Foto : Shutterstock

Masker siap  pakai dalam bentuk lembaran ( sheet  mask)  memenuhi gerai kosmetik saat ini. Dari yang berharga premium sampai yang murmer, dari yang polos hingga berbentuk aneka wajah hewan dan topeng lucu di supermarket. 

Keuntungan yang paling terasa dari sheet mask adalah kepraktisannya  jika dibandingkan dengan masker konvensional berbentuk pasta (apalagi yang bubuk dan harus dicampur air) dan diaplikasikan menggunakan kuas. Karena praktis, sheet mask tidak perlu ritual khusus dan  waktu lama untuk mengaplikasikannya. Sheet mask berkualitas baik  akan sama efeknya pada kulit jika dibandingkan penggunaan masker biasa. 

Masker wajah sebenarnya bukan penemuan baru. Masker sudah dikenal sejak zaman mesir kuno ribuan tahun lalu. Ratu Cleopatra, menggunakan masker lumpur  untuk merawat kecantikannya yang sangat kesohor. Pertanyaannya apa yang ada dalam  masker  basah dalam bentuk lembaran  itu dan bagaimana cara kerjanya? 

Lanjutkan membaca ke halaman berikut untuk menguaknya.
 
 

 

Apakah Sheet Mask itu ? 

Secara sederhana adalah masker wajah yang diformulasikan  dalam bentuk lembaran berpori-pori  yang bisa terbuat dari  kapas, serat selulosa, gel  dan sebagainya.  Sheet mask  dari berbagai brand kosmetik Korea misalnya  menggunakan material khusus semacam cupro fibers atau biasa juga disebut cotton wool. Konon  material ini diklaim  bisa menahan serum/cairan sheet mask lebih baik dibanding bahan katun biasa.  

Sheet mask  basah dan dingin ketika disentuh, cairan yang terkandung di dalamnya biasanya menetes-netes waktu kemasan dibuka. Sebabnya adalah  karena lembaran  kain atau fiber itu dicelupkan  ke dalam  cairan yang mengandung berbagai zat untuk melembapkan wajah  dan kandungan perawatan kulit lainnya. Sheet mask dikenakan  dengan cara meratakannya ke seluruh permukaan wajah kecuali mata dan bibir. Lalu didiamkan sampai kelembapannya hilang atau  mengering. 

Bisa dipastikan pembuatan sheet mask sangat steril, karena menggunakan mesin juga tenaga manusia yang memakai alat kerja yang  disterilkan. Anda pun tidak usah khawatir  ada zat-zat lain atau bakteri yang turut masuk ke dalam lembaran basah tersebut. 
 
 



Ada apa saja di dalamnya? 

Kandungan utamanya adalah air sebagai  penghantar terbaik untuk memasukkan zat-zat perawatan  ke dalam kulit. Umumnya sheet mask memakai ekstrak tumbuhan dan zat lain  yang bersifat hidrofilik, yang terbaik disandingkan dengan bahan dasar air tadi. Kandungan air pada formula ini memudahkan zat-zat tersebut masuk ke dalam pori-pori kulit.  

Selain ekstrak tumbuhan, biasanya sheet mask mengandung stem cells, hyaluronic acid, atau  peptides,  kandungan  perawatan kulit yang  disukai dan populer saat ini. Sheet mask juga mengandung turunan alkohol seperti  butylene glycol  dan  dipropylene glycol. Jangan khawatir, walaupun termasuk alkohol, tapi zat ini adalah alkohol organik  tidak akan  membuat kulit menjadi kering. Penggunaan kedua zat ini juga untuk  mengurangi efek lengket dari  sheet mask sehingga lebih nyaman saat digunakan.  

Bagaimana cara kerjanya? 

Siapapun pasti ingin punya  kulit wajah yang terlihat  kenyal, lebih cerah atau glowing dan lembap, dengan 10 – 15 menit perawatan.  Sebenarnya hal itu yang ditawarkan oleh sheet mask.

Sheet mask
semacam bentuk lain dari beauty sleep. Ketika kita mengaplikasikannya, kulit akan ‘beristirahat’ dan mendapatkan tambahan  kelembapannya. Juga tambahkan  kandungan  perawatan lain sesuai jenis maskernya.  

Secara ilmiah memang belum ada studi yang komprehensif dan independen tentang manfaat sheet mask tersebut, tetapi secara umum para ahli kecantikan sepakat bahwa masker versi praktis ini  memberi  manfaat melembapkan kulit secara lebih dalam dan efektif. Seperti  yang kita ketahui dehidrasi kulit akan menyebabkan  kulit mendapatkan masalah-masalah  seperti  lebih mudah berjerawat, kemerahan, timbul  bintik-bintik hitam dan sebagainya. Penggunaan sheet mask yang rutin akan mempertahankan kelembapan kulit kita lebih baik. 
 
 



Mana yang paling tepat untuk saya? 

Kandungan di dalam sheet mask saat ini sudah semakin beragam dan spesifik untuk bermacam  masalah atau kebutuhan perawatan kulit.  Dari yang melembapkan, merawat kulit berjerawat, membuat kulit berkilau sehat, mencerahkan warna, hingga tentu saja anti-aging. Kita dengan mudah bisa melihat jenis-jenis sheet mask itu pada kemasannya. Kalau kita mencari jenis melembapkan (untuk kulit kering), maka pastikan memilih yang mengandung hyaluronic acid . Untuk mencerahkan kulit pilih yang mengandung vitamin C  dan seterusnya. 

Seberapa Sering Penggunaannya? 

Secara umum  ideal untuk bermasker seminggu sekali  sekaligus sebagai relaksasi untuk Anda setelah  seminggu penuh berkegiatan. Tapi banyak juga yang menggunakannya setiap hari, dengan jenis yang berbeda-beda setiap harinya. Seperti  pengakuan artis Michelle Yeoh yang kulitnya memang sangat bagus di usianya yang sudah di atas 40. Entah ada hubungannya atau tidak ritual bermasker setiap hari dengan kondisi kulitnya yang hebat. Anda boleh mencobanya. 

Berapa  lama pemakaian ideal? 

Umumnya  produk ini ada aturan pemakaiannya yang tertera dalam kemasan. Antara 10 – 20 menit, seperti sheet mask SK II  menyarankan 10 – 15 menit pemakaian. Ada juga konsumen yang berpendapat semakin lama sheet mask ini dipakai semakin baik hasilnya.

Tapi berapa lama pun Anda mengaplikasikan, hindari memakai sheet mask sampai lembarannya mengering karena bisa menarik balik kelembapan di permukaan kulit. 

Oiya, perhatikan juga tanggal kedaluwarsa dan sheet mask yang akan Anda gunakan. Jika terlihat sudah mengering, bernoda, atau tercium mencurigakan, baiknya jangan dipakai. Salah-salah kulit Anda malah jadi gatal dan iritasi karena memakainya. (f)

Petty S. Fatimah
Edit: Nuri Fajriati

Baca Juga:

Trend Warna Rambut 2019, Rainbow Melting
Pemakai Kosmetik Makin Muda, Ajarkan Pilih Produk Tepat Sejak Dini
Botox, Filler, dan Thread Lifting. Mana yang Paling Sesuai Untuk Anda?