
Selalu total dalam memberikan yang terbaik, dan menikmati setiap proses dengan pikiran positif berhasil membawa Kevin Liliana (21) mencetak berbagai prestasi. Kini, wanita yang baru saja dinobatkan sebagai Miss International 2017 ini siap memberikan kontribusi bagi Indonesia dan dunia. Seperti apa?
Ingin Lebih Berdampak
"Dunia ini indah karena keberagaman, bukan kesamaan. Kalau saya jadi Miss International, saya akan menyebarkan semangat positif keberagaman ini dan juga budaya menerima keberagaman."
Jawaban Kevin di malam penobatan Miss International di Tokyo Dome City, Jepang, pertengahan November 2017 itu mengalir dalam kalimat lugas, penuh keyakinan. Jawaban ini pula yang membuat para juri membulatkan suara mereka untuk memberikan mahkota kemenangan dari pendahulunya, Kylie Verzosa, Miss International 2016 dari Filipina.
"Indonesia, we did it!” pekiknya, usai dinobatkan menjadi Miss International 2017. Wanita kelahiran Bandung, 5 Januari 1996 itu berhasil mengalahkan 69 kontestan dari 69 negara. Ini adalah kemenangan pertama sejak keikutsertaan Indonesia di tahun 2007.
Perjuangan yang harus dilalui oleh Runner Up 1 Putri Indonesia 2017 dan Putri Lingkungan Hidup 2017 ini tidaklah mudah. Selama delapan bulan ia mempersiapkan diri. Termasuk keterampilan seni yang ia pilih yaitu pencak silat, dan memainkan musik angklung. Dua kesenian tradisional dari bumi kelahirannya, Jawa Barat.
Bila umumnya musik angklung dimainkan dalam grup, maka di ajang pemilihan Miss International, Kevin bermain solo, memainkan 9 tangga nada hanya dengan dua tangan. Fokus, daya ingat terhadap tangga nada lagu, kelincahan, dan kesinambungan irama menjadi tantangan yang sangat tidak mudah. Demi memberikan yang terbaik, ia rela bolak-balik Jakarta – Bandung untuk berguru di Saung Angklung Udjo.
Kerja kerasnya terbayar! Membawakan lagu kenangan Sukiyaki yang dipopulerkan grup musik AS Blue Diamond, ia berhasil memukau seluruh kontestan dan tamu undangan yang hadir di salah satu acara jamuan makan malam. Mengenalkan kekayaan budaya Indonesia memang menjadi salah satu misi yang dibawanya di ajang internasional ini.
“Apresiasi terhadap budaya yang digali secara mendalam akan membuka cara pandang kita dalam menyikapi perbedaan. Di Indonesia, segala perbedaan ini menjadi kekayaan yang membangun rasa saling menghargai, toleransi, dan perdamaian,” ungkap Kevin, tentang prinsip Bhineka Tunggal Ika, yang hendak ia tularkan sebagai model perdamaian di berbagai negara yang ia kunjungi kelak sebagai Miss International.
Sekarang, apa lagi targetnya di tahun 2018? “Ingin lulus dari kuliah dan membuat pelatihan desain untuk anak dan remaja di Bandung. Ini menjadi semacam pembelajaran meningkatkan cara berpikir dan proses kreatif mereka,” ungkap mahasiswi tingkat akhir jurusan Desain Interior Universitas Kristen Maranatha, Bandung itu penuh semangat.
Kevin percaya dalam proses kreatif, otak kita akan dipacu untuk menemukan 1001 macam ide solusi. Keterampilan ini penting untuk mengimbangi sistem belajar di sekolah yang masih bersifat teoritis. “Banyak dari teori itu yang tidak terpakai saat kita terjun langsung ke lapangan. Jika terbiasa berpikir kreatif, maka mereka tidak terhenti pada tantangan dan kesulitan, tapi terus bergerak mencari jalan lain,” lanjut Danton (Komandan Pleton) Paskibraka terbaik Kota Bandung (2009) dan di Jawa Barat-Banten (2010), itu penuh harap.
Klik page number di bawah untuk cerita lainnya dari Kevin Liliana.

Menaklukkan Ketakutan
“Persiapan mental merupakan tahapan yang paling menguras energi dan pikiran. Sebab, saya ini sebenarnya tipe orang introver,” ungkap Kevin terus terang. Dengan latar kepribadian ini, ia harus berjuang mengalahkan beragam ketakutan. “Saya tidak mau mempermalukan Indonesia,” tekad putri pasangan Eddie Foe dan Lina Yulianti itu.
Dulu, jangankan berbicara di depan umum, untuk bertanya saja ia selalu takut. Takut dianggap pertanyaannya konyol. Namun, pengalaman mengikuti berbagai kompetisi menjadi wadah penggemblengan mental dan kemampuan berbicara di depan umum baginya
"Di Putri Indonesia, saya banyak menghadiri undangan dan diminta bicara. Saya juga menyaksikan bagaimana orang-orang hebat berbicara di depan umum. Saya belajar dari mereka," ungkapnya.
Khusus untuk Miss International, setiap hari, di kamar mandi, ia mencuri waktu untuk melatih pidatonya secara berbisik-bisik agar tidak mengganggu teman sekamarnya, Miss India. Di lain waktu, ia akan merekam pidatonya dengan voice note, lalu mengirimkannya kepada guru bahasa Inggrisnya di Indonesia untuk pengecekan lafal dan kejelasan kata-kata.
Kegigihan dan semangat juangnya sulung dari dua bersaudara ini telah terlatih sejak kecil. Ia sempat tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sulit. Di saat yang sama, ia harus terpisah dari ayahnya yang harus bekerja di luar kota.
“Untungnya saya tipe anak yang bisa didiamkan sendiri, tidak rewel,” kisah Kevin, mengenang masa kecilnya. Pakaian yang dipakainya seadanya, mengandalkan pemberian dari para saudara sepupu yang mayoritas laki-laki. Alhasil, sehari-hari ia memakai celana pendek dan kemeja anak laki-laki. Ditambah potongan rambut cepak dan tubuh kurus, ia kerap dipanggil A’a (abang, bahasa Sunda).
Sempat memanjangkan rambut atas inisiatif sang ibu, Kevin kecil nekat mampir ke salon sendiri untuk potong rambut karena kegerahan. Karuan saja ini membuat ibunya marah. Saat ia menginjak SMP, ibunya memasukkan Kevin ke sekolah kepribadian yang memiliki kelas modeling. Begitu lulus kursus, ia menjajal diri mengikuti kompetisi Gadis Sampul. Setelah tidak dipanggil di tahun 2011 sebagai unggulan pun, di tahun berikutnya ia kembali mendaftar dan meraih gelar Gadis Sampul Persabahatan 2012.
Kevin sempat menangis di malam gladi bersih Miss International. Ada beban mental berat harus meraih prestasi lebih baik dari peserta tahun lalu, Felicia Hwang, yang berhasil menjadi Runner Up-2 dan memenangkan Miss Best Dresser. "Saya takut Indonesia tidak akan dipanggil,” ceritanya.
Namun, setiap kali ketakutan dan berbagai pikiran negatif menyerang, Kevin akan berusaha menertibkan pikirannya. Ia kembali mengingat kesungguhannya selama 8 bulan masa persiapan. Ia telah memberikan yang terbaik. Kuncinya, ia harus tetap percaya diri.
“Sisanya, biarlah Tuhan yang bekerja. Sebab jika saya sampai ada di atas panggung, itu karena ridho dari Tuhan,” ungkap Kevin, yang tak lupa membawa Al-Quran selama masa karantina. (f)
BUSANA & AKSESORI: JII BY GLORIA AGATHA (IG: @JIIGLORIA), RIAS WAJAH: DHIRMAN PUTRA (IG: @DHIRMANPUTRA) TATA RAMBUT: LINDA KUSUMADEWI (IG: @LINDA_KUSUMADEWI), PENGARAH GAYA: FIQI BANAFSAJI, FOTOGRAFER: ZAKY AKBAR (IG: @UDAEKI)
Baca juga:
Mendukung Gerakan #MeToo dan #TimesUp, Pemandu Acara dan Presenter Penghargaan SAG Awards 2018 Seluruhnya Wanita
Sheila on 7 Rilis Single Film Favorit di Bawah Label Sendiri
Uniknya Kostum Nasional yang Dikenakan Miss International 2017 Kevin Liliana