Di balik persiapan pementasan Mutiara dari Timur: Nyala Perjuangan Martha Christina Tiahahu. Foto: Dok. Ursulin Indonesia


Jika Martha Christina Tiahahu hidup di era sekarang, mungkin ia jadi panutan Gen Z dan Gen Alpha karena keberaniannya melawan penjajah di usia 17 tahun.

Semangat kepahlawanan Martha Christina Tiahahu dihadirkan dalam drama musikal Mutiara dari Timur: Nyala Perjuangan Martha Christina Tiahahu, yang menjadi puncak selebrasi 170 tahun Ursulin Indonesia pada 11 September 2026.

Drama musikal ini menjadi bagian dari Festival Pendidikan 170 Tahun Ursulin Indonesia bertajuk Tangguh dalam Cinta, yang akan digelar pada 10-11 September 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Festival ini diselenggarakan oleh lima sekolah Ursulin di DKI Jakarta dan Banten, yaitu Santa Maria, Santa Ursula Jakarta, Santa Theresia, Santo Vincentius, dan Santa Ursula BSD.

Sejumlah 520 siswa kelima sekolah tersebut—dari TK hingga SMA—menjadi pendukung drama musikal Mutiara dari Timur

Berakar pada semangat Serviam (“Saya mengabdi”) yang ditanamkan pendiri Ursulin, Santa Angela Merici, festival ini menjadi momentum bagaimana pendidikan dapat terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. 

“Festival Pendidikan ini adalah wujud syukur atas kehadiran Ursulin di Indonesia, sekaligus ungkapan syukur yang ingin kami bagikan kepada mereka yang membutuhkan,” jelas Suster Moekti Gondosasmito, OSU, Ketua II Yayasan Satya Bhakti.

Acara ini juga sebuah kesempatan langka bagi kolaborasi 5 sekolah Ursulin dalam menampilkan identitas bersama, serta menghadirkan kisah tentang Martha Christina Tiahahu, yang masih jarang diangkat.
 
Ratusan siswa dari 5 sekolah Ursulin Indonesia di Jakarta dan Banten, dari TK sampai SMA, berlatih untuk pementasan Mutiara dari Timur—baik sebagai pemain maupun pengiring musik. Foto: Dok. Ursulin Indonesia

“Ada benang merah antara perjuangan pendiri Ursulin, Santa Angela Merici, yang mendidik kaum perempuan muda, dan keberanian Martha yang sejak remaja telah berjuang untuk bangsanya,” ungkap Anton Sumardi, Ketua Panitia Festival.

Drama musikal ini, meski diperankan para siswa, digarap serius dengan sutradara Rama Soeprapto, yang telah menyutradarai banyak pementasan skala besar di Tanah Air.

“Sejarah bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan, agar anak-anak tidak sekadar mengenal nama Martha Christina Tiahahu, tetapi merasakan perjuangan dan keberaniannya,” ujar Rama Soeprato, tentang Mutiara dari Timur.

Festival ini juga menghadirkan Edufair (pameran Pendidikan) dan perguruan tinggi nasional dan internasional, beragam lomba edukatif, seminar parenting, panggung ekstrakurikuler, serta bazar produk UMKM dan kuliner. 

Festival Pendidikan dapat disaksikan secara gratis, sementara tiket untuk drama musikal kolosal Mutiara dari Timur dapat dibeli melalui Loket.com. 

Hasil dari acara ini akan didedikasikan untuk keberlanjutan Yayasan Beasiswa Ursulin (Ursuline Scholarship Foundation atau USF), yang hingga tahun ajaran 2025/2026 telah menyalurkan 8.095 beasiswa kepada anak-anak di lebih dari 25 kota di Indonesia dan Timor Leste. 

Pada tahun ajaran 2025/2026, dari 919 pengajuan yang masuk, USF baru berhasil membantu 709 siswa—menunjukkan kebutuhan yang masih jauh lebih besar dari kapasitas bantuan saat ini. (f)

Baca juga: 
Gerakan Minum Air Putih Membawa Kemenangan di AIA Healthiest Schools 2026
Frida Marpaung Buktikan Naluri Ibu Jadi Kekuatan Pimpin 10 Ribu Talenta
Masuk Sekolah Sudah Dekat? Yuk, Siapkan Kebutuhan Si Kecil Biar Makin Semangat!