
Foto: Dok. Freepik
Kini penggunaan masker kain menjadi sesuatu yang tak hanya penting, tapi juga ekpresif. Walau tak seefektif masker bedah dalam mencegah penularan virus corona, masker kain dapat melindungi diri dari droplet atau percikan air ludah yang bisa terciprat saat batuk, bersin atau berbicara. Karena sifatnya bisa dikenakan kembali setelah dicuci, pastikan proses pencuciannya benar. Karena jika tidak dibersihkan dengan benar, masker kain justru berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan virus. Tak hanya virus, riasan yang menempel pada bagian dalam masker pun cukup mengganggu bila tidak dibersihkan dengan baik.
Mencuci masker kain
1. Rendam di dalam air dengan detergent
Bila Anda memiliki masker dengan hiasan payet atau bordir, jangan memasukkannya ke dalam mesin cuci. Hal ini dapat mengakibatkan kerut pada benang bordir atau parahnya lagi payetan pada masker Anda dapat terlepas. Cukup rendam masker dalam air yang telah diberi sedikit detergent. Pastikan detergent yang digunakan tidak membuat warna luntur. Setelah sekitar 30 menit direndam, gosok perlahan dengan tangan. Pastikan seluruh bagian masker telah terkena air detergent agar virus dan bakteri yang menempel mati.
2. Bilas bersih
Setelah direndam, selanjutnya bilas masker menggunakan air mengalir dengan suhu ruangan. Selama proses ini, pastikan tidak ada lagi sisa detergent yang tersisa. Bila masker memiliki aksen bordir ataupun payet, jangan peras masker, karena hal ini dapat membuat aksen bordir menjadi bergelombang dan payet yang ada terlepas.
3. Jemur
Setelah dibilas bersih, jemur masker kain di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik. sebaiknya hindari menjemur amsker langsung di bawah sinar matahari. Sinar matahari yang terik dapat membuat beberapa jenis pewarna cepat pudar. Usahakan masker dijemur dalam kondisi rata, jangan digantung pada bagian karet pengait, karena akan mengakibatkan karet mudah kehilangan elastisitasnya.
4. Setrika atau masukkan mesin UV
Idealnya, setelah kering, pakaian akan disetrika. Anda bisa melakukannya bila masker berbentuk persegi rata. Namun bila bentuk masker mengikuti kontur wajah atau memiliki payet, maka menyetrika masker premium amat tidak disarankan. Menyetrika selain membuat masker tampak rapi, juga membunuh sisa bakteri yang menempel, sebagai alternatif setrika untuk masker premiun, gunakan mesin sterilisasi ultra violet. Mesin ini mampu membunuh bakteri, tapi tidak virus. Jadi pastikan masker yang dimasukkan dalam mesin sterilisasi ultraviolet sudah dicuci bersih dengan air detergent sebelumnya.
5. Simpan kembali
Setelah disinar UV atau disetrika, simpan kembali masker ke wadah tertutup yang dibungkus kertas tisu agar payet tidak saling menempel dan tetap steril hingga saatnya nanti digunakan kembali.
Baca Selanjutnya: Membersihkan Makeup Pada Masker

Foto: Dok. Freepik
Membersihkan Makeup Pada Masker
Kerap mengalami riasan wajah menempel pada masker kain yang kita pakai? Rasanya tentu tidak nyaman dan cukup mengganggu. Bukan hanya membuat masker kesayangan jadi kotor dan tidak sedap di pandang, riasan yang menempel pada masker juga mengurangi higienitasnya. Jika setelah dibersihkan, masih ada noda yang menempel pada masker, artinya masker belum dibersihkan dengan baik dan benar. Jadi, mungkin saja masih ada sisa minyak dan kotoran yang menempel pada masker.
Penting diingat bahwa langkah menghapus riasan yang menempel pada masker ini hanyalah langkah tambahan dan bukan bertujuan untuk membersihkan masker agar steril kembali. Anda tetap wajib mencuci masker dengan deterjen selayaknya anjuran badan kesehatan dunia yang bisa disimak pada laman sebelumnya.
Membersihkan riasan berbahan dasar minyak
Mulai dari foundation hingga lipstick menggunakan bahan dasar minyak agar dapat bertahan lebih lama di kulit. Tentu saja make up yang tahan lama menjadi opsi terbaik untuk situasi yang tidak memungkinkan Anda terlalu sering memulas riasan di luar, seperti saat ini. Namun, riasan berbahan dasar minyak lebih sulit dibersihkan dan tidak mudah dilarutkan hanya dengan air biasa.
Untuk membersihkan sisa noda kosmetik berbahan dasar minyak, pertama angkat noda kasar atau kerak dengan tisu atau kapas pembersih. Setelah itu coba
gunakan sabun cuci piring yang memang ampuh dalam mengangkat minyak. Tuangkan sedikit sabun cuci piring ke bagian noda, dan gosok perlahan dengan sikat gigi tak terpakai yang berbulu lembut. Kalau noda masih membandel, rendam dahulu masker kotor dengan air hangat yang telah dicampur sabun cuci piring beberapa jam, lanjutkan dengan langkah pertama setelah riasan cukup larut.
Mengangkat riasan berbahan dasar air
Untuk riasan berbahan dasar air, caranya lebih mudah. Cukup rendam masker dengan air deterjen minimal selama 30 menit sebelum kemudian membilasnya dengan air bersuhu ruangan. Bila menghadapi noda sulit, gunakan krim cukur (shaving cream) berbentuk foam yang efektif mengangkat noda dengan kandungan minyak, air, serta sabun di dalamnya. Krim cukur mampu mengangkat noda bahkan di permukaan yang tidak rata dan berserat, seperti aplikasi bordir misalnya. Cukup usapkan shaving cream pada bagian yang ternoda, lalu usapkan kapas beralkohol untuk mengangkat nodanya. Setelahnya rendam dan kucek sebentar sebelum dibilas.
Mengangkat noda lipstick
Noda lipstick, noda yang paling membandel. Kandungan lipstick yang creamy mudah meresap dan menempel di serat kain, sedangkan warnanya yang mencolok akan nampak jelas menempel pada masker. Untuk menghapusnya, Anda bisa mengusapkan kapas beralkohol pada bagian noda. Bila masih membandel, coba cara ini: campurkan cuka dengan sabun cuci piring lalu usap pada area noda. Cuka mampu membuka serat kain dan sabun cuci piring ampuh mengangkat minyak membandel. Kombinasi keduanya dapat mengangkat noda lipstick dengan mudah, lanjutkan dengan membilasnya hingga bersih.
Coba lakukan hal ini agar riasan tak banyak menyempel pada masker, selipkan sehelai tissue di antara masker dan kulit wajah. Dengan filter berupa tisue, riasan tidaka kan menempel langsung pada kain masker.
Punya cerita menarik tentang maskermu. Yuk kirim foto dan cerita seru maskermu untuk ikutan #feminamaskerchallnge. Ikuti terus informasinya di media sosial femina Indonesia (Facebook, Instagram, Twitter dan Pinterest). Tersedia puluhan hadiah masker karya desainer dalam negeri. (f)
Baca Juga
Kembalinya Tren Tie Dye
Kiat Awet Menyimpan Batik dari Era Soekamto