Foto : Dok. L'Oreal
 

Di usia yang baru memasuki angka 20, bintang Camila Cabello sudah bisa disejajarkan dengan penyanyi solo papan atas sekelas Bruno Mars. Setelah keluar dari girl band yang membesarkan namanya, Fifth Harmony, Camila memilih untuk bersolo karier.
 
Musik memengaruhi hidup saya melalui banyak cara. Saya merasa musik mewakili diri saya dalam bentuk suara. Gambaran suara tersebut membantu mengenang momen dan mengajari diri saya sendiri. Musik adalah pelarian, sebuah terapi dan cinta pertama. Musik adalah segala-galanya bagi saya. Saya merasa sangat beruntung dapat mengerjakan apa yang saya cintai,” kata wanita bernama lengkap Karla Camila Cabello Estrabao.
 
Single solo keduanya berjudul Bad Things hasil kolaborasi dengan rapper Machine Gun Kelly, berhasil mendapatkan double platinum. Kesuksesan tersebut semakin mendorong penyanyi berdarah Kuba – Meksiko ini untuk memantapkan kariernya di jalur musik solo.
 
Mengikuti kesuksesan beberapa single-nya, Camila kini tengah fokus untuk meluncurkan album solo perdana. Dalam album ini, sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu, ia ingin mengekplorasi perasaan dan berbagi cerita lewat lagunya. Seperti dalam lagu berjudul Crying in The Club, yang rilis Mei 2017, berevolusi dari lagu yang mengekspresikan perasaan menjadi lagu wajib di banyak club. Lagu yang video musiknya telah ditonton sebanyak 50 juta kali ini rencananya akan mengisi album perdana Camila berjudul The Hurting. The Healing. The Loving yang akan rilis September 2017.
 
Kebebasan dalam membuat musik sendiri membuat Camila tumbuh menjadi penyanyi solo yang memiliki ciri khas, selain suara indahnya. “Saya memiliki banyak kenangan ketika menulis album solo ini. Saya menulis lagu-lagu itu sendiri di kamar mandi hotel, tidak pernah di dalam sebuah studio yang resmi. Sangat menyenangkan dan saya belajar banyak dari sini,” ungkap wanita yang mendapat julukan The Talented It-Beauty.
 
Pada tahun 2012, ketika Camila berumur 15 tahun, ia meminta sang ibu membawanya mengikuti sebuah audisi di acara televisi, X Factor. Di sana untuk pertama kalinya, Camila bernyanyi di depan banyak orang. Dari ajang ini ia mengawali sepak terjangnya bersama Fifth Harmony, sebuah girl band yang membawanya menjadi salah satu remaja perempuan yang berpengaruh di dunia musik pop dengan beberapa lagu hits dan video dengan milyaran penonton.
 
Namun, akhir tahun lalu, setelah perjalanan hampir lima tahun bersama Fifth Harmony, Camila memutuskan untuk bersolo karier. Meski begitu, wanita yang memiliki 11 juta penggemar ini pun mengaku masih merasa gelisah sebelum tampil di atas panggung dan saat mengalami tekanan dari media sosial. “Penggemar, para Camilisers adalah komunitas tempat saya berbagi kasih selain musik,” kata wanita yang terobsesi dengan Harry Potter ini.

Baca kelanjutan cerita tentang kesibukan Camila dalam berbagai kegiatan sosial di laman selanjutnya.
 
 


Foto : Dok. L'Oreal
 

Peduli Sosial
Selain membuat musik, Camila memanfaatkan suara indahnya untuk membangkitkan kesadaran akan masalah-masalah yang dekat dengan hatinya. Pengalaman hidup menjadi imigran di Amerika Serikat membuat Camila tidak ingin melepas akarnya dan ingin berbagi dengan mereka yang memiliki pengalaman serupa.
 
Di tengah kesibukannya, Camila aktif mendukung yayasan amal seperti Save the Children dan ikut dalam berbagai konser penggalangan dana. Wanita kelahiran 3 Maret 1997 ini juga bersuara untuk pemberdayaan perempuan, ketika dinobatkan oleh majalah Time sebagai salah satu remaja yang berpengaruh di tahun 2016.
 
“Tidak ada yang lebih baik daripada mendapatkan pengakuan menjadi seorang aktivis untuk mendukung perubahan positif di dunia melalui suara saya. Saya sangat mendukung hak para imigran, hak perempuan, kesetaraan gender, serta hak semua orang, semua suku dan agama termasuk kesehatan dan edukasi anak-anak,” kata wanita yang mengaku musiknya terpengaruh dari banyak orang, mulai dari Michael Jackson, Ed Sheeran, Bruno Mars, Rihanna, Shakira hingga artis Latin seperti Alejandro Sanz.
 
Meski usianya terbilang muda, wanita yang mengaku introvert ini memiliki visi di bidang pemberdayaan perempuan di industri musik. Menurutnya, wanita memiliki kekuatan dan musik sebagai sebuah bentuk ekspresi. “Pertunjukkan, video dan lagu adalah media terbaik untuk mengekspresikan kekuatan. Bayangkan saja Beyonce memimpin sebuah pertunjukan yang besar—saya rasa tidak ada yang bisa menandinginya dalam mengekspresikan tentang pemberdayaan perempuan,” katanya serius.
 
Tahun ini, sepak terjang wanita yang memiliki hobi nonton film Disney, di dunia sosial semakin mantap setelah ia terpilih sebagai spoke person L’Oreal Paris yang memiliki perhatian besar pada isu-isu sosial. “Kecantikan adalah cara Anda membagi diri Anda sebagai seseorang. Ini kesempatan luar biasa, bekerja sama untuk menjalankan kampanye-kampanye yang memberdayakan dan mengangkat perempuan di seluruh dunia. Untuk semuanya, kejarlah mimpi Anda, ‘We’re worth it!’,” katanya. (f)

Baca Juga :
Selena Gomez, Fifth Harmony, dan Shawn Mendes Bikin Red Carpet AMAs 2016 Lebih Berwarna
Kontroversi Pemenang Best Music Video di Ajang #iHeartAwards 2017
7/27, Persembahan Fifth Harmony, Group Jebolan The-X Factor Amerika