Foto: Dok. Christian Dior

Mungkin Anda sudah mulai merasa bosan saat menjalani isolasi diri di minggu ketiga, atau bahkan lebih? Jangan khawatir, tim editor mode Femina telah memilihkan 10 tontonan yang dapat Anda simak selama masa isolasi diri ataupun sakadar relaksasi disela saat menjalani work from home ini.

Mungkin ada beberapa film yang baru terdengar di telinga Anda, ataupun film jadul lansiran tahun 1995, Namun, selain semuanya tetap menarik untuk disimak dan memberi sudut pandang baru, seluruh pilihan ini juga amat informatif. Simak terus!

1. 'Christian Dior, Designer of Dreams' at the Musée des Arts Décoratifs

Tak perlu berlama-lama di pesawat dan mengantri imigrasi, Anda kini dengan gratis dapat menikmati sekaligus memperkaya ilmu dengan menonton video berdurasi sekitar 1 jam yang diunggah tim Christian Dior pada laman Youtube mereka.
 
Rumah mode legendaris ini mengajak Anda berkeliling di pameran ‘Chrsitian Dior, Designer of Dream’ yang digelar di Musée des Arts Décoratifs, Paris. Pameran yang bercerita perubahan desain pada berbagai zaman berbeda mulai dari era sang pendiri, hingga ke Maria Grazia Chiuri kini, wajib disimak bagi si pecinta mode.

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 
 

Foto: Dok. Kering

2. McQueen Creators Series

Rumah Mode Alexander McQueen yang kini dipimpin Sarah Burton, turut melansir rangkaian video seri pada kanal youtube mereka.
 
Video seri dengan tajuk ‘McQueen Creators’ ini akan menampilkan beberapa perajin yang juga merupakan kolaborator rumah mode dirian Lee Alexander McQueen ini. Selain memperkaya, tayangan yang berdurasi sekitar 5 menit ini membongkar pendekatan rumah mode Inggris untuk menghasilkan tampilan khas mereka yang merupakan perpaduan klasik namun sekaligus berjiwa pemberontak.
 
Seri video McQueen Creators dibuka dengan penjelasan proses pembuatan grafik efek sablon dari rumah mode Alexander McQueen dengan menampilkan Simon Ungless, seorang kolaborator yang juga merupakan Executive Direcor dari Academy of Art University School of Fashion yang bertanggung jawab memproduksi desain cetak awal koleksi mereka.
 

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Christy Turlington

3. Catwalk 1995 

Kini menyatakan diri sebagai seorang ‘model’ seakan menjadi mudah dengan adanya media sosial dan berbagai agency model yang membuka kesempatan bagi calon 'model'. Ada sebuah film dokumenter yang mengikuti perjalanan Christy Turlington, salah satu supermodel ternama pada tahun 1995 dikala mengikuti 3 pekan mode Internasional, di Milan, Paris, dan New Yok.
 
Tak hanya menangkap kemewahan puncak kejayaan industri model klasik sebelum era digital, film ini turut menunjukkan perjuangan Christy dalam menjaga sisi profesionalnya sebagai salah seorang model dengan bayaran tertinggi diwaktu itu.
 
Menampilkan sosok-sosok legendaris seperti Karl Lagerfeld (bahkan tanpa kacamata hitam), Gianni Versace, Azzedine Alaia, Andre Leon Talley, Anna Wintour, hingga Bruce Webber, Film ini juga menunjukkan wajah segar rekan Christy seperti Naomi Campbell, Linda Evangelista, Claudia Schiffer, Helena Christensen, Carla Bruni, dan sosok Kate Moss di awal karirnya.
 

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram First Monday In May

4. First Monday in May

Bagi Anda penggemar instalasi seni dan mode, sudah pasti mengenal perhelatan MET Gala, sebuah perhelatan dengan undangan terekslusif di Amerika Serikat. Acara yang bertujuan penggalangan dana oleh Anna Wintour Costume Center di The Metropolitan Museum of Art di New York ini, merupakan Acara tahunan dengan tema spesifik yang biasanya digelar tiap musim semi, pada hari Senin pertama setiap bulan Mei.
 
Pagelaran MET Gala akan ditunda pada tahun ini karena adanya pandemic COVID-19, namun bila Anda berkenan mengetahuin latar belakang dan kerumitan persiapan di balik pagelaran MET Gala, Ini merupakan film yang tepat bagi Anda.
 
Berlatar belakang persiapan pameran MET Gala dengan tajuk ‘China: Through The Looking Glass’, Anna Wintour bersama sosok Andrew Bolton yang merupakan kurator dari pagelaran tersebut, terdokumentasi dengan baik mulai dari tahap perencanaan, seleksi dan kurasi item yang akan dipamerkan, hingga perjalanan presentasi mereka ke China bersama pembuat film ternama, Wong Kar Wai yang turut menjadi pengarah artistik pameran kali ini.
 
First Monday in May dapat menjadi film yang menggambarkan dengan jelas perjuangan dan kerja keras di balik layar glamorama panggung mode dunia.
 

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Blast! Films
 
5. McQueen & I

Siapa tidak mengenal sosok Alexander McQueen? Sebagai salah satu perancang mode paling kontroversial dan berbakat yang pernah ada di dunia, Lee Alexander McQueen kerap menyajikan karya-karya terbaiknya sejak koleksi kelulusannya di Central Saint Martin ke panggung adi busana Givenchy kemudian memimpin labelnya sendiri hingga akhir hayatnya yang tragis.
 
Film McQueen & I mengajak kita mengenal lebih lanjut sosok Lee McQueen yang apa adanya dan hubungan pertemanan tarik-ulurnya bersama Isabella Blow, seorang pengarah gaya dan editor mode yang dianggap ‘menemukan’ sosok-sosok berbakat pada tahun 90-an seperti Hussein Chalayan, Honor Fraser, Stella Tenant, Julien McDonald, dan tentunya Lee McQueen.
 
McQueen & I dapat menggambarkan perjuangan karir seseorang hingga mencapai puncak karir, beban berat untuk mempertahankannya, dan ‘harga mahal’ yang harus dikorbankan seorang pekerja mode kala dirinya mulai menikmati puncak karir dan kekuasaan di ujung jarinya.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Vogue 

6. Vogue – In The Editor’s Eye

Bila Anda menggemari film The September Issue yang banyak mengulik proses kerja di balik edisi tertebal tiap tahunnya dari majalah Vogue Amerika Serikat, maka Anda akan menikmati film ini.
 
‘Vogue – In The Editor’s Eye’ bercerita banyak mengenai sosok-sosok editor mode dari berbagai macam zaman dan era kepemimpinan berbagai kepala redaksi. Mulai dari era Diana Vreeland yang extravagant dan melegenda, ke era Grace Mirabella yang mengedepankan kemudahan berpakaian, dan era Anna Wintour di masa kini yang membebaskan dan modern.
 
Film ini menampilkan sosok Babs Simpson, Polly Mellen, Camilla Nickerson, Carlyne Cerf De Dudzeele, Phyllis Posnick, Jade Hobson, Tonne Goodman, dan tertunya Grace Coddington, yang bercerita visi serta perjuangan mereka dengan keahlian dan pendekatan dalam mode yang berbeda-beda, melalui beberapa foto legendaris karya mereka.
 
‘Vogue - In The Editor’s Eye’ dapat menjadi celah untuk Anda mengintip proses kreatif dan kerja keras para pengarah gaya dan editor mode yang tampak glamor namun tak pernah jauh dari kata kerja keras dan perjuangan.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Mr. Syamsurimuda

7. Amot Syamsuri Muda Studio Youtube Channel 

Memang, menilik film inspirasi mode dari luar negeri amat menarik, tapi terkadang itu semua tidak dapat menggambarkan kenyataan industri mode yang ada di dalam negeri. Memang secara garis besar tak banyak berbeda, namun kondisi industi di luar dan di Indonesia, baik dari pekan mode, sistem kerja model, dan proses kreasi, semuanya tidaklah sama.
 
Bila Anda ingin lebih mengenal industri mode Indonesia, perancang mode busana siap pakai, Amot Syamsurimuda, kerap mengabadikan momen-momen fashion minutes-nya yang kemudian di unggah ke kanalnya di Youtube miliknya, Amotsyamsurimuda Studio dalam bentuk vlog,
 
Amot Syamsurimuda membuka tabir belakang panggung pekan mode Indonesia, fitting dengan model, berbincang dengan sosok-sosok yang menginspirasinya, ataupun bagaimana cara seorang Amot mencoba tetap berkreasi saat menjalani isolasi diri di rumah dan butik pribadinya saat ini. Cukup menarik dan menginspirasi untuk disimak perjalanannya.

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Naomi Campbell
 
8. Being Naomi

Tak jauh berbeda dengan Amot, Naomi Campbell juga kini sedang giat mengabadikan momen-momen fashion minutes-nya dalam vlog pribadinya, Being Naomi. Dimulai dengan kembalinya Naomi untuk berjalan pada pekan mode adibusana di Paris untuk rumah mode Valentino yang kini berada di bawah arahan Pier Paolo Piccioli, ataupun gaya dan ritual Naomi saat membersihkan kursi business class yang akan dinikmatinya saat bepergian.
 
Kini saat menjalani masa isolasi diri dalam menghadapi pandemi, Naomi kerap mewawancarai teman-teman dan kolega kerjanya secara daring. Pertanyaan dan informasi yang tergali pun cukup dalam, baik atas kilas balik berbagi pengalaman dirinya beserta nara sumber, ataupun kegiatan dan tips yang dibagi dengan para penikmat kanal Youtube seorang Naomi Campbell.
 
Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram Hamish Bowles

9. Vintage Bowles

Mungkin bila Anda tidak terlalu mengikuti industri mode, Anda tidak mengenal sosok Hamish Bowles. Menjabat sebagai International Editor-At-Large untuk majalah Vogue Amerika Serikat, pengetahuan Hamish Bowles mengenai busana dan sejarah mode pun tak main-main.
 
Seri Vintage Bowles yang merupakan salah satu seri dari kanal Youtube Vogue ini mengajak Anda menemani Hamish berbelanja dari toko-toko antik di Eropa dan Amerika. Hamish Bowles sendiri memang memiliki hobi mengkoleksi busana vintage karya perancang besar dunia dari berbagai era untuk dipelajari. Hasil buruan Hamish ini akan disimpannya sebagai koleksi pribadi, dan kerap dipinjamkan kepada Museum of Metropolitan Art saat eksebisi mereka setiap tahunnya.

Lihat laman selanjutnya untuk membaca lebih lanjut.
 

Foto: Dok. Instagram DV Diana Vreeland

10. Diana Vreeland: The Eye Has To Travel

Bila Anda mengenal sosok Anna Wintour, pemimpin majalah Vogue Amerika Serikat sebagai sosok wanita tangguh yang disegani, berarti Anda belum pernah mendengar sosok Diana Vreeland, pendahulu Anna yang jauh lebih disegani pada masanya.
 
Sosok larger than life yang extravagant dan sukses membawa majalah Vogue Amerika Serikat menjadi majalah terdepan pada tahun 1963, hingga diberhentikan pada tahun 1971 dan beralih menjadi konsultan khusus di Costume Institute - The Metropolitan Museum of Arts.
 
Meski tergolong singkat dalam masa kepemimpinannya, namun Diana menorehkan namanya dengan amat jelas selama masa jabatannya. Pendekatannya yang ekspresif, dramatis, dan tidak pernah tanggung-tanggung membuat Vogue menghasilkan berbagai karya yang hingga kini tetap dianggap fenomenal dan banyak menginspirasi pekerja seni masa kini.
 
Jadi bagaimana? Mana yang terlebih dahulu ingin Anda tonton sembari mengisi waktu isolasi diri? Stay safe, stay healthy, stay at home! (f)
 
 
 
 
Baca Juga
Perancang Indonesia Kembali Turun Tangan Memproduksi Masker Kain Melawan Corona
Perluas Sudut Pandang, Dengarkan Podcast Dari Rumah Mode Legendaris
Tak Hanya Makanan, Belanja Baju dan Tas Premium Pun Kini Bisa Pesan Antar