Foto: Shutterstock
 
Berhijab adalah sebuah komitmen. Tak sebatas komitmen untuk menutup kepala, tapi juga untuk merawat rambut yang tertutup. "Sirkulasi udara di area kepala (kulit kepala dan rambut)  menjadi berkurang dan rentan  menjadi lembap yang memicu berbagai masalah, seperti ketombe, bau tak sedap, rontok, dan sebagainya," ujar dr. Eddy Karta, SpKK.  Lakukan perawatan sebagai berikut untuk mencegah hal tersebut:
 
Keramas Air Hangat
Salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan rambut adalah suhu air saat keramas. Sebaiknya keramas menggunakan air hangat (bukan air panas) untuk membuka pori-pori kulit kepala. Saat pori-pori terbuka, Anda dapat lebih mudah meluruhkan sebum, sel kulit mati, kotoran, atau ketombe yang menumpuk. Pada saat itu kulit kepala akan menjadi lebih lembap dan hangat, sehingga membantu penyerapan nutrisi sampo ke akar rambut. Setelah menggunakan sampo dan kondisioner, bilas rambut dengan air dingin yang akan membantu melancarkan peredaran darah di kepala dan kulit kepala terasa lebih segar dan sejuk.  Jika rambut sedang rontok, keramas dengan air dingin saja, hindari air hangat.
 
Gunakan Sampo dan Kondisioner Khusus
Sampo yang dirancang khusus untuk merawat rambut yang tertutup hijab sudah banyak tersedia di pasar. Formulanya dibuat untuk membantu menyehatkan rambut yang tertutup oleh hijab. Formulanya biasanya ringan beraroma segar  dan membantu agar kulit kepala dan batang rambut tidak terlalu berminyak.
 
Rawat Seminggu Sekali dengan Masker Herbal
Anda perlu merawat rambut secara mendalam seminggu sekali. Berikan masker rambut untuk menjaga kondisi batang rambut tetap lembap. Gunakan masker dari bahan alami, seperti lidah buaya, kopi, atau avokad. Lakukan creambath untuk melancarkan peredaran darah pada kulit kepala. Jika berketombe, lakukan scrubbing pada kulit kepala dengan produk scrub khusus.
 
Saat di Rumah, Lepas Hijab untuk Mengistirahatkan Rambut
Gerai dan angin-anginkan rambut sambil disisir dengan paddle brush agar rambut bisa bernapas dengan baik. Semprotkan parfum rambut atau hair mist setelahnya. Hal lain yang juga sangat penting  dilakukan adalah meluangkan waktu sejenak di luar ruangan. Bayangkan saja rambut Anda seperti halnya tanaman yang tak pernah diberi air atau terpapar sinar matahari. Maka, biarkan rambut Anda menyerap vitamin D dari sinar matahari pagi, merasakan tiupan angin, dan menghirup oksigen secara rutin. Tentu saja lakukan di tempat yang private.
 
 


Foto: Shutterstock  
 
Pilih Kerudung yang Menyerap Keringat
Agar sirkulasi udara di kulit kepala lancar, pilih hijab dari bahan yang menyerap keringat, seperti katun. Sebaiknya tidak membiarkan rambut Anda  basah karena keringat.  Ganti segera hijab Anda. Hindari juga memakai hijab saat rambut dalam keadaan basah atau setengah kering. Selain menyebabkan bau tidak sedap, kondisi ini bisa membuat rambut sensitif dan berketombe.

Tak Lupa Menyisir Rambut
Sisir rambut menggunakan sisir kawat (berongga) sedang minimal dua kali sehari, sebelum menggunakan hijab dan setelah melepasnya. Selain mencegah rambut kusut dan rontok, menyisir rambut juga membantu memperlancar peredaran darah di kulit kepala.

Jangan Menyiksa Rambut
Hindari mengikat rambut terlalu kencang. Helai rambut akan mudah rapuh dan menyebabkan kerontokan. Sebaiknya tata rambut model ponytail atau cepolan longgar saat berhijab. Sebulan sekali, ubah belahan rambut untuk mencegah garis tepi rambut Anda menipis dan rontok.
 
Rawat Juga dari Dalam
Selain perawatan dari luar,  lakukan perawatan dari dalam untuk hasil  maksimal. Coba tambahkan salmon, telur, dan bayam dalam menu makanan  sehari-hari. Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan zat besi sangat membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. (f)

Baca juga:

Tentang Kosmetik Halal Yang Perlu Anda Ketahui
Bye Bye Rambut Kusam!