Lindungi diri dari terik sinar matahari dan polusi. Foto ilustrasi: Pexels/Sahid Nugroho Atmosejoyo
Cuaca gerah saja sudah cukup bikin wajah terasa lengket. Ditambah paparan polusi dan debu di luar ruangan, kulit bisa terasa makin tidak nyaman.
Ketika ada paparan abu vulkanik, partikel debu di udara juga menjadi perhatian tambahan karena dapat menempel pada kulit dan mengiritasi sebagian orang.
Kabar baiknya, menghadapinya nggak harus dengan skincare sekian langkah. Untuk rutinitas harian, beberapa kebiasaan dasar justru lebih penting.
1/ Bersihkan wajah dengan lembut
Setelah beraktivitas di luar rumah, bersihkan wajah untuk mengangkat keringat, minyak, debu, dan residu yang menempel. Pilih pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan kondisi kulit.
Yang perlu dihindari adalah mencuci wajah berkali-kali karena merasa kulit semakin berminyak. Terlalu sering membersihkan atau menggunakan produk yang terlalu keras justru dapat membuat kulit terasa kering dan mudah mengalami iritasi.
Kalau sedang terpapar debu atau abu vulkanik, hindari menggosok wajah keras-keras. Bersihkan dengan lembut agar partikel tidak semakin mengiritasi kulit.
Pembersih dengan teknologi terkini bikin wajah tetap lembap, dan nggak sampai kesat dan kulit terasa ketarik.
2/ Pelembap wajib dipakai
Wajah berminyak bukan berarti tidak membutuhkan pelembap atau moisturizer. Kulit tetap membutuhkan hidrasi untuk membantu mempertahankan skin barrier.
Kamu nggak perlu mencari pelembap dengan daftar bahan yang panjang. Produk sederhana dengan tekstur yang nyaman dipakai setiap hari sudah cukup.
Untuk cuaca panas, gel atau lotion ringan bisa terasa lebih nyaman dibandingkan pelembap yang sangat tebal.
3/ Nggak ada libur untuk sunscreen
Panas dan polusi adalah alasan utama untuk nggak melewatkan sunscreen, di dalam maupun luar ruangan. Paparan sinar ultraviolet jadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam perawatan kulit.
Pilih sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih, lalu gunakan secara rutin ketika beraktivitas di luar ruangan.
Jika banyak berkeringat atau berada di luar dalam waktu lama, aplikasikan kembali sesuai petunjuk produknya.
4/ Kalau udara sedang berdebu, kurangi eksperimen skincare
Saat kulit sedang terasa sensitif akibat kondisi lingkungan, ini bukan waktu terbaik bagi kamu untuk mencoba banyak produk baru sekaligus.
Untuk sementara, cukup kembali ke rutinitas dasar: Pembersih wajah, pelembap, dan sunscreen. Hindari juga kebiasaan menggosok wajah terlalu kuat atau melakukan eksfoliasi berlebihan hanya karena merasa kulit terasa kotor.
5/ Hindari pegang-pegang wajah
Tangan juga bisa membawa kotoran dari berbagai permukaan. Jadi, setelah perjalanan atau aktivitas di luar, biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah. Simpel!
6/ Berteduh itu penting!
Skincare bukan satu-satunya cara menghadapi cuaca gerah. Jika memungkinkan, kurangi paparan langsung terhadap matahari dengan mencari tempat teduh, gunakan payung, topi, kenakan sunglasses dan pakaian yang menutup kulit dari material yang nyaman.
Kalau kondisi udara sedang buruk karena debu atau abu vulkanik, ikuti informasi dan anjuran resmi dari pemerintah setempat—lebih baik di rumah saja.
Yang penting, jaga kesehatan kulit dengan mengurangi paparan yang nggak perlu, dan bersihkan kulit secara lembut setelah beraktivitas di luar. (f)