
Dari modeling hingga akhirnya terjun ke dunia akting dengan bermain dalam film Berbagi Suami (2006) yang mengganjarnya dengan dua penghargaan sebagai Pemeran Utama Wanita Terpuji (Festival Film Bandung 2006) dan Pendatang Baru Wanita Terpilih (Festival Film Jakarta 2006), Dominique Agisca Diyose (30) kini tengah menjalani babak baru dalam kehidupannya: mewujudkan mimpinya untuk mendirikan sekolah model dan menetap di Bali.
Di sela-sela pemotretan cover dan mode untuk edisi pertama 2019 ini, Domi, panggilan akrabnya, tampak menikmati perannya kini sebagai model, pebisnis, dan juga seorang Ibu.

Keluarga jadi prioritas
Ketika bertemu di lokasi pemotretan, Six Senses Uluwatu Bali, tidak banyak yang berubah dari penampilan supermodel yang sudah tiga bulan belakangan ini menetap di Bali itu, selain warna kulitnya yang terlihat lebih gelap. Wajah oriental dan potongan rambut pendek membuat Ia tampak sangat muda dan segar. Aura model itu tetap melekat pada sosoknya meski kini ia telah memiliki seorang putra berusia 8 bulan bernama Aksadaru Mahameru.
Meru panggilan akrab bayi mungil itu tertidur nyaman dalam dekapan Domi. Ketika Domi bersiap untuk sesi make up, suaminya, Ivan Handoyo (39) yang setia menemani, dengan sigap langsung mengambil alih Meru. Tanpa canggung pria yang berprofesi sebagai creative director ini berganti peran mengasuh si kecil.
“Saya dan Ivan itu ibarat botol ketemu tutupnya. Saling melengkapi,” katanya, tersenyum.
Termasuk soal berbagi tanggung jawab dalam mengasuh Meru ketika salah satu disibukkan dengan pekerjaan. “Kalau kebetulan sama-sama ada urusan di Jakarta, Ivan ikut jagain anak. Namun, lebih sering, saya dan anak saja yang ke Jakarta,” tambahnya.
Pemeran Sarah dalam film Guardian (2014) ini mengaku bahwa soal parenting, ia dan suami termasuk pasangan yang sangat simple dan casual. Meski begitu, mereka selalu ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati, termasuk lingkungan yang lebih berkualitas untuk tumbuh kembang anaknya.
“Karena alasan itulah kami memutuskan untuk pindah ke Bali demi tinggal di lingkungan dengan suasana yang alami,” ungkap wanita kelahiran Semarang, 7 Agustus 1988.

Sejak pindah ke Bali pada September lalu, hari-hari Domi dihabiskan bersama keluarga dan itu diakui sangat membahagiakannya. Ia mengaku sangat menikmati dan tak memiliki kendala untuk beradaptasi. Apalagi ini adalah salah satu mimpinya yang terwujud. Selain itu, mereka juga memiliki banyak sahabat yang menetap di Bali sehingga menjalani babak baru kehidupan ini terasa jauh lebih mudah.
“Sebelum menikah saya bertekad agar karier jalan terus. Tapi, setelah menikah dan memiliki anak, banyak hal berubah. Saya ingin memiliki lebih banyak waktu untuk Meru,” cerita Domi, yang mengaku kini lebih selektif dalam memilih tawaran pekerjaan, terutama jika harus ke luar kota.
Demi tetap dekat dengan buah hatinya, Domi sengaja tidak menggunakan babysitter.
“Berhubung masih menyusui, dan ingin merawat langsung, anak saya bawa kemana-mana saat bekerja, bahkan ketika ada pekerjaan di Jakarta. Saya mau ia mengenal dunia dan beradaptasi dengan lingkungan sejak usia dini,” katanya.
“Hidup dekat dengan alam Kami berharap kualitas hidup juga bisa lebih baik di sini.” memang impian saya dan Ivan.

Mimpi Bersama
Banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan Dominique, namun ia tak merasa sendiri menjalaninya. Ada Ivan yang setia mendengarkan setiap keluh kesah dan mimpi-mimpinya. Domi bercerita, ia mengenal Ivan sejak masih berusia 13 tahun, di masa awal meniti karier di dunia modeling. Saat itu Domi tengah menjalani sesi pemotretan untuk bridal di Malang, Jawa Timur dan Ivan bekerja sebagai desain grafis-nya. Kebetulan, yang memotret Domi adalah sahabat Ivan.
Pertemuan berikutnya terjadi beberapa tahun kemudian saat pembuatan video klip untuk band Sore. Saat itu Ivan adalah sutradara video klip tersebut. “Namun, setelah proyek itu hubungan kami terputus. Kami menjalani kehidupan masing-masing,” ungkap wanita yang senang membicarakan film daripada politik ini.
Keduanya kembali terhubung ketika tahun 2013 tanpa sengaja mereka terlibat dalam proyek kemanusiaan untuk membantu anak-anak kaum marginal yang dikerjakan yayasan sosial milik Kanaya Tabitha.
Setelah itu, pertemanan keduanya tetap terjalin lewat pertemuan-pertemuan di beberapa tempat hingga kemudian masing-masing menikah.
Ternyata kehidupan memiliki caranya sendiri. Setelah pernikahan pertamanya dengan Marshall Sastra berakhir, Domi kembali dipertemukan dengan Ivan.
“Kebetulan saat itu dia juga single, karena ikatan pernikahannya yang pertama juga sudah berakhir. Kami menjadi dekat dan saya baru tahu kalau ternyata dia sudah nge-fans sama saya sejak pertama kali kami bertemu,” katanya, tersenyum.

Seperti diakui Domi, dalam hal passion dan hobby, ia dan Ivan memiliki banyak kesamaan. Begitu pun dengan impian. Termasuk mimpi menikah di negara yang sangat eksotis, Bhutan.
“Waktu saya cerita ingin menikah di Bhutan, ternyata Ivan juga memiliki keinginan yang sama,” kata Domi. Dan mimpi tersebut benar-benar terwujud keduanya melangsungkan pernikahan di Bhutan pada 14 Oktober 2016.
Dua tahun lebih menjalani rumah tangga bukan berarti mulus-mulus saja. Sebagai suami istri, Domi mengaku ia dan Ivan juga terkadang berbeda pendapat. Kalau sudah berdebat, salah satu biasanya memilih untuk diam sejenak agar pertengkaran tak terus memuncak. “Ivan sih yang lebih sering mengalah, kalau saya suka ambekan,” ujarnya, tertawa.
Dalam membangun keluarga, Domi mengaku tidak ingin merencanakan masa depan keluarganya terlalu muluk-muluk. Ia ingin hidup sederhana dan berkecukupan. “Yang pasti kami ingin anak kami tahu bahwa ia berasal dari Indonesia. Kami ingin mendidiknya agar ia kelak menjadi orang yang selalu rendah hati, dekat dan mencintai alam,” katanya.
Membangun Bisnis
Satu hal yang menjadi pertanyaan banyak orang ketika ia memutuskan pindah ke Bali adalah bagaimana karier modelingnya? Apakah ia akan gantung sepatu dan mengakhiri karier sebagai model?
Kenyataannya, Domi tidak ingin buru-buru mengakhiri karier yang sudah ia bangun dengan serius sejak usia 13 tahun. Apalagi, hingga kini tawaran modeling itu tetap berdatangan, walaupun ia jadi lebih memilih di ‘panggung’ mana ia ingin tampil.
Seperti sudah banyak diberitakan bersama tiga temannya sesama model yaitu Kelly Tandiono, Laura Muljadi, dan Paula Verhoeven, ia mendirikan sekolah model, Supermodels Project.
Berperan sebagai CEO di Supermodels Project, Domi memiliki tanggung jawab yang besar. Namun, ia optimistis kepindahannya ke Bali tidak akan mempengaruhi operasional sekolah yang sudah berjalan sejak April 2018.
“Dengan posisi tempat tinggal yang jauh, serta kesibukan masing-masing, kami tetap bisa berkoordinasi dengan baik. Kadang bertemu dan meeting di Bali, atau saya ke Jakarta,” ujarnya. “Selain memberikan pelatihan di sekolah model, kami juga memberikan mentoring di berbagai seminar atau workshop di berbagai perusahaan,” tambahnya.
Yang terbaru, Domi tengah mencoba peruntungannya di bidang bisnis. Berkolaborasi dengan seorang teman, mereka membuat produk skin care berbahan dasar fish oil. Ide ini muncul setelah ia belajar teknik meracik skincare di sekolah khusus membuat organic skin care.
“Tugas saya meracik bahanbahannya. Produk ini hanya untuk holiday season, khusus Natal dan Tahun Baru saja,” kata Domi, senang.
Selain itu, ia dan Ivan juga tengah merancang sebuah proyek yang berkaitan dengan sustainability dan kebudayaan. Rencananya, proyek tersebut akan mereka realisasikan pada tahun 2019 ini.

“Proyek ini sangat menyenangkan kami berdua, karena kami sama-sama suka hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan. Apalagi kami saat ini tinggal di Bali yang kental dengan pelestarian tradisi dan budaya,” kata wanita yang lebih tertarik dengan proyek-proyek sustainability karena manfaatnya tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitar.
Eksistensi Domi di dunia modeling selama belasan tahun tentu tidak lepas dari prinsip hidup yang selalu ia pegang erat, yaitu setiap pekerjaan yang ia jalani, dilakukan dengan sepenuh hati. “Passion mesti didukung oleh attitude, disiplin, kerja sama tim, dan behavior. Itu semuanya saya pegang hingga saat ini,” tegasnya. (f)
TEKS & PENGARAH GAYA: FIQI BANAFSAJI, FEBIANCA PUTRI.
FOTOGRAFER: AGUNG NGURAH ADITYA – LOVE BY NPM (IG: @ANADITYA_ @LOVEBYNPM), NICKY GUNAWAN (IG: @NICKNOCK_28).
RIAS WAJAH & RAMBUT: EMMA KRISTYONO (IG: @EMMAKRISTYONO)
RIAS KUKU: PAINT IT NAILS (IG: @PAINTITNAILS).
FOTO EARINGS (@LOOLLA_ID).
LOKASI: SIX SENSE ULUWATU, JALAN GOA LEMPEH, ULUWATU, BALI – WWW.SIXSENSES.COM. SUNDAY’S BEACH CLUB, JALAN PANTAI SELATAN GAU BANJAR WIJAYA KUSUMA UNGASAN, BALI – WWW.SUNDAYSBEACHCLUB.COM
MITRA PERJALANAN: TIKET.COM
Baca Juga:
Pengalaman Dianna ‘Loo’ Suriani Melompat Dari Wajah Femina Ke Dunia Modeling Internasional
Hit N Run, Akting Laga Pertama Tatjana Saphira
Tatjana Shapira Juga Pernah Alami Krisis Percaya Diri