
Foto: PBSI
Pencinta bulu tangkis tanah air kembali bisa menyaksikan aksi para atlet-atlet terbaik dunia secara langsung. Mulai hari ini, 23 Januari, hingga 28 Januari mendatang, kejuaraan Daihatsu Indonesia Masters 2018 BWF World Tour Super 500 digelar di Istora Senayan, Jakarta. Tertarik menonton secara langsung? Baca dulu 5 fakta mengenai Indonesia Masters 2018 ini.
1/ Merupakan bagian dari BWF World Tour 500 yang selevel dengan super series
Di tahun 2018, BWF mengumumkan kelas turnamen yang baru. Jika sebelumnya level tertinggi di bawah olimpiade, kejuaraan dunia, dan BWF World Tour Final adalah Super Series Premier, kali ini ada BWF World Tour 1.000. Berikut level turnamen bulu tangkis dunia saat ini:
Grade 1 – Event Utama
1/ Olimpiade
2/ Kejuaraan Dunia
3/ Thomas/Uber Cup
4/ Sudirman Cup
5/ Kejuaraan Dunia Junior
6/ Suhandinata Cup (Kejuaraan beregu junior)
Grade 2- BWF World Tour (dibagi berdasarkan poin dan prize money terbesar)
1/ BWF World Tour Final (turnamen di akhir tahun yang diikuti 8 pemain peringkat tertinggi)
2/ BWF World Tour Super 1.000 (All England, Indonesia Open, China Open)
3/ BWF World Tour Super 750 (Malaysia Open, Japan Open, Denmark Open, French Open, China Masters)
4/ BWF World Tour Super 500 (Malaysia Masters, Indonesia Masters, India Open, Thailand Open, Singapore Open, Korea Open, Hong Kong Open)
5/ BWF World Tour Super 300 (Thailand Masters, Swiss Open, Spain Open, German Open, New Zealand Open, Australian Open, USA Open, Chinese Taipei Open, Macau Open, Syed Modi IBC, Korea Masters)
6/ BWF Tour Super 100
Grade3-Continental Circuit
International Challenge
International Series
Future Series
Bagaimana dengan Indonesia Masters yang sedang berlangsung? Event ini masuk kategori BWF World Tour Super 500 yang jika tahun lalu setara dengan level super series. Biasanya, pemain top akan mengikuti turnamen BWF World Tour Super 500 hingga BWF World Tour Super 1.000, karena memberikan poin dan hadiah yang cukup besar.
Indonesia Masters 2018 menyediakan total prize money 350.000 dolar. Apa bedanya dengan Indonesia Open yang akan berlangsung Juli mendatang? Indonesia Open berada di level yang jauh lebih tinggi, baik dari poin maupun prize money. Terbukti, total hadiah yang disediakan adalah 1,25 juta dolar karena turnamen ini bagian dari BWF World Tour Super 1.000. Untuk turnamen kelas ini, tidak akan ada babak kualifikasi sehingga hanya bisa diikuti oleh pemain berperingkat 32 besar dunia.
Klik page number di bawah untuk melihat fakta lainnya.

Foto: PBSI
2/ Diikuti pemain top dunia
Berhubung merupakan turnamen yang levelnya cukup tinggi, Indonesia Masters 2018 pun diikuti oleh sebagian besar pemain berperingkat tinggi. Para pemain top Tiongkok seperti Chen Qingchen, Jia Yifan, Zheng Siwei, Huang Yaqiong, Lin Dan, dan Chen Long, begitu juga pemain terkenal negara lain seperti Carolina Marin (Spanyol), Ratchanok Intanon (Thailand), Nozomi Okuhara (Jepang), dan juga Mads Conrad Petersen & Mads Pieler Kolding asal Denmark turut berpartisipasi. Tentunya, Indonesia menurunkan seluruh pemain terbaik, seperti Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Dijamin, turnamen ini akan menampilkan pertandingan-pertandingan seru yang akan sayang untuk dilewatkan.
3/ Wajah baru Istora
Untuk persiapan Asian Games yang akan berlangsung bulan Agustus mendatang, sejumlah tempat olahraga direnovasi, termasuk Istora Senayan. Dengan menonton Indonesia Masters 2018, Anda bisa menjadi orang pertama yang merasakan langsung stadion ini setelah direnovasi. Bahkan, pemain Denmark Mads Conrad Petersen dibuat kagum.
“Istora sangat cantik. Waktu melihat Istora, kami kaget. Dari tempat duduknya, ruang gantinya, menurut saya ini bagus untuk para pemain. Kami tidak sabar bertanding di Istora yang baru. Walaupun masih ada angin sehingga susah bermain di sini, tetapi atmosfernya tetap sama dan penonton sangat dekat ke lapangan,” ujarnya seperti yang dikutip dari situs PBSI.
4/ Target satu gelar untuk Indonesia
Sebagai tuan rumah, tentulah Indonesia berharap untuk merebut gelar juara. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, Indonesia menargetkan satu gelar dari ajang ini, terutama dari sektor ganda putra dan ganda campuran.
“Target satu gelar juara, tapi saya ingin semua atlet tampil maksimal. Persiapan sudah dilakukan dari awal tahun, baik persiapan fisik maupun teknik,” jelasnya melalui situs PBSI.
Sebagai pemain nomor satu dunia dari sektor ganda putra, beban ini tentulah diberikan kepada Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Ini pendapat Kevin mengenai target tersebut.
“Soal beban target tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kalau saya, sih, menikmatinya saja dan jadikan ini sebagai motivasi. Pastinya kami mau memberikan yang terbaik, semoga menjadi awal yang baik tahun ini. Kami punya motivasi lebih, mudah-mudahan prestasi tahun ini minimal menyamai rekor tahun lalu,” ujar Kevin yang bersama Marcus merebut 7 gelar super series di 2017.
5/ Tiket tersedia online
Bagi Anda yang mau menyaksikan langsung turnamen Indonesia Masters 2018, tiketnya bisa dibeli langsung di Istora ataupun secara online di Blibli dan Tiket.com. Berikut daftar harga tiketnya.
Kualifikasi – 23 Januari 2018 (gate dibuka pukul 08.00, pertandingan mulai pukul 10.00)
VIP: Rp 50.000
Kelas 1: Rp 25.000
R32 (babak 1) – 24 Januari 2018 (gate dibuka pukul 08.00, pertandingan mulai pukul 10.00)
VIP: Rp 100.000
Kelas 2: Rp 50.000
R16 (babak 2) – 25 Januari 2018 (gate dibuka pukul 09.00, pertandingan mulai pukul 11.00)
VIP: Rp 100.000
Kelas 2: Rp 50.000
Quarter final – 26 Januari 2018 (gate dibuka pukul 10.00, pertandingan mulai pukul 13.00)
VIP: Rp 150.000
Kelas 2: Rp 75.000
Semi final – 27 Januari 2018 (gate dibuka pukul 09.00, pertandingan mulai pukul 12.00)
VIP: Rp 300.000
Kelas 2: Rp 150.000
Final – 28 Januari 2018 (gate dibuka pukul 09.00, pertandingan mulai pukul 12.00)
VIP: Rp 300.000
Kelas 2: Rp 150.000
Ayo dukung tim bulu tangkis Indonesia! Selamat menonton. (f)
Baca juga:
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Juara Baru Ganda Putra Bulu Tangkis Indonesia yang Bersinar di Malaysia Master 2018
Di Tengah Pemulihan Cedera Lutut, Liliyana Natsir Bersama Tontowi Ahmad Menjuarai BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017
Chen Qingchen, Pebulu Tangkis Putri Tiongkok Pujaan Penonton BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017