Foto: Pixabay


Sejak pemerintah mengimbau sosial distancing sebagai upaya mengurangi penyebaran pandemi COVID-19 pada Maret 2020 lalu, sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berusaha mencari cara agar bisnis mereka tetap berjalan.

Pola bisnis pun mulai diubah, yang awalnya mengandalkan penjualan secara offline, kini sudah mulai beralih melayani pembelian secara online agar permintaan konsumen terpenuhi.

Memanfaatkan teknologi dan pemasaran di platform daring seperti Instagram menjadi pilihan. Melihat hal ini, Instagram pun meluncurkan dua inisiatif untuk membantu pelaku bisnis di Indonesia, terutama di bidang kuliner, dalam membangun strategi pemasaran yang sesuai dan meningkatkan penjualan.

Baca halaman selanjutnya: Stiker “Pesanan Makanan” di Instagram Stories

Baca Juga: 
5 Kebiasaan Konsumen yang Berubah di Masa COVID19, Peluang Bagi Pelaku Bisnis 
Luncurkan Website, DORE by LeTAO Mudahkan Pesan di Rumah Aja 
Inovasi Menciptakan Sales untuk Pebisnis Kuliner Selama Ramadan di Masa COVID19 

 
 



Foto: Dok. Instagram


1/ Stiker “Pesanan Makanan” di Instagram Stories

Fitur ini dihadirkan untuk memudahkan bisnis kuliner mengajak pelanggan mereka untuk melakukan pemesanan. Opsi stiker “Pesanan Makanan” dapat dilihat jika menggunakan akun bisnis Instagram di Stories untuk memasukkan tautan bisnis di aplikasi mitra pengantar makanan.
 
Dengan menggunakan stiker memungkinkan pengguna untuk mempromosikan makanan atau minuman yang dijual. Follower bisa mengetuk tulisan ‘Pesan’ untuk langsung melakukan pemesanan di aplikasi layanan pesan antar.
 
Sejauh ini, pengguna hanya bisa memasukkan tautan bisnis di layanan GrabFood. Namun mitra akan ditambah secara berkala untuk menyediakan lebih banyak pilihan bagi pebisnis.
 
Kaylie Smith, Head of Market Operations, Instagram APAC dalam keterangan tertulis yang diterima femina mengatakan bahwa di masa sulit seperti ini, setiap penjualan begitu berarti, terutama bagi pelaku UMKM.
 
“Kami ingin membantu mereka agar tidak patah semangat dalam mempertahankan bisnis mereka dan terhubung dengan pelanggan. Kehadiran stiker ‘Pesanan Makanan’ ini diharapkan dapat  memberi kemudahan untuk masyarakat Indonesia berinteraksi dan membantu bisnis kuliner favorit mereka di Instagram,” ujar Kaylie


Baca halaman selanjutnya: Akademi Instagram edisi #dirumahaja

Baca Juga: 
5 Kebiasaan Konsumen yang Berubah di Masa COVID19, Peluang Bagi Pelaku Bisnis 
Luncurkan Website, DORE by LeTAO Mudahkan Pesan di Rumah Aja 
Inovasi Menciptakan Sales untuk Pebisnis Kuliner Selama Ramadan di Masa COVID19 

 
 


Foto: Dok. Instagram


2. Akademi Instagram edisi #dirumahaja

Menyesuaikan strategi pemasaran di masa sulit ini juga sangat penting, maka selain meluncurkan fitur ‘Pesanan Makanan’, Instagram juga memberikan pelatihan gratis tentang strategi pemasaran.

Bersama Kreavi, Instagram kembali menghadirkan program Akademi Instagram, yang akan dilakukan secara virtual dan mengusung kurikulum yang telah didesain mengikuti tantangan-tantangan yang tengah dihadapi pebisnis saat ini.
 
Para peserta Akademi Instagram #dirumahaja akan dilatih langsung oleh para pakar dari berbagai bidang tentang cara mengelola bisnis di tengah pandemi, serta dibekali dengan ilmu kreatif membangun komunikasi dengan pelanggan melalui kekuatan visual dan copywriting. Program Akademi Instagram #dirumahaja akan disiarkan secara terbuka di akun Facebook Kreavi dari tanggal 8 Mei hingga 10 Mei 2020.
 
Pieter Lydian, Country Director untuk the Facebook Company di Indonesia mengatakan bahwa sejalan dengan komitmen berkelanjutan dalam mendorong laju pertumbuhan UMKM di Indonesia, Instagram ingin memberikan pelatihan gratis yang dibutuhkan pebisnis di tengah masa sulit seperti ini.
 
“Bersama dengan Kreavi, kami telah menyusun kurikulum berdasarkan insight yang kami kumpulkan dari industri, serta bagaimana pebisnis bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Facebook dan Instagram untuk terus meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Melalui Akademi Instagram  #dirumahaja, kami menargetkan dapat menjangkau hingga lebih dari 5.000 pelaku UMKM di Indonesia dan 30% diantaranya akan kami dedikasikan untuk pelaku bisnis kuliner,” tutur Pieter.  
 
Sementara itu, Anto Motulz, Chief Executive Officer Kreavi mengatakan bahwa memacu setiap orang termasuk para pelaku UMKM untuk berpikir solusi kreatif, misalnya memanfaatkan platform daring secara penuh untuk pemasaran.
 
“Sebagai ekosistem anak muda kreatif, kami mendorong anak-anak muda yang tetap berkarya di rumah untuk turut berkontribusi mendukung UMKM lokal. Kami harap Akademi Instagram #dirumahaja ini dapat membantu para pelaku UMKM meningkatkan wawasan mereka tentang dunia digital yang menyediakan banyak peluang bisnis bahkan di tengah masa sulit ini,” ujarnya. (f)



Baca Juga:
5 Kebiasaan Konsumen yang Berubah di Masa COVID19, Peluang Bagi Pelaku Bisnis
Luncurkan Website, DORE by LeTAO Mudahkan Pesan di Rumah Aja
Inovasi Menciptakan Sales untuk Pebisnis Kuliner Selama Ramadan di Masa COVID19