Foto: Anggia Hapsari, Dok. Avene
 
Pertengahan tahun ini, Anggia Hapsari, Managing Editor Femina, diajak ke beberapa kota di Prancis untuk berkenalan lebih dekat dengan produk perawatan kulit yang sering disarankan oleh para dermatolog.

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi saat rombongan Avene Indonesia mendarat di Toulouse, Prancis. Rasa lelah mengalahkan semangat rombongan yang terdiri atas 4 dokter kulit ternama dan awak media.

Kota yang dikenal dengan julukan La Ville Rose atau Pink City itu terasa sangat bersahabat. Cuaca cerah dengan suhu udara 18 derajat, tidak begitu begitu dingin dan tidak panas. Saya pun merasa lega karena  problem kulit sensitif yang umumnya kambuh saat berada dalam udara dingin sepertinya tidak akan menjadi problem utama. Krim perawatan wajah khusus kulit sensitif yang sudah saya siapkan dari Jakarta, tidak akan saya sentuh.

Namun ternyata,  bepergian dengan dokter kulit dan produk perawatan kulit khusus kulit sensitif membuat saya tidak dapat ‘berbohong’ dengan kondisi kulit sebenarnya. Devy S, Marketing Manager Avene Indonesia, tiba-tiba memberikan sebotol Avene Thermal Water sambil berkata, ”Ini untuk mengatasi kulit sensitif yang tampak pada area pipi Anda.”

Avene memang terkenal dengan produk perawatan kulit sensitiif yang disarankan oleh banyak dermatolog.  JPP Skin Laser Clinic, hingga Senopati Skin Center bahkan memercayakan Avene sebagai produk perawatan  kulit sehari-hari setelah perawatan kulit di klinik. “Kandungan mineral dan pH yang seimbang membantu menenangkan kulit lebih cepat. Cocok untuk  kulit sensitif,” ujar dr. Nanda Dewi, SpKk, yang berpraktik di Skin & Beauty Care Santosa International Hospital, Bandung.


Agar tidak makin penasaran, saya pun berbincang dengan beberapa narasumber yang menemani santap malam di dalam  kastil keluarga mendiang Pierre Fabre yang terletak di tengah rimbunnya pohon ek, La Carla, Prancis.
 
 



Bincang santai dengan Marie-Ange Martincic, Manager of Avene Hydrotherapy Center,  dan dr. Pavlina Dulguerova, dermatolog  yang menangani problem kulit psoriasis Indadari Mindrayanti,  makin  membuat saya semangat untuk mencoba dan menggali lebih dalam produk favorit Rita Ora dan January Jones tersebut.
 
Femina (F): Ceritakan tentang asal muasal kehebatan air Avene yang dikenal ramah untuk kulit sensitif itu.

Marie-Ange Martincic (MAM): Manfaat air dari mata air Avene sudah ditemukan sejak tahun 1736. Sejak abad ke-18 para penduduk di sekitar Desa Avene mulai percaya bahwa mata air Saint Odile, yang ada di kaki Gunung Cevennes yang mengelilingi desa mereka, mempunyai berbagai khasiat untuk kesehatan kulit. Kepercayaan akan khasiat air tersebut berawal  dari kuda milik Marquis of Rocozels, yang sebelumnya menderita sakit kulit, tiba-tiba sembuh dan surainya kembali tebal dan mengilat.

Rupanya, kuda tersebut minum dari mata air Saint Odile. Tujuh tahun kemudian, Marquis of Rocozels, yang kebetulan adalah pemilik dari lahan tersebut, mendirikan pusat terapi air untuk orang-orang yang menderita berbagai gangguan kulit, seperti atopic dermatitis, eksem, psoriasis, dan kulit terbakar.

Pada tahun 1990, Pierre Fabre membangun Avene Hydrotherapy, yang bertujuan untuk membantu para penderita berbagai gangguan kulit, seperti atopic dermatitis, psoriasis, eksem, luka bakar, gatal-gatal kronis, dermatosis kulit kepala, hingga perawatan kulit bagi pasien yang baru saja melalui proses bedah dan kemoterapi.

F: Apakah ada batasan usia untuk melakukan terapi di sini?
 
MAM: Kami menerima pasien di segala usia, dari orang berusia lanjut hingga anak-anak. Pasien anak-anak biasanya datang dengan kondisi kulit yang sangat membuat mereka menderita: gatal-gatal, merah, perih, dan sangat kering yang membuat mereka tidak nyaman beraktivitas. Setelah menyelesaikan terapi, mereka akan melalui proses wawancara agar kami dapat mengetahui sejauh mana tingkat kesembuhannya.
 
 




F: Apa beda hydrotherapy Avene pada tahun ini dibandingkan dengan hydrotherapy Avene pada tahun 1900-an?
 
MAM: Air yang digunakan tetap sama dan terjaga kualitasnya. Yang membedakan adalah teknik untuk membantu mengoptimalkan perawatan kulit pasien.
Perawatan tersebut meliputi:
  1. Hydromassage bath menggunakan air Avene yang mengandung emollient dan memberikan efek relaksasi.
  2. Shower yang diikuti dengan penyemprotan air bertekanan tertentu pada area kulit tubuh yang bermasalah. Penyemprotan ini sekaligus membantu meredakan gatal pada kulit pasien.
  3. Local spraying. Proses penyemprotan air yang lebih menargetkan pada area kulit yang bermasalah dan sulit dijangkau seperti pangkal dalam paha, kulit kepala, dan wajah. 
  4. Underwater massage, untuk menangani problem kulit yang sangat bermasalah seperti psoriasis atau luka gatal. Penggunaan thermal spring water berperan sebagai antiradang bagi kulit.
  5. Pencil-thin jets. Berfokus pada tekanan air yang makin keras pada area kulit yang bermasalah. Teknik perawatan ini sangat disukai oleh pasien karena mereka merasakan sensasi kulit seperti digaruk dengan tekanan air.
  6. Body wraps akan diberikan pada pasien jika memang benar-benar diperlukan. Seluruh tubuh pasien akan dibalur dengan pelembap dan krim yang mengandung emollient.
F: Bagaimana caranya seorang pasien dapat melakukan perawatan di sini?
MAM: Mereka umumnya direkomendasikan oleh dermatolog dari tiap negara. Sebelum ke sini, dermatolog di masing-masing negara wajib memberikan seluruh berkas pasien kepada kami dan menunggu kuota pasien. Saat melakukan perawatan di Avene, tiap pasien akan didampingi oleh dermatolog yang ditunjuk oleh kami.
 
 




F: Ceritakan tentang  kandungan utama Thermal Spring Water yang dapat membantu mengatasi masalah kulit.
dr. Pavlina Dulguerova (PD): Pada tahun 1975, mendiang Pierre Fabre membentuk tim ilmuwan untuk meneliti kandungan yang ada dalam air Saint Odile. Setelah lebih dari 300 uji klinis, biologis, dan farmalogis, tim ilmuwan tersebut memastikan bahwa air Sungai Saint Odile tidak memiliki rasa, bau, rendah mineral dan sodium, memiliki pH netral, silika, dan memiliki perbandingan kalsium/magnesium sebesar 2:1. Hal ini menjelaskan bahwa air tersebut dapat membantu mengatasi problem kesehatan kulit.

Yang menarik, pada tahun 2013 ilmuwan yang bekerja di Avene Research Centre ini akhirnya menemukan kandungan peptida dan mineral di mata air Saint Odile. Kandungan tersebut diproduksi oleh mikroorganisme yang hanya hidup di air murni pada kedalaman 1.500 meter di dalam  tanah. Selanjutnya, mikroorganisme ini dinamakan Aquaphilus dolomiae yang dipercaya dapat membantu mengurangi gatal dan iritasi pada kulit.

F: Apakah Aquaphilus dolomiae itu hanya ada pada Thermal Spring Water sebagai produk andalan Avene?
PD:  Tidak. Para ilmuwan telah berhasil mengekstrasi Aquaphilus dolomiae tersebut dan memasukkannya ke beberapa produk perawatam kulit Avene. Ekstrak itu dinamakan i-Modulia dan ada dalam rangkaian produk XeraCalm A.D. untuk membantu mengatasi kemerahan, gatal, dan iritasi yang sering dialami oleh pasien atopic dermatitis serta psoriasis.

XeraCalm bahkan telah melalui tes SCORAD (tes khusus untuk menangani penyakit psoriasis dan atopic dermatitis) dan dapat digunakan oleh berbagai usia, mulai dari bayi hingga dewasa.(f)