Foto: Dok. Pribadi

Besar sebagai putri mantan pasangan selebritas Anang Hermansyah dan Krisdayanti (KD) membuat orang menilai Aurel Hermansyah memiliki kehidupan yang berbeda dengan anak remaja seusianya. Ia dianggap hanya anak artis yang mendompleng nama besar orang tuanya demi kesuksesan kariernya sebagai penyanyi atau DJ, seperti yang sekarang ini ia geluti.

Komentar-komentar negatif yang mem-bully-nya pun tak ayal harus dihadapinya. Walau berusaha sebisa mungkin untuk tak mengacuhkan haters yang kerap menyerangnya, tak selalu mudah baginya untuk menghadapi mereka. Bahkan, ia pernah sampai menangis, ketika para haters menyinggung keluarganya. “Namun, yang bisa saya lakukan hanyalah tak mengacuhkannya. Toh, para haters tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang penting, orang-orang terdekat saya tetap mendukung,” jelas Aurel,  yang juga tak bisa melarang orang lain untuk tidak mengomentari dirinya.

Belum lagi, ia dianggap tak  memiliki suara sebagus orang tuanya, sehingga kerap dibanding-bandingkan dengan sang ibu. “Kalau sedang manggung, ada, tuh, yang bilang, ‘Suaranya jelek!’  Saya   sadar, saya masih banyak belajar untuk meningkatkan kemampuan menyanyi,” cerita Aurel, yang harus belajar nyanyi, DJ, dan les piano empat kali dalam seminggu, agar bisa meningkatkan kemampuan bermusiknya.

Ini adalah upayanya untuk menjawab tuduhan atas dirinya yang dinilai hanya mendompleng nama orang tuanya. Bahkan, ketika ada orang yang kerap membandingkannya dengan kesuksesan kedua orang tua kandungnya, Aurel  makin tertantang untuk membuktikan kemampuan, bukannya mendompleng nama besar orang tua.

“Mimi (panggilan Aurel kepada Krisdayanti, Red) memang sangat bagus nyanyinya. Tapi saya yakin, saya bisa lebih baik dari Mimi. Saya ingin belajar dulu dengan serius di industri hiburan ini, agar nantinya bisa menjadi penyanyi yang lebih baik darinya,” ujarnya, semangat.

Walau kerap dinilai sebagai anak artis tak berbakat oleh sebagian orang, nyatanya Aurel tetap menjadi pusat perhatian jutaan orang. Setidaknya bagi 4,1 juta orang yang mengikuti akun Instagram-nya. Bahkan, demi mengekspresikan eksistensi, sekaligus membuktikan keseriusannya berkarier secara mandiri, gadis kelahiran 18 Juli 1998 ini berbisnis kosmetik, Aurelloly Lip Cream.

“Saya ingin belajar bisnis, supaya bisa mandiri berkarier. Ini bukti, saya bukan cuma  ‘anak artis’ yang enggak bisa kerja apa-apa,” ujar gadis yang kini sedang menimba ilmu jurusan komunikasi di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, ini.

Namun, di balik kesuksesannya berkarier, ada juga peran Ashanty, ibu sambungnya, yang selalu mendukung. “Bunda tidak pernah capek mendorong saya les dan belajar ini itu. Karena menurutnya, saya tidak boleh ‘nanggung’ kalau ingin sukses,” kenangnya. Keberadaan keluarganya, diakui Aurel, adalah penguat ketika ia menghadapi berbagai macam tantangan yang menyudutkannya.

Ia yakin, selama masih ada mereka yang mendukung di belakangnya, ia akan berhasil melewati berbagai komentar negatif, pandangan sinis, hingga orang yang suka membandingkan kemampuan dirinya dengan sang ibu. “Saat ini saya sedang kerja keras untuk mengembangkan diri. Lihat saja nanti, saya pasti bisa sukses dengan kaki saya sendiri,” tutupnya.

Bagaimana tanggapan KD terhadap ambisi putri sulungnya? Baca di halaman berikutnya.
 

 
Krisdayanti (41) mengakui, putri sulungnya itu memiliki talenta bermusik yang cukup kuat dari dirinya maupun Anang. Ia melihat sendiri bagaimana Aurel bisa cepat menangkap materi bermusik saat mengikuti kursus piano dulu. “Aurel waktu masih kecil sudah menunjukkan bakat musik. Saya berharap, ia bisa lebih rajin lagi belajar piano dan menyanyi,” ujar Krisdayanti.

Penyanyi yang biasa disapa KD ini menuturkan, masa remajanya dulu juga diwarnai konflik. Datang dari kota kecil Batu, Malang, tak sedikit orang yang meremehkan dirinya. KD juga mengaku tak percaya diri dengan warna kulitnya yang sawo matang dan tubuh yang tak terlalu tinggi. “Saya sempat minder saat awal datang ke Jakarta. Takjub dengan paras gadis-gadis Jakarta yang cantik,” akunya.

Untungnya, KD memiliki talenta tinggi di bidang tarik suara. Hal itulah yang menjadi andalannya hingga bisa diakui di kancah internasional. Di usia 17 tahun, KD menjadi Juara I kontes menyanyi se-Asia: Asia Bagus 1992. “Saya membuktikan bahwa saya punya kemampuan yang dibanggakan. Prestasi itu menjadi jalan pembuka saya untuk melebarkan karier ke dunia akting,” ujar KD, yang sempat membintangi beberapa sinetron.

Makanya, ia selalu berpesan kepada Aurel agar mengoptimalkan fasilitas yang diberikan ayah dan bundanya. “Jalani satu bidang dengan total supaya bisa menjadi ahli di bidang tersebut,” ujarnya. Sebagai ibu yang telah melahirkan Aurel, ia berharap anak sulungnya itu bisa memiliki karier yang lebih baik dari  ibunya. “Di zaman yang sudah  modern ini, saya berharap Aurel bisa lebih sukses dan hebat daripada saya,” tutup Krisdayanti, berbinar. (f)

Baca juga:
Krisdayanti: Melewati Kekacauan
Marsha Chikita Fawzi: Generasi Millennial Terbuka untuk Berkolaborasi
Miley Cyrus, Generasi Millennial yang Provokatif dalam Mengubah Imej