
Foto: Dok. Femina
Mendapatkan pasar yang luas adalah impian setiap pemilik bisnis. Tapi ini bukan sesuatu yang mudah. Ada banyak kendala yang bisa menghambat, seperti belum memenuhi standar kualitas ekspor dan rumitnya perizinan. Salah satu standar kualitas yang perlu ditingkatkan adalah dari sisi desain. Pasalnya, saat ini desain merupakan salah salah keunggulan yang dicari konsumen. Orang tidak hanya mempertimbangkan dari segi fungsi suatu barang tapi juga sisi estetika, dampaknya terhadap lingkungan, dan lain sebagainya.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor nonmigas dan membantu desainer dan pelaku usaha nasional menuju pasar global, sejak tahun 2017 Kementerian Perdagangan menggelar ajang Good Design Indonesia. Tahun ini pendaftaran Good Design Indonesia 2021 telah dibuka sejak Januari dan akan ditutup pada 30 April.
Ajang penghargaan Good Design Indonesia bersifat nasional, namun memiliki standar internasional. Ajang ini bekerja sama dengan G-Mark Jepang, yang sejak tahun 1957 menggelar Good Design Award dan menghasilkan produk-produk yang diakui keunggulannya secara global. Perwakilan dari G-Mark Jepang akan menjadi salah satu juri untuk menentukan produk terbaik dalam Good Design Indonesia 2021. Ini merupakan salah satu keistimewaan ajang Good Design Indonesia.
Kerja sama dengan negara lain memang diperlukan untuk menemukan produk unggulan. Seperti dikatakan Olvy Andrianita, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan, yang menjadi Ketua/Anggota Juri GDI 2021, Indonesia kaya akan berbagai sumber, bahan baku, skill, art, dan kombinasi seluruhnya, baik berupa barang atau jasa, bahkan cukup disegani oleh negara lain, tapi di sisi lain, menurut banyak pihak kita harus terus memperkuat daya saing produk.
“Kita tidak boleh merasa puas. Bagaimana kita menguatkan daya saing dan di global, salah satunya dengan penguatan produk. Good Design Indonesia merupakan salah satu program unggulan pemerintah sebagai platform untuk meningkatkan daya saing ekspor. Ini bukan sekadar memenangkan tropi, tapi menjadi jembatan bagi pasar global,” ujar Olvy.
Dengan cara ini produk akan bisa lebih cepat diperkenalkan ke pasar internasional. Dan ini menjadi salah satu alasan penting untuk mengikuti Good Design Indonesia.
Menurut Olvy, kemenangan dalam Good Design Indonesia akan menjadi motivasi besar sekaligus membuka peluang pasar yang luas karena akan diperkenalkan ke berbagai kota di manca negara. “Itu jika ia sudah siap ekspor, tapi jika belum siap dengan persyaratan internasional, mereka akan kami bantu mendapatkan sertifikasi international yang penting agar bisa masuk pasar global,”tambah Olvy.
Pemenang akan dipandu untuk memahami ilmu tentang ekspor melalui program master class sehingga bisa di-scale up, di-upgrade, menjadi UKM ekspor. Namun ini tidak berarti Good Design Indonesia hanya boleh diikuti UKM. Bisnis besar pun terbuka untuk mendaftar. Ia memberi contoh pemenang Good Design Indonesia 2018 adalah PT Astra Daihatsu Indonesia dengan produk mobil Terios. Bagaimanapun bisnis besar juga memiliki tantangan dalam meningkatkan daya saing.
Baca selanjutnya: Syarat & Ketegorisasi GDI 2021

Foto: Dok. Femina
Syarat & Ketegorisasi GDI 2021
Good Design Indonesia 2021 yang memiliki tema “Bringing Natural, Sustainable and Local Talent to Global Market” yaitu pemanfaatan maksimal talent lokal untuk pasar international, ini terbuka luas untuk bisnis skala apapun. Menurut Olvy, yang terpenting adalah bisnis itu memenuhi persyaratan yang lengkap seperti dicantumkan dalam formulir pendaftaran di http://iddc.kemendag.go.id/gdi/daftar. “Ia harus sudah memiliki business plan. Bukan sekadar mockup. Kalau ia sudah memiliki prototipe, ia mesti sudah punya rencana selanjutnya.”
Good Design Indonesia memang berorientasi produk yang berpeluang dipasarkan secara global, tapi ia terbuka untuk berbagai bisnis, termasuk yang belum berorientasi ekspor. Jika menang, nantinya ia akan dibantu Kementerian Perdagangan dan mitra-mitranya untuk meningkatkan diri di bidang yang masih kurang. Femina juga akan membantu, terutama pada wanita pengusaha.
Tak hanya terbuka untuk berbagai skala bisnis, tapi juga menyambut berbagai jenis produk. Ada 20 kategori produk bisa diikuti, yaitu:
1. Personal Accessories & Wearable Personal Items. Contohnya, kacamata, masker, jam, dompet, sepatu, tas, topi, pakaian, sera aksesoris.
2. Healthcare & Sanitary. Contohnya, thermometer, alat pijat, alat olahraga, sikat gigi, alat mandi, alat kecantikan, dan lain sebagainya. Menurut Olvy, kategori ini sejak tahun kemarin mengalami peningkatan. Ini relevan dengan situasi pandemi yang melahirkan berbagai inovasi terkait kesehatan.
3. Stationery, Educational, Toys, Kids Goods. Contohnya, gendongan, tas bayi, stroller, kursi Anak, pensil, pulpen, notebook, alat gambar, alat peraga pendidikan, mainan anak, dan lain sebagainya.
4. Sports Goods, Leisure, Outdoor, Hobby, Gadget Accessories, Audio & Music Equipment. Contohnya, berbagai alat olahraga, alat piknik, perlengkapan naik gunung, alat berkebun, pelantang suara, alat musik, hingga tripod.
5. Kitchen Tools, Cooking Appliances and Daily Necessities. Contohnya, wajan, penyeduh kopi, peralatan jahit, hingga jam dinding, dan pengharum ruangan.
6. Home Furniture and Households Goods. Contohnya, kursi, partisi ruangan, pelapis dinding, karpet, tempat tidur, bahkan emergency kit.
7. Home Appliances. Contohnya, mesin cuci, penjernih air, setrika, kulkas, penyaring udara, hingga kompor.
8. Video/camera Equipment. Contohnya TV monitor, media player, tablet PC, kamera, telepon, dan lain sebagainya.
9. Ict Equipment. Contohnya: desktop PC, notebook, mouse, keyboard, harddisk portable, security camera, printer industri, dan 3D printer.
10. Medical Equipment, Manufacturing & Working Facilities. Contohnya,peralatan medis, hingga APD.
11. Housing Fixtures. Contohnya lampu, penyejuk ruangan, material bangunan, atap, lift rumah, juga alaram rumah.
12. Equipment Office, Public Space. Contohnya, furniture kantor, lemari penyimpanan, partisi kantor, alat pajang, mesing penjual otomatis, peralatan fasilitas umum, peralatan toko, mesin pendaftaran, dan lain sebagainya.
13. Mobility. Contohnya mobil penumpang, ban kendaraan, helm, sepeda, kereta, hinga sistem transport dan logistik.
14. Housing (personal Residence, Small Apartement). Contohnya, rumah komersial, rumah bongkar pasang, metoda konstruksi rumah, hingga HEMS (Home Energy Management System).
15. Housing (medium To Large Housing). Contohnya rumah komersial lebih dari 20 unit, pelayanan untuk perumahan besar, dan jasa pelayanan perumahan.
16. Interior/construction Design. Contohnya: desain dan konstruksi ruang, sistem penunjuk arah untuk perkantoran, ruang publik, fasilitas pabrik, gudang eksibisi, tempat ibadah, showroom, hotel, dan teater.
17. Public Facility, Landscape. Contohnya, konstruksi ruang publik, kebun binatang, taman, gedung pemerintahan, dan tata ruang kota.
18. Media, Content and Packaging. Contoh: majalah, website, PR material, buku, materi promosi, program TV, Video Game, display booth, dan kemasan makan/minum-produk.
19. System, Service, Business Model. Contohnya, aplikasi, software dan social media.
20. Project, Activity. Contohnya, penyelenggaraan acara olahraga dan budara, aktivitas konservasi, pengembangan komunitas, festival, proyek revitalisasi, dan kampanye budaya. Anda dapat mengirimkan dokumentasi berupa foto atau video sebagai bukti produk kepada panitia.
Tak perlu bingung dengan kategori-kategori tersebut, Olvy mendorong untuk lakukan pendaftan terlebih dahulu. Perkara kategori mana yang tepat, nanti juri akan membantu untuk mengarahkan. Tak hanya itu, peserta juga boleh mendaftarkan beberapa produk. Tidak dibatasi.
Baca selanjutnya: Membuka Pasar Internasonal

Foto: Dok. Femina
Membuka Pasar Internasonal
Bagaimana agar menang? Jacob Gatot S., Co-Founder M Bloc, Arsitek, salah satu Anggota Juri GDI 2021 memberi tips. Walaupun Anda boleh mendaftar lebih dari satu produk, sebaiknya lakukan kurasi sendiri dulu. “Bobot utama tetap pada desain. Good design is a good business. Penilai
Tidak perlu berpikir produk itu harus spektakuler sekali. Ia mencontohkan, tahun lalu ada ballpoint kayu. Benda ini terkesan sederhana, tapi ia memiliki inovasi, yaitu tidak berisi tinta dan menggantinya dengan logam, sehingga tidak perlu diisi ulang.
Meski ajang ini bernama Good Design Indonesia, tapi jurinya bukan hanya berasal dari pakar desain, melainkan dari berbagai bidang. Karena itu ada banyak aspek tadi yang dinilai dan bisa diperdebatkan, serta menentukan kemenangan. “Tahun lalu ada produk tenun nusa penida. Produk tenun kan banyak, tapi pesertanya berargumen, meski terlihat sama tapi tekniknya hampir punah dan menggunakan bahan alami yang hanya ada di nusa penida. Serta dampaknya bagi wanita desa sangat besar. Hal-hal seperti itu bisa jadi pertimbangan,”ujar Gatot.
Tak perlu ragu untuk mendaftar Good Design Indonesia 2021, karena ia akan memberi banyak manfaat bagi bisnis Anda. Seperti diceritakan Wijayanti Puspitarini, salah satu Pemenang Good Design Indonesia 2018. Wanita yang akrab disapa Pipit ini adalah desainer Retota Interior & Accecories yang telah berpengalaman 12 tahun. Pada tahun 2018 kreasinya berupa pelapis dinding berbahan dasar kertas koran berhasil memikat juri.
Retota, adalah brand rumah tenun yang memproduksi tenun menggunakan teknik tradisional untuk produk interior. Awalnya mereka menggunakan bahan alami, pada tahun 2017 mencoba memakai kertas koran.
“Sebetulnya di Yogyakarta banyak kreasi dari kertas koran tapi kami ingin menciptakan sesuatu yang berbeda. Kertas koran kami warnai, tempel, dan tenun, hingga jadi seperti mozaik. Saat pembuatannya kendalanya sulit membuat motif yang diinginkan. Setelah uji coba 2-3 bulan kami bisa menghasilkan desain mozaik yang random tanpa ada pengulangan.”
Keunikan produknya membuatnya meraih predikat Good Design Indonesia Best 2018. Dibantu Kementerian Perdagangan mereka memajang produk Retota dalam ajang Good Design Award di Jepang. Meski tak menang di Jepang, Good Design Indonesia membantu Retota meningkatkan reputasi brand. “Sebuah hal yang sangat berharga. Kami mendapat banyak pesanan untuk hunian rumah tinggal dan perkantoran. Saat ini kami sudah punya distributor di Singapura,”ujar Pipit.
“Tidak hanya berusaha mendapatkan produk dengan desain terbaik, pemerintah juga ingin memberi nilai lebih bagi masyarakat Indonesia, meningkatkan ekspor, meningkatkan ekonomi, agar Indonesia keluar dari resesi. Kami ingin Indonesia menang di masa pandemi, “pungkas Olvy.
Tunggu apalagi. Segera daftarkan produk barang dan jasa Anda untuk berkompetisi di Good Design Indonesia 2021. Pendaftaran masih terbuka hingga 30 April 2021. (f)
Link pendaftaran Good Design Indonesia 2021: http://iddc.kemendag.go.id/gdi/
Call Center:
08569932187 (Sofyan)
085226979263 (Ika)
Atau langsung datang ke Indonesian Design Development Center (IDDC)
Letjen S. Parman St No. 112. RT.3/RW.8, Grogol,
Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Nuri Fajriati (Kontributor)