
Foto: Dok. Sapto Djojokartiko
Hotel Indonesia Kempinski, sebuah hotel bersejarah yang dikemas ulang menjadi modern, merayakan hari jadinya yang ke-57 pada tanggal 5 Agustus 2019 lalu. Hotel yang menjaga beberapa karya seni bernilai tinggi tersebut pun menggelar ‘Kala - Capturing Indonesian Artistry’, sebuah acara yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia berupa pameran berbagai wayang lintas zaman dan bentuk.
Kerap terinspirasi dari kebudayaan Indonesia, Sapto Djojokartiko didapuk oleh Hotel Indonesia Kempinski untuk menutup rangkaian pagelaran Kala malam hari itu. Bertajuk Wisik, yang berarti bisikan kalbu atau wahyu, merupakan interpretasi modern Sapto Djojokartiko terhadap pertunjukan wayang yang kerap menjadi pilihannya saat menghabiskan waktu di Solo, kota kelahirannya.
(Lihat laman selanjutnya)

Foto: Dok. Sapto Djojokartiko
Tersebutlah 57 tampilan untuk pria dan wanita dalam kombinasi sempurna balutan warna netral muted dan neon. Perpaduan itu menciptakan sebuah kontras visual yang unik sarat detail.
Kepiawaian tim Maison Sapto Djojokartiko dalam mengolah aplikasi rumit seperti bordir dan embellishment pun tak perlu diragukan lagi. Tampak bentuk motif Modang dan Sampur yang diterjemahkan sebagai aksen aplikasi mendominasi pada presentasi yang diterangi binar cahaya kemerahan dengan dekorasi bentuk gunungan piramida dan limas berderet yang dilapisi cermin.
Sentuhan lembut bulu burung unta pada atribut tas ataupun selendang dan aksesori kolaborasi Sapto Djojokartiko dengan lini aksesori berlapis emas, Tulola, menandakan kelas kemewahan yang ditawarkan dari koleksi musim semi 2020-nya ini. Aksen bordir monogram nama Sapto Djojokartiko yang banyak muncul dalam berbagai potongan busana dan aksesori pun semakin mematenkan namanya sebagai desainer yang pantas diperhitungkan karyanya di masa mendatang. (f)
Baca Juga
Teknologi Gelembung di Telapak Kaki
Corat-Coret Virgil Abloh untuk Wanita Urban
Mengintip Kreasi Busana Batik dan Tenun Hasil Rancangan Desainer Mancanegara di Panggung Fashion, Roma