
Foto: Dok. Wilsen Willim
Di tengah kelangkaan surgical mask ataupun masker N-95 yang amat dibutuhkan para tenaga medis dalam menangani pandemi COVID-19, masyarakat umum diminta untuk mengurangi penggunaan masker medis tersebut.
Banyak perancang mode tanah air yang tergerak untuk mengisi kekosongan ini, dengan memproduksi masker wajah yang dapat dicuci dan dikenakan berulang kali. Meskipun bukan masker berstandar medis, namun masker ini cukup aman untuk dikenakan dan bisa menahan terkena droplets yang menjadi sumber utama penyebaran virus COVID-19.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
Banyak perancang mode tanah air yang tergerak untuk mengisi kekosongan ini, dengan memproduksi masker wajah yang dapat dicuci dan dikenakan berulang kali. Meskipun bukan masker berstandar medis, namun masker ini cukup aman untuk dikenakan dan bisa menahan terkena droplets yang menjadi sumber utama penyebaran virus COVID-19.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Wilsen Willim
1. Wilsen Willim
Melansir masker pada ajang Fashion Rocks Februari lalu sebagai bentuk kritik sosial terhadap tingkat polusi udara di Ibu Kota, kini Masker lansiran Wilsen Willim jadi berfungsi lain di tengah wabah Covid 19. Terbuat dari katun atau linen yang dilapisi bahan jala pengeras dan dilapisi lagi dengan bahan 100% katun yang dapat dicuci berulang kali.
Masker dari Wilsen Willim tersedia di Central Grand Indonesia, atau dapat menghubungi direct message Instagram @WilsenWillimOfficial dengan harga Rp149.900.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
Melansir masker pada ajang Fashion Rocks Februari lalu sebagai bentuk kritik sosial terhadap tingkat polusi udara di Ibu Kota, kini Masker lansiran Wilsen Willim jadi berfungsi lain di tengah wabah Covid 19. Terbuat dari katun atau linen yang dilapisi bahan jala pengeras dan dilapisi lagi dengan bahan 100% katun yang dapat dicuci berulang kali.
Masker dari Wilsen Willim tersedia di Central Grand Indonesia, atau dapat menghubungi direct message Instagram @WilsenWillimOfficial dengan harga Rp149.900.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Instagram Ghea Fashion Studio
2. Ghea Panggabean
Perancang wanita legendaris Indonesia ini, turut serta dalam menyediakan masker yang dapat dicuci dan dikenakan berulang kali. Dibuat dari bahan sisa produksi print rumah mode Ghea Panggabean, masker karya Ghea Panggabean dapat digunakan bolak-balik dengan dua jenis desain berbeda pada kedua sisi. Hasil penjualan masker ini akan disalurkan melalui program Gelang Harapan yang dimotori kedua putri kembarnya: Janna dan Amanda Soekasah beserta Wulan Guritno.
Dijual secara bundle dengan Love Cure 2 in 1 Spray yang merupakan Hand Sanitizer sekaligus air Purifier dari lini Ghea Resort by AmandaJanna, paket masker dan spray beraroma campuran sereh dengan bunga lavender ini dipasarkan secara terbatas dengan harga Rp175.000, dapat dibeli melalui Whatsapp ke tim Rumah Mode Ghea Panggabean di nomor +62895 331 306 945.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Big Boy Looks Good
3. Big Boy Looks Good
Merek busana pria untuk ukuran besar yang dikenal dengan bahan print ramai motif dan warna ini memproduksi masker dari bahan katun sisa produksi. Big Boy Looks Good yang digawangi Denny Nugraha dan Zen Sutawijaya membuat masker dua lapis dengan kantong diantaranya yang dapat ditambahkan filter untuk perlindungan lebih maksimal.
Big Boy Looks Good menawarkan promo untuk pembelian 2 masker, mereka akan menyumbangkan 1 buah masker untuk masyarakat kecil seperti pedagang, supir ojol, para satpam, dan mereka yang rentan terpapar virus COVID-19 di Pulau Dewata, tempat bisnis mereka berpusat.
Dijual dengan harga Rp20.000 untuk 2 buah masker, dengan bonus 1 masker yang akan mereka sumbangkan, masker bisa di beli di gerai resmi di Tokopedia atau menghubungi Instagram @BigBoyLooksGood.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang
Merek busana pria untuk ukuran besar yang dikenal dengan bahan print ramai motif dan warna ini memproduksi masker dari bahan katun sisa produksi. Big Boy Looks Good yang digawangi Denny Nugraha dan Zen Sutawijaya membuat masker dua lapis dengan kantong diantaranya yang dapat ditambahkan filter untuk perlindungan lebih maksimal.
Big Boy Looks Good menawarkan promo untuk pembelian 2 masker, mereka akan menyumbangkan 1 buah masker untuk masyarakat kecil seperti pedagang, supir ojol, para satpam, dan mereka yang rentan terpapar virus COVID-19 di Pulau Dewata, tempat bisnis mereka berpusat.
Dijual dengan harga Rp20.000 untuk 2 buah masker, dengan bonus 1 masker yang akan mereka sumbangkan, masker bisa di beli di gerai resmi di Tokopedia atau menghubungi Instagram @BigBoyLooksGood.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang
4. Sejauh Mata Memandang
Chitra Subyakto memang sensitif dan selalu bergerak cepat untuk isu lingkungan, mulai dari limbah plastik, polusi udara, hingga sampah mode. Pada presentasi koleksi 'Daur' pada JFW 2020 lalu, Sejauh Mata Memandang telah melansir berbagai rupa masker kain reusable.
Masker dengan dua tali pengikat ini dapat dikenakan dari kedua sisi dengan dua motif berbeda. Masker Sejauh Mata Memandang terbuat dari sisa kain produksi apparel mereka dari berbagai musim, sehingga tak akan ada masker dengan bentuk yang sama persis satu sama lainnya.
Masker kain dari Sejauh Mata Memandang dapat dibeli di laman digital Sejauh.com dengan harga Rp60.000.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
Chitra Subyakto memang sensitif dan selalu bergerak cepat untuk isu lingkungan, mulai dari limbah plastik, polusi udara, hingga sampah mode. Pada presentasi koleksi 'Daur' pada JFW 2020 lalu, Sejauh Mata Memandang telah melansir berbagai rupa masker kain reusable.
Masker dengan dua tali pengikat ini dapat dikenakan dari kedua sisi dengan dua motif berbeda. Masker Sejauh Mata Memandang terbuat dari sisa kain produksi apparel mereka dari berbagai musim, sehingga tak akan ada masker dengan bentuk yang sama persis satu sama lainnya.
Masker kain dari Sejauh Mata Memandang dapat dibeli di laman digital Sejauh.com dengan harga Rp60.000.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Yosafat Dwi Kurniawan
5. Yosafat Dwi Kurniawan
Desainer muda Yosafat Dwi Kurniawan turut memproduksi masker dari bahan-bahan tekstil dari rumah produksinya. Masker dengan dua lapisan yang terdiri dari fleece 100% cotton dan katun pada lapisan kedua ini, juga memiliki celah diantara keduanya bagi penggunanya yang ingin menambahkan filter tambahan.
Yosafat tidak menjual maskernya, namun telah membagikan lebih dari 200 buah masker ini kepada pihak yang membutuhkan seperti petugas keamanan, pekerja sosial, dan pekerja kebersihan di daerah Jakarta Barat, serta dikirimkan ke Jawa Tengah melalui organisasi Gereja. Kini rumah mode Yosafat Dwi Kurniawan sedang fokus untuk memproduksi Hazmat suit yang akan dikirimkan kepada tenaga medis di daerah terpencil.
Meski tidak dijual, namun Anda dapat membantu dalam bentuk donasi yang nantinya seluruh donasi akan dibelikan material untuk memproduksi masker dan hazmat suit ini . Silakan menghubungi dengan menghubungi tim Yosafat Dwi Kurniawan di +62 878 844 121 34.
Lihat laman selanjutnya untuk Membaca lebih lanjut.

Foto: Dok. Major Minor
6. Major Minor
Major Minor, yang didirikan oleh perancang mode senior Ari Seputra bersama istrinya, Sari Seputra, mengumumkan pada laman Instagram @MajorMinorStore tentang aksi donasi 1000 masker. Masker yang dibagikan oleh Major Minor terbuat dari sisa bahan katun dan katun polyester dari workshop jenama ini.
Major Minor menyalurkan masker untuk mereka yang dinilai paling membutuhkan seperti panti jompo, rumah sakit, yayasan, juga kepada komunitas termasuk konsumen yang membutuhkan.
Anda juga dapat membeli masker ini untuk penggunaan pribadi ataupun untuk didonasikan melalui Major Minor bagi yang membutuhkan. Kirim direct message ke laman Instagram @MajorMinorStore atau melalui whatsapp di nomor +62 812 8848 4208.
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
Foto: Dok. Stella Rissa
7. Stella Rissa
Stella Rissa merelakan bahan baku tekstil yang seharusnya digunakannya untuk koleksinya mendatang, untuk di jadikan masker dan mengalihkan seluruh tenaga kerja di workshop nya untuk bekerja.
Masker buatannya terbuat dari material 100% katun dengan dua lapisan yang dapat dilapis tissue di dalamnya. Telah dicoba dengan dikenakan saat meniup lilin, dan api pada lilin tetap diam tak bergerak.
Meskipun telah bekerjasama dengan Yayasan Doctor Share yang menyalurkan surgical mask ke berbagai rumah sakit, Stella merasa masker kain memang bukanlah masker yang tepat bagi para penderita COVID-19 ataupun tenaga medis yang berjuang di garis depan, namun sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat umum yang tetap masih harus bekerja dan harus meninggalkan rumah, agar terhindar dari penyebaran wabah COVID-19.
Stella hanya membagikan masker ini secara cuma-cuma bagi mereka yang menghubunginya melalui direct message di aplikasi Instagram. Stella pun berharap, bila Anda ingin membantu gerakan ini bergulir, bila Anda dapat menjahit, coba cari tutorial menjahit masker di internet, agar Anda dapat membuat sendiri dan bahkan dibagikan kepada orang disekeliling yang membutuhkan.
Jaga kesehatan lebih dari sebelumnya. Ini juga saatnya mengasah empati Anda pada sesama. Stay safe! (f)