Foto: Anggia Hapsari, Dok. Avene
Pertengahan tahun ini, Anggia Hapsari, Managing Editor Femina, diajak ke beberapa kota di Prancis untuk berkenalan lebih dekat dengan produk perawatan kulit yang sering disarankan oleh para dermatolog, Avene.Avene memang terkenal dengan produk perawatan kulit sensitiif yang disarankan oleh banyak dermatolog. JPP Skin Laser Clinic, hingga Senopati Skin Center bahkan memercayakan Avene sebagai produk perawatan kulit sehari-hari setelah perawatan kulit di klinik.
“Kandungan mineral dan pH yang seimbang membantu menenangkan kulit lebih cepat. Cocok untuk kulit sensitif,” ujar dr. Nanda Dewi, SpKk, yang berpraktik di Skin & Beauty Care Santosa International Hospital, Bandung.
Berikut kisah perjalanannya.
Baca juga: Rahasia Cantik dari Prancis
Saya bersama rombongan turut merasakan perawatan tersebut di Avene Hydrotherapy Centre yang terletak di tengah lembah Orb dan kaki Gunung Cevennes. Pusat perawatan kulit tersebut sangat dekat dengan desa kecil yang bernama Avene.
Untuk mencapai desa Avene, kami membutuhkan waktu selama kurang lebih 3 jam dari Albi menggunakan bus. Namun, rasa lelah yang saya rasakan sepadan dengan pemandangan alam yang tersaji di sana. Pusat hidroterapi tersebut dikelilingi lembah dan ladang hijau yang dialiri air bening Sungai Orb dan termasuk dalam Haut-Laungedoc Regional Natural Park. Tak heran jika pelestarian wilayah tersebut dilindungi oleh pemerintah Prancis.

Perawatan di Avene
Berbeda dengan perawatan spa di Hotel berbintang, di sini tubuh tidak dipijat oleh terapis namun hanya mengandalkan tekanan air. Saya merasakan tiga tahap utama perawatan spa yang dilalui oleh pasien yang datang ke Avene. Sebelum perawatan, kami harus berganti baju dengan bathrobe dan penutup kepala. Lalu kami diajak mandi berendam selama 20 menit menggunakan air yang dialirkan langsung dari mata air Saint Odile. Air ini adalah air yang sama seperti produk Avene Thermal Spring Water yang dijual di pasaran.
Lalu, saya diajak ke ruangan shower berisi berbagai ukuran pipa dengan lubang kecil yang mengeluarkan air dari segala arah dan ketinggian. Air tersebut disemprotkan pada seluruh tubuh selama 10 menit, lalu lubang tersebut mengeluarkan mist air Avene untuk membantu melembapkan dan menenangkan kulit.
Setelah kedua tahap tersebut selesai, saya pun minum air Avene di ruang relaksasi sambil menikmati pemandangan alam serba hijau. Segar rasanya, terutama untuk saya yang sedang flu, saat menelan air yang tidak dijual di Indonesia tersebut.
Pemandangan yang cantik, udara segar, serta suasana pedesaan dengan ritme kasual, lambat, dan sangat minim stres seolah memberikan kontribusi optimal bagi pasien yang menjalani terapi --yang membutuhkan biaya sekitar Rp25 juta (di luar biaya penginapan)-- di sini. Tidak mengherankan rasanya jika tingkat kesembuhan pasien di pusat perawatan Avene relatif tinggi.
Produk andalan Avene yang mengandung air murni dan membantu melembapkan kulit. Berkat teknologi, produk ini tidak memiliki kedaluwarsa. Suhu udara di dalam kemasan tidak akan berubah, pada cuaca panas sekalipun. (f)