Dior, Givenchy, dan Guerlain di Prancis untuk memproduksi gel hydroalcoholic (hand sanitizer) dalam jumlah besar, demi  membantu masyarakat dunia memproteksi diri dari COVID19.
 
Mayhoola, perusahaan yang menaungi nama besar seperti Valentino dan Balmain, tak ketinggalan turut menyumbang sebanyak 2 juta Euro, yang setengahnya dialokasikan untuk unit rawat intensif di rumah sakit Sacco Milan, dan sisanya didonasikan kepada badan Protezione Civile Italiana untuk upaya pemerintah pusat Italia memerangi COVID-19.

 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Christian Siriano

Salah satu holding company di industri mode terbesar saat ini, Kering, yang menaungi rumah mode legendaris seperti Gucci, Balenciaga, dan Alexander McQueen, turut memberikan bantuan dengan membeli sebanyak tiga juta masker bedah dari Cina untuk didonasikan bagi tenaga medis Perancis, yang hampir kehabisan perlengkapan medis akibat dahsyatnya dampak COVID-19.

Gucci pun ikut memproduksi lebih dari satu juta masker dan 55.000 medical overall yang telah sesuai standar otoritas medis di Italia. Balenciaga dan Saint Laurent Paris, yang beroperasi di Perancis telah disetujui oleh otoritas medis Perancis untuk memproduksi masker yang sesuai standar kesehatan mereka.
 
Di Amerika Serikat, pemain fashion muda seperti Christian Siriano dan Collina Strada pun mulai mengalih fungsikan rumah produksi mereka untuk membuat masker bagi para dokter di New York. Rumah Mode Ralph Lauren pun turut turun tangan, selain menyumbangkan USD 10 juta dimana 10% diaolkasikan untuk para pengusaha mode baru dibawah binaan CFDA dan Vogue, mereka juga membuatkan 25.000 baju rumah sakit dan 250.000 masker yang untuk saat ini belum sesuai standar medis tetapi akan ditingkatkan. Namun, sayangnya belum ada rumah mode besar Amerika lainnya yang santer terdengar melakukan hal serupa.
 
Zara yang berasal dari Spanyol pun mulai mengalihkan produksinya untuk memproduksi masker. Hingga kini Zara telah memproduksi 300.000 Masker yang siap dibagikan. Perusahaan fast fashion lain, H&M, selain mendonasikan USD 500.000 kepada WHO, kini juga beralih fungsi memproduksi perlengkapan perlindungan kesehatan bagi para pekerja medis yang amat membutuhkannya.

 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Donatella Versace

Tidak hanya menyumbang peralatan medis, nama-nama besar di dunia mode turut menyumbang dalam bentuk uang, dalam jumlah yang tidak sedikit. Contohnya Chief Creative Officer rumah mode Versace, sang living legend Donatella Versace, menyumbangkan dana sebesar USD143.400  kepada rumah sakit San Raffaele di Milan, kota tempatnya berkarya. 

Giorgio Armani yang akhir Milan Fashion Week lalu melakukan presentasi pada ruangan kosong dalam upaya melawan persebaran COVID-19, menyumbangkan USD1,4 juta atau setara dengan 20 milliar rupiah ke empat rumah sakit berbeda di  Italia, yang kini sedang menjalani masa lockdown untuk memerangi penyebaran COVID-19.

 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Chiara Ferrangi

Di kenal dengan busana musim dinginnya, rumah mode Moncler, telah menggelontorkan EUR10 juta untuk produksi tempat tidur rawat inap di Milan yang terkena dampak cukup berat. Rumah mode Prada pun turut menyumbang untuk pembangunan 2 unit rawat intensif (ICU) di tiga rumah sakit berbeda di Milan.

Di sisi lain, rumah mode besar Dolce & Gabbana ikut menyumbang bagi studi dalam penanganan COVID-19 dan imunitas di Humanitas University di kota Milan, yang diketahui memiliki catatan lebih dari 3000 korban jiwa akibat pandemik corona hingga saat ini.

Tak hanya dari industri retail dan rumah mode besar,  fashion influencer Chiara Ferragni, berhasil menggalang dana EUR 4.3 juta untuk pembuatan unit rawat intensif di rumah sakit San Raffaele, Milan.

Mengutip dari Jurnal Bussiness of Fashion, ‘No Company Will Survive Coronavirus Alone”, boleh jadi tidak ada perusahaan yang dapat sendirian ‘selamat’ dari gempuran corona pada situasi seperti saat ini, memang saat yang paling tepat untuk bersatu dan saling bahu-membahu membantu sesama, demi keberlangsungan ekonomi dunia. (f)
 
Baca Juga

Dampak Sistemik COVID19 Terhadap Industri Mode Indonesia
Mode Di Antara Wanita Urban dan Sampah Plastik di Laut
Kolaborasi Sneakers dan Streetwear