
Foto: Jane Juarahadi
Pengarah Gaya: Febianca Putri
Tahun ini, Thunder kembali menjajaki dunia akting. Bukan drama Korea, melainkan film Indonesia! Tidak seperti fashion show yang biasanya tenang, show KOCCA and SONAMU CINE HOUSE presents ‘K-INVASION’, Jakarta Fashion Week (JFW) 2018, lalu dipenuhi jerit histeris wanita-wanita muda. Kehadiran sosok Park Sanghyun atau lebih dikenal dengan nama Thunder (27), yang membuat ini terjadi. Thunder hadir untuk mempromosikan film Forever Holiday in Bali yang akan tayang tahun depan. Di acara tersebut femina berkesempatan untuk wawancara eksklusif dengan pria yang terkesan pendiam, tapi ramah, bahkan mau berbagi cerita kehidupan pribadinya, ini.
Tuang perasaan melalui musik
Thunder pertama kali dikenal publik saat bergabung dengan boy group MBLAQ pada tahun 2009. Bersama grup yang dibentuk oleh aktor sekaligus penyanyi Rain di bawah manajemen J. Tune Camp ini, Thunder meraih sukses. Beberapa lagu MBLAQ, seperti Y (2010), Mona Lisa (2011), dan Scribble (2012) menempati posisi puncak di beberapa chart musik Korea.
Popularitas mereka yang terus meningkat mengantarkan MBLAQ pada tur Asia pertama yang bertajuk The BLAQ% Tour, tahun 2012. Indonesia menjadi negara yang pertama dikunjungi MBLAQ untuk rangkaian tur ini. Masih melekat di benak femina saat menghadiri konferensi pers konser MBLAQ di Jakarta. Dibanding Joon, MIR, G.O, dan Seung-ho, Thunder merupakan anggota yang paling kalem. Ketika teman-temannya menjawab pertanyaan media sambil tertawa lepas, reaksi Thunder hanya tersenyum kecil. Sepertinya, ini terjadi karena ia bukan tipe orang yang gampang akrab dengan orang yang baru dikenalnya.
“Saya tergolong pemalu, jika bertemu orang-orang baru. Tapi, sesungguhnya di tengah orang-orang terdekat saya justru menjadi pembuat lelucon. Saya bertugas membuat mereka tertawa,” ungkap pria kelahiran 7 Oktober 1990 ini.
Tahun 2014, adik dari Sandara Park ini (mantan anggota girl group 2NE1) mengambil keputusan besar: ia tidak memperbarui kontrak saat kontraknya dengan J. Tune Camp berakhir. Bersama Lee Joon, salah satu anggota MBLAQ, Thunder memilih bersolo karier dan meninggalkan MBLAQ, yang membuat para A+ (sebutan untuk penggemar MBLAQ) berduka. Tentunya banyak yang penasaran mengenai alasan dari keputusan Thunder ini. Sayang, sesaat sebelum wawancara, femina dilarang bertanya seputar hal ini dan MBLAQ.
Lepas dari MBLAQ, Thunder bergabung dengan manajemen Mystic Entertainment. Ia membintangi drama seri Make a Woman Cry yang tayang di MBC pada tahun 2015, dan menjadi cameo di drama seri Woman with a Suitcase, tahun berikutnya. Namun, bukan berarti ia melupakan musik. Akhir tahun 2016, Thunder merilis album solo yang bergenre R&B dengan sentuhan jazz yang terdengar energik, Thunder, dengan Sign sebagai single utama. Sebagai penyanyi solo, kini Thunder memiliki kebebasan mengekspresikan diri. Thunder menciptakan semua lagu dalam album itu. Menurut Thunder, ia suka mencurahkan perasaannya melalui musik.
“Saat sedang sedih, selain makan, saya biasa menumpahkan perasaan saya menjadi lirik lagu. Ini efektif membuat hati saya menjadi lebih lega,” katanya. Kepiawaiannya menciptakan lagu tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri. Saat Lee Joon, sahabat baiknya, wajib militer, Thunder menciptakan lagu berjudul What I Want to Give untuknya.
“Pada 24 Oktober 2017, Lee Joon mulai menjalankan wajib militer. Dia ingin memberikan lagu untuk fans sebagai hadiah perpisahan. Oleh karena itu, saya membantunya menciptakan lagu tersebut,” ujar pria yang pada akhir Oktober lalu merilis single album berjudul Ringxiety ini.
Klik page number di bawah untuk cerita Thunder selanjutnya.

Foto: Jane Juarahadi
Pengarah Gaya: Febianca Putri
Tahun ini, Thunder kembali menjajaki dunia akting. Bukan drama Korea, melainkan film Indonesia! Berita mengenai keterlibatan Thunder di film Forever Holiday in Bali sudah terdengar sejak Februari lalu. Namun, baru di ajang JFW 2018, Sonamu Cine House sebagai rumah produksi mengadakan konferensi pers dan memperkenalkan kedua bintang utamanya, Thunder dan Caitlin Halderman. Di film ini, Thunder berperan sebagai Kay, bintang Korea yang ‘melarikan diri’ ke Bali karena merasa jenuh dengan kehidupannya sebagai idol.
Kesamaan karakter antara Kay dan dirinya diakui Thunder menjadi salah satu penyebab dirinya setuju untuk berpartisipasi. Kay adalah idola Korea layaknya Thunder. Di satu sisi, saat sedang marah, ia mengaku tabiatnya sama seperti Kay. Alasan lain ia bermain di film yang akan tayang di bioskop awal 2018 ini adalah jalan ceritanya yang ringan dan romantis.
“Di Korea, kami menyebutnya Cinderella Story. Banyak sekali hal-hal yang mirip dengan drama Korea, termasuk kisah cintanya. Saya merekomendasikan film ini untuk wanita dan pria yang belum jadian, tapi menuju ke arah sana atau dalam masa pendekatan,” ujarnya.
Syuting film sepenuhnya dilakukan di Indonesia, khususnya Bali, selama 1,5 bulan. Selama syuting, pria yang hobi makan ini tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan cuaca tropis. Maklum, saat kecil ia pernah tinggal di Filipina selama beberapa tahun. Ia juga tidak menemukan kendala berarti terkait bahasa karena di sepanjang film menggunakan bahasa Korea dan Inggris.
“Saya baru tahu beberapa kata bahasa Indonesia, seperti ayam, nasi goreng, satu dua…. Saya tertarik untuk mempelajarinya nanti,” katanya, sambil tersenyum.
Selama syuting, terutama saat mengambil adegan di pantai, ia mengaku sulit berkonsentrasi karena dikelilingi orang-orang yang asyik berjemur, berenang, dan surfing.
“Soalnya, saya jadi ingin bergabung dengan mereka, ha… ha… ha….” Rupanya, 1,5 bulan di Indonesia membuat Thunder jatuh cinta pada makanan lokal. Selain nasi goreng, mi instan Indonesia menjadi favoritnya. Saat kembali ke Korea setelah syuting, Thunder sampai membeli berkardus-kardus mi instan untuk dibagikannya kepada teman dan keluarganya.
“Saya paling suka mi goreng dengan telur ceplok. Suatu hari, saya dan Sandara tidak bisa tidur. Akhirnya, saya memasakkan mi goreng Indonesia untuknya,” jelas Thunder, yang tinggal serumah dengan sang kakak.
Untuk mendapatkan chemistry yang bagus dengan lawan mainnya, Caitlin, Thunder pun banyak menghabiskan waktu dengannya di luar syuting. Misalnya, makan siang atau makan es krim bersama. Berhubung syuting dilakukan di Bali yang dipenuhi turis Barat, Thunder mengaku tidak ada fans yang membuntuti mereka.
“Kalaupun ada, tidak masalah. Saya memiliki kesan yang baik mengenai fans Indonesia. Bahkan, saat saya datang bersama mantan grup beberapa tahun lalu, saya disambut dengan hangat. Orang Indonesia sangat passionate dan memiliki virus bahagia. Ketika mereka di samping saya dan merasa bahagia, energi positif ini menular kepada saya,” jelasnya.
Kehidupan pribadi sosok bintang K-pop selalu menarik untuk disimak, termasuk urusan cinta. Untungnya, pria bertinggi 180 cm ini tidak menghindari pertanyaan tentang hal ini.
“Saya lebih suka wanita yang memiliki kepribadian yang sama dengan saya. Kalau berbeda, kami bisa sering bertengkar. Saya suka wanita yang passionate dan petualang. Misalnya, ketika saya mengajaknya untuk mencoba makanan baru, dia tanpa ragu mau melakukannya.”
Menurut pengakuan Thunder, ia cenderung pemalu saat menyukai seseorang. Namun, belakangan ia menyadari harus lebih berani dalam mengekspresikan perasaannya. Saat jatuh cinta, apakah ia akan menceritakannya kepada orang-orang terdekat?
“Awalnya saya akan menyimpannya sendiri. Namun, ketika saya makin yakin, saya akan memberi tahu teman baik saya. Tentu saja, tanpa mengumumkannya kepada fans,” candanya. (f)
Baca juga:
Ungkapan Hati Thunder Soal Wanita & Kencan Impian
12 Fakta Thunder, Mulai Dari Kecintaannya Terhadap Mi Instan Indonesia Hingga Komentar Fans yang Membekas di Hati
Pengakuan Thunder Soal Gaya Fashionnya
Bermain Film Forever Holiday in Bali, Ini Cerita Thunder Tentang Pengalamannya di Indonesia