
Foto: Dok. Femina
Mengawali kariernya di dunia hiburan dari menjadi model sebelas tahun lalu, Renata Kusmanto (34) sempat mencicipi dunia akting dengan bermain di beberapa film. Namun, setelah menikah dan memiliki dua anak, ia rela melepas tawaran bermain film untuk sementara. Demi bisa fokus mengasuh kedua buah hatinya hasil pernikahannya dengan Fachri Albar (35).
Simak 8 fakta menarik dari Renata dengan klik page di bawah ini.

Dengan mengasuh sendiri kedua anak balitanya, Renata ingin merenda momen kebersamaan dengan kedua buah hatinya. Menyaksikan keduanya melewati milestones pertumbuhkan merupakan kebahagiaan terbesarnya saat ini.
>> Seperti apa kesibukan hari-hari Anda sebagai ibu?
Semenjak ada River (2 tahun 8 bulan) dan Clover (1 tahun 3 bulan), saya memang membatasi diri berkegiatan di luar rumah. Jarak usia anak-anak tidak jauh dan mereka sedang di tahap masa aktif, terutama River. Yang repot kalau pas suami syuting di luar kota. Bisa 2-3 minggu saya ditinggal sendiri bersama anak- anak. Tapi, kalau sedang tidak di luar kota, suami cukup bisa diandalkan untuk membantu menjaga anak-anak saat saya ingin beristirahat. Kalau saya sedang sakit, biasanya saya membawa anak-anak ke rumah orang tua untuk minta bantuan mereka mengasuh mereka.
>> Seperti apa kesibukan hari-hari Anda sebagai ibu?
Semenjak ada River (2 tahun 8 bulan) dan Clover (1 tahun 3 bulan), saya memang membatasi diri berkegiatan di luar rumah. Jarak usia anak-anak tidak jauh dan mereka sedang di tahap masa aktif, terutama River. Yang repot kalau pas suami syuting di luar kota. Bisa 2-3 minggu saya ditinggal sendiri bersama anak- anak. Tapi, kalau sedang tidak di luar kota, suami cukup bisa diandalkan untuk membantu menjaga anak-anak saat saya ingin beristirahat. Kalau saya sedang sakit, biasanya saya membawa anak-anak ke rumah orang tua untuk minta bantuan mereka mengasuh mereka.

>> Anda mengurus anak-anak tanpa bantuan asisten?
Saya dan Fachri sengaja melakukan semuanya sendiri karena ingin menciptakan momen kenangan akan kebersamaan dan bonding yang kuat dengan anak-anak. Selain itu, dengan merawat sendiri juga memastikan memberikan yang terbaik buat anak-anak. Hal ini pasti akan dirindukan oleh kami dan anak-anak saat mereka besar nanti.
Awalnya memang tidak gampang, Tapi, saya banyak bertanya mengenai parenting kepada orang tua saya, misalnya bagaimana menangani anak yang suka merengek, mengurus anak saat sakit, atau makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi anak. Saya juga banyak membaca buku atau browsing internet untuk menambah pengetahuan.
Saya dan Fachri sengaja melakukan semuanya sendiri karena ingin menciptakan momen kenangan akan kebersamaan dan bonding yang kuat dengan anak-anak. Selain itu, dengan merawat sendiri juga memastikan memberikan yang terbaik buat anak-anak. Hal ini pasti akan dirindukan oleh kami dan anak-anak saat mereka besar nanti.
Awalnya memang tidak gampang, Tapi, saya banyak bertanya mengenai parenting kepada orang tua saya, misalnya bagaimana menangani anak yang suka merengek, mengurus anak saat sakit, atau makanan apa yang tidak boleh dikonsumsi anak. Saya juga banyak membaca buku atau browsing internet untuk menambah pengetahuan.

>> Apakah kesibukan sehari-hari yang membuat Anda langsing?
Ha…ha…ha…. Mungkin karena tiap hari akrobatik mengurus anak sendiri ditambah memberikan ASI eksklusif untuk keduanya, badan saya cepat kembali langsing. Waktu hamil anak pertama, berat badan saya naik 13 kg, tapi lalu turun jadi 50 kg hanya dalam waktu dua minggu. Sementara saat hamil anak kedua, berat saya naik 17 kg, tapi turunnya lebih banyak setelah melahirkan. Sempat hanya berbobot 48 kg dan sekarang sedikit naik menjadi 50 kg. Untung saja bisa turun cepat, sebab saya tak sempat berolahraga. Kalaupun ada waktu, biasanya saya pergunakan untuk tidur karena capek sekali.
Ha…ha…ha…. Mungkin karena tiap hari akrobatik mengurus anak sendiri ditambah memberikan ASI eksklusif untuk keduanya, badan saya cepat kembali langsing. Waktu hamil anak pertama, berat badan saya naik 13 kg, tapi lalu turun jadi 50 kg hanya dalam waktu dua minggu. Sementara saat hamil anak kedua, berat saya naik 17 kg, tapi turunnya lebih banyak setelah melahirkan. Sempat hanya berbobot 48 kg dan sekarang sedikit naik menjadi 50 kg. Untung saja bisa turun cepat, sebab saya tak sempat berolahraga. Kalaupun ada waktu, biasanya saya pergunakan untuk tidur karena capek sekali.

>> Tidak kangen dunia akting?
Tentu saja perasaan kangen itu ada, tapi masalahnya, saya hampir tidak memiliki waktu kalau harus syuting seharian. Sekarang saja saya repot sekali dari pagi sampai malam. Saya bahkan harus pintar curi-curi waktu untuk bisa tidur. Me time adalah sebuah kemewahan. Untuk mengobati rasa kangen pada dunia modeling dan hiburan, paling saya mengambil tawaran catwalk show atau menjadi host sekali
dalam sebulan saja. Itu sudah lumayan.
Tentu saja perasaan kangen itu ada, tapi masalahnya, saya hampir tidak memiliki waktu kalau harus syuting seharian. Sekarang saja saya repot sekali dari pagi sampai malam. Saya bahkan harus pintar curi-curi waktu untuk bisa tidur. Me time adalah sebuah kemewahan. Untuk mengobati rasa kangen pada dunia modeling dan hiburan, paling saya mengambil tawaran catwalk show atau menjadi host sekali
dalam sebulan saja. Itu sudah lumayan.

Tak bisa dipungkiri, meski mengaku telat memasuki dunia hiburan, Renata menemukan passion dan bakatnya di sini. Film-film yang ia bintangi seperti Nazar (2009), Test Pack (2012), Ketika Tuhan Jatuh Cinta (2014), dan Melancholy is a Movement (2015) juga termasuk film yang disambut antusias penikmat film nasional.
>> Pilih mana: model atau akting?
Modeling memang passion saya sejak awal dulu masuk ke dunia hiburan sekitar tahun 2006. Saat itu sebetulnya agak terlambat karena saya sudah menyelesaikan kuliah. Saya ingat, dulu saya sampai dipinjami high heels karena seumur hidup belum pernah mengenakannya! Ha… ha… ha…. Dari sering difoto, lama-kelamaan saya mulai sering diajak membintangi videoklip. Beberapa videoklip yang pernah saya bintangi antara lain untuk Ungu, Naif, Samsons, Drive, Nidji, Ari Lasso, Padi, dan Chrisye. Seru, sih, jadi model videoklip, sebab harus bisa sedikit akting juga.
>> Pilih mana: model atau akting?
Modeling memang passion saya sejak awal dulu masuk ke dunia hiburan sekitar tahun 2006. Saat itu sebetulnya agak terlambat karena saya sudah menyelesaikan kuliah. Saya ingat, dulu saya sampai dipinjami high heels karena seumur hidup belum pernah mengenakannya! Ha… ha… ha…. Dari sering difoto, lama-kelamaan saya mulai sering diajak membintangi videoklip. Beberapa videoklip yang pernah saya bintangi antara lain untuk Ungu, Naif, Samsons, Drive, Nidji, Ari Lasso, Padi, dan Chrisye. Seru, sih, jadi model videoklip, sebab harus bisa sedikit akting juga.
>> Bagaimana cara Anda belajar akting?
Kalau akhirnya saya jadi menjajaki seni peran, itu karena penasaran dengan tantangannya. Ingin mencoba sesuatu yang baru. Tahun 2009, saya pertama kali diajak berperan di film Nazar yang bergenre komedi, yang disutradarai Sofyan D. Souza. Wah, ternyata berakting supaya orang bisa ketawa itu sulit sekali, ya!
Awal-awal bermain film, saya agak kesulitan dalam artikulasi. Kata sutradaranya, pengucapan saya tidak jelas dan logat saya terdengar aneh. Sebetulnya saya memang pendiam, tapi saya tidak tahu orang menilai cara berbicara saya kurang jelas. Saya sempat patah arang, tak mau main film lagi setelahnya.
Kalau akhirnya saya jadi menjajaki seni peran, itu karena penasaran dengan tantangannya. Ingin mencoba sesuatu yang baru. Tahun 2009, saya pertama kali diajak berperan di film Nazar yang bergenre komedi, yang disutradarai Sofyan D. Souza. Wah, ternyata berakting supaya orang bisa ketawa itu sulit sekali, ya!
Awal-awal bermain film, saya agak kesulitan dalam artikulasi. Kata sutradaranya, pengucapan saya tidak jelas dan logat saya terdengar aneh. Sebetulnya saya memang pendiam, tapi saya tidak tahu orang menilai cara berbicara saya kurang jelas. Saya sempat patah arang, tak mau main film lagi setelahnya.

>> Lalu, apa yang membuat Anda kembali ke film?
Tahun 2011, saya diajak main film lagi yang lokasi syutingnya di Amsterdam. Kebetulan sekali, karena saya suka jalan-jalan, jadi tawaran itu saya ambil. Jadi, kali ini saya menikmati sekali proses syuting di Eropa. Nah, sejak itu saya mulai aktif mengambil tawaran akting. Setelahnya,hampir tiap tahun saya syuting film, umumnya bergenre drama.
Tahun 2011, saya diajak main film lagi yang lokasi syutingnya di Amsterdam. Kebetulan sekali, karena saya suka jalan-jalan, jadi tawaran itu saya ambil. Jadi, kali ini saya menikmati sekali proses syuting di Eropa. Nah, sejak itu saya mulai aktif mengambil tawaran akting. Setelahnya,hampir tiap tahun saya syuting film, umumnya bergenre drama.
>> Apa target hidup selanjutnya?
Saya ingin sekali berperan dalam film thriller atau horor. Ini belum kesampaian. Saya penggemar berat film horor. Makin seram, makin asyik nontonnya! Selain itu, saya juga berupaya untuk menjalani hidup sehat. Saya ingin terus sehat agar bisa bersama dengan anak-anak selama mungkin.(f)
Baca juga: