
Melihat langsung proses pembuatan susu Ultra di pabrik PT Ultrajaya Milk Industry Tbk
Susu merupakan salah satu bentuk pangan hewani yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anggota keluarga, khususnya anak–anak saat masa pertumbuhan. Namun sebuah penelitian dari USDA Foreign Agricultural Service tahun 2016, menyebutkan bahwa konsumsi susu Indonesia dinilai masih rendah, yaitu hanya sebesar 12,1 liter. Bandingkan dengan rata-rata negara ASEAN lainnya, seperti Filipina (22,1 liter), Thailand (33,7 liter), dan Malaysia (50,9 liter).
Padahal mengonsumsi susu kini semakin mudah, ada banyak produk susu yang ditawarkan pasar, dari susu murni, susu pasteurisasi, susu UHT, hingga susu bubuk. Konsumen tinggal memilih produk susu sesuai kebutuhan. Menurut Muhthasawwar, General Manager Public Relations PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, susu yang beragam jenis ini dibedakan dari proses pengolahannya.
“Susu UHT misalnya, proses sterilisasi susu ini melalui pemanasan pada suhu 135°C dalam waktu 2–4 detik. Dengan teknologi UHT ini, bakteri buruk dalam susu dapat dimatikan tanpa menghilangkan kandungan nutrisi atau gizi di dalam susu UHT,” kata pria yang akrab disapa Azwar ini, dihadapan rombongan media dari Jakarta dan Bandung yang berkunjung ke pabrik PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, pertengahan Maret lalu.
Setelah menjelaskan berbagai jenis olahan susu dan perbedaan masing-maisng, Azwar kemudian mengajak rombongan untuk bersiap. Sebelum masuk ke dalam pabrik pengolahan, ada prosedur keselamatan yang harus dipatuhi. Seperti mengenakan jas putih khusus pabrik dan tutup kepala, serta sepatu atau booth.
“Ini prosedur umum bagi siapapun yang akan masuk ke dalam pabrik Ultrajaya. Satu lagi yang tak kalah penting, cuci tangan dengan sabun,” ungkap Azwar sambil mengarahkan ke pintu masuk yang dibagian depannya sudah tersedia satu deret tempat mencuci tangan. Sterilisasi memang menjadi kunci pabrik PT Ultrajaya Milk Industry Tbk menjalankan operasionalnya sehari-hari.
Baca selanjutnya: Tangan-tangan Mesin di Pabrik Susu

Susu Ultra yang sudah dikemas dalam kemasan Aseptik Tetra Pak.
Tangan-Tangan Mesin
Memasuki bagian dalam pabrik, tampak beberapa tangki-tangki besar dan pipa-pipa yang saling terhubung. Tangki-tangki ini berisi ribuan liter susu sapi yang akan diolah. Susu Ultra sendiri mendapatkan pasokan susu dari peternakan sapi milik PT Ultrajaya Milk Industry Tbk di pengalengan dan mitra koperasi peternak sapi Jawa Barat. Dalam satu hari, pabrik ini mengolah 150 hingga 200 ton susu.
Susu yang datang ke pabrik akan langsung diolah pada hari itu juga. Hal ini karena susu ultra harus memastikan bahwa bahan baku susu dalam kualitas terbaik. Bahkan, sebelum diproses, susu terlebih dahulu dites secara fisik (bentuk), kimia (kandungan), dan keaslian susunya.
Berada di dalam ruang pengolahan UHT, udara panas langsung menyeruak. Rasanya seperti masuk ke dalam ruang sauna. Udara panas dalam ruangan ini berasal dari pemanasan susu yang melebihi 100 derajat celcius. Susu dialirkan lewat pipa-pipa berukuran kecil yang berada di dalam pipa besar berisi aliran air panas. Proses pemanasan ini berlangsung kurang dari lima detik.
Susu yang sudah melalui proses UHT ini, langsung dialirkan melalui pipa ke bagian berikutnya yaitu zona Aseptic. Sekali lagi, tak banyak orang di zona ini. Ruangan hanya dipenuhi jajaran mesin tertutup. Di dalam mesih, terdapat rol besar kertas kemasan tetra Pak. Ketika beroperasi, dengan bantuan mesin, rol kertas ini akan langsung membentuk kemasan susu ultra dan langsung diisi susu. Semua proses pengemasan ini dilakukan oleh mesin, tanpa tersentuh tangan manusia.

Kardus-kardus berisi susu Ultra diantar oleh mobil pintar, disimpan dalam gudang penyimpanan untuk kemudian dipasarkan.
Susu yang sudah dikemas, melalui sebuah mesin, dibawa ke zona berikutnya, yaitu zona pengemasan. Di sini, susu Ultra ukuran besar akan ditambahkan tutup sedangkan susu Ultra ukuran kecil akan ditambahkan tempelan sedotan di bagian depan. Setelah lengkap, kemasan-kemasan ini akan kembali mausk ke dalam mesin untuk mengepaknya dalam satu kardus.
Kardus berisi susu Ultra lalu dibawa kembali oleh mesin serupa roda berjalan, ke lokasi pengepakan. Di sini kardus-kardus susu Ultra tersebut kembali disusun dalam bebrapa tumpuk untuk disatukan dengan wraping plastik. Tangan-tangan robot mesin yang pintar dan cekatan, mendorong dan mengepak kardus-kardus susu tersebut. Hingga kemudian dibawa oleh mobil pintar yang digerakkan oleh mesih ke ruang penyimpanan, sebelum akhirnya di kirim ke toko dan retailer di seluruh Indonesia.
Sepanjang melihat proses pembuatan susu Ultra hingga pengepakan, tak ada sentuhan tangan manusia. Semua proses dilakukan oleh mesin. Hanya tampak satu – dua pekerja yang memperhatikan kerja mesin dan beberapa orang yang berada di ruang kendali mesin. Memastikan bahwa proses pengolahan susu dengan UHT ini benar-benar terjaga dari kontaminasi zat berbahaya dari luar. (f)
Baca Juga:
Resep Matcha Jelly
Mengenal 7 Jenis Susu dan Variasinya